alexametrics
23.9 C
Malang
Tuesday, 5 July 2022

DPUPR Kota Malang Minta Warga Stop Bangun Rumah Di Bibir Sungai

MALANG KOTA – Beberapa waktu terakhir, bencana longsor banyak terjadi di beberapa titik di Kota Malang. Tak hanya di kawasan perumahan, tetapi juga di perkampungan yang mepet dengan bibir sungai.

Menanggapi peristiwa longsor yang terjadi di Kota Malang akhir-akhir ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Malang Hadi Santoso mengatakan, perlu adanya kesadaran masyarakat agar tidak membangun rumah di bibir sungai.

“Dahulu ketika pembangunan rumah, SHM (Surat Hak Milik) nya seperti apa? Mohon jangan bangun rumah di situ (bantaran sungai),” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, sebenarnya banyak bangunan di Kota Malang yang melanggar aturan karena didirikan terlalu dekat dengan aliran sungai. “Tapi apa pun yang terjadi, Mari kita jaga bersama. Kalau saya idealis, saya tertibkan semua. Ya memang ada solusi, yaitu dengan rusunawa. Tapi ini kan bukan hal yang mudah,” imbuh pria yang akrab disapa Soni itu.

Untuk penanganan ke depan, DPUPR Kota Malang akan melakukan pemasangan plengsengan di perkampungan yang terdampak longsor.

“Akan kami bangun plengsengan di atasnya. Tapi tidak boleh ada bangunan lagi di atasnya. Karena memang sudut kemiringan bukan untuk bangunan rumah. Sudah 30 derajat lebih itu kemiringannya,” pungkasnya.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KOTA – Beberapa waktu terakhir, bencana longsor banyak terjadi di beberapa titik di Kota Malang. Tak hanya di kawasan perumahan, tetapi juga di perkampungan yang mepet dengan bibir sungai.

Menanggapi peristiwa longsor yang terjadi di Kota Malang akhir-akhir ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Malang Hadi Santoso mengatakan, perlu adanya kesadaran masyarakat agar tidak membangun rumah di bibir sungai.

“Dahulu ketika pembangunan rumah, SHM (Surat Hak Milik) nya seperti apa? Mohon jangan bangun rumah di situ (bantaran sungai),” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, sebenarnya banyak bangunan di Kota Malang yang melanggar aturan karena didirikan terlalu dekat dengan aliran sungai. “Tapi apa pun yang terjadi, Mari kita jaga bersama. Kalau saya idealis, saya tertibkan semua. Ya memang ada solusi, yaitu dengan rusunawa. Tapi ini kan bukan hal yang mudah,” imbuh pria yang akrab disapa Soni itu.

Untuk penanganan ke depan, DPUPR Kota Malang akan melakukan pemasangan plengsengan di perkampungan yang terdampak longsor.

“Akan kami bangun plengsengan di atasnya. Tapi tidak boleh ada bangunan lagi di atasnya. Karena memang sudut kemiringan bukan untuk bangunan rumah. Sudah 30 derajat lebih itu kemiringannya,” pungkasnya.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/