alexametrics
22.9 C
Malang
Thursday, 7 July 2022

Kunjungi Lokasi Rumah Hanyut di Sulfat, Sutiaji Warning Developer

MALANG KOTA – Wali Kota Malang, Sutiaji memperingatkan para developer agar menaati aturan dalam membangun rumah. Hal ini ia ucapkan usai meninjau lokasi rumah hanyut di Perumahan Sulfat Inside, Bunulrejo, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (19/1).

“Tadi kita lihat dari sisi selatan dan sisi timur. Harusnya hari ini mestinya ada pengembang yang turun untuk menyaksikan bersama-sama. Sekali lagi untuk para pengembang, saya harap agar lebih memperhatikan keselamatan masyarakat yang menghuni di sini. Jangan asal membangun,” tegas pria berkacamata itu.

Memang dalam bencana ini juga terdapat faktor alam, namun sekali lagi ia menegaskan bahwa pengembang harusnya bekerja secara profesional.

“Memang ada kejadian yang luar biasa karena hujan cukup lebat dalam waktu yang panjang. Sehingga debit air di sungai luar biasa tinggi. Sebenarnya di aturan sudah ada, saya rasa real estate jika dibangun secara profesional, kejadian seperti ini bisa diminimalisir. Sebab sungai dalam kisaran berapa tahun pasti ada risiko banjir besar dan longsor. Kalau taat aturan, pasti tidak ada bangunan yang seperti ini,” terangnya.

Selain itu, Sutiaji juga mengatakan, kini di Kota Malang banyak sekali bangunan yang berdiri di bibir sungai. Dan hal itu nampak rawan dan membahayakan. “Penertiban akan dilakukan. Sebelumnya kami juga sudah berkerjasama dengan Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) dalam program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh),” jelasnya.

Lalu, untuk penanganan pada tiga keluarga yang masih mengungsi. Usai meninjau keluarga tersebut, Sutiaji akan menerjunkan pihak Dinas Sosial dan beberapa dinas terkait untuk memberikan bantuan. “Kami masih di pak RT. Nanti mau ke keluarga tentu akan berikan santunan, sebentar lagi Dinsos juga akan bergerak,” pungkasnya.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KOTA – Wali Kota Malang, Sutiaji memperingatkan para developer agar menaati aturan dalam membangun rumah. Hal ini ia ucapkan usai meninjau lokasi rumah hanyut di Perumahan Sulfat Inside, Bunulrejo, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (19/1).

“Tadi kita lihat dari sisi selatan dan sisi timur. Harusnya hari ini mestinya ada pengembang yang turun untuk menyaksikan bersama-sama. Sekali lagi untuk para pengembang, saya harap agar lebih memperhatikan keselamatan masyarakat yang menghuni di sini. Jangan asal membangun,” tegas pria berkacamata itu.

Memang dalam bencana ini juga terdapat faktor alam, namun sekali lagi ia menegaskan bahwa pengembang harusnya bekerja secara profesional.

“Memang ada kejadian yang luar biasa karena hujan cukup lebat dalam waktu yang panjang. Sehingga debit air di sungai luar biasa tinggi. Sebenarnya di aturan sudah ada, saya rasa real estate jika dibangun secara profesional, kejadian seperti ini bisa diminimalisir. Sebab sungai dalam kisaran berapa tahun pasti ada risiko banjir besar dan longsor. Kalau taat aturan, pasti tidak ada bangunan yang seperti ini,” terangnya.

Selain itu, Sutiaji juga mengatakan, kini di Kota Malang banyak sekali bangunan yang berdiri di bibir sungai. Dan hal itu nampak rawan dan membahayakan. “Penertiban akan dilakukan. Sebelumnya kami juga sudah berkerjasama dengan Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) dalam program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh),” jelasnya.

Lalu, untuk penanganan pada tiga keluarga yang masih mengungsi. Usai meninjau keluarga tersebut, Sutiaji akan menerjunkan pihak Dinas Sosial dan beberapa dinas terkait untuk memberikan bantuan. “Kami masih di pak RT. Nanti mau ke keluarga tentu akan berikan santunan, sebentar lagi Dinsos juga akan bergerak,” pungkasnya.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/