alexametrics
26.4 C
Malang
Friday, 20 May 2022

Kurangi Kemacetan, Titik Parkir di Wisata Kajoetangan Heritage Ditambah

MALANG KOTA – Persiapan untuk kembali membuka kawasan Kajoetangan Heritage terus digeber. Sebagai upaya mengurai kemacetan, Pemkot Malang kembali merekayasa lokasi parkir. Dinas Perhubungan (Dishub) sudah menambah satu kantong parkir di depan eks gedung Bank Mandiri Syariah.

Di sana, dishub memprediksi ada 150-an kendaraan roda dua yang bisa tertampung. ”Iya, kami alihkan ke sana (eks gedung Bank Mandiri) saja. Supaya nanti bisa mengurai kendaraan agar tak macet di sana,” kata Kabid Parkir Dishub Kota Malang Mustaqim Jaya, kemarin (18/3). Dengan adanya tambahan lokasi parkir tersebut, dia berharap permasalahan sebelumnya bisa tuntas. Meski ke depan masih banyak pengunjung yang berpotensi tak kebagian parkir, dia menyarankan agar para pengendara roda memanfaatkan gang-gang di sepanjang Jalan Basuki Rahmat. Pemkot memang sudah mengizinkan parkir di lokasi tersebut.

Sementara untuk mobil, dia menyarankan pengendara ke Mini Block Office, karena lahan parkir di sana cukup luas. Ke depan, dishub juga sudah menyiapkan kantong parkir baru. Yakni parkir vertikal di eks gedung Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Rencananya, di sana bakal dibangun tempat parkir setinggi 8 lantai, yang dikhususkan untuk kendaraan roda dua. ”Dibangunnya masih 2023, karena tahun ini kami tidak mendapatkan anggaran,” beber Mustaqim.

Di tempat lain, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Fathol Arifin meminta rencana pembukaan kembali kawasan Kajoetangan Heritage bisa menjadi bahan pertimbangan mengelola parkir tepi jalan yang lebih baik. Sebab, selama bulan Januari, dia melihat di sepanjang kawasan tersebut, terutama saat akhir pekan, selalu dipadati dengan kendaraan. ”Kalau bisa nanti minta bantuan Satpol PP untuk mengarahkan pengendara jika sudah penuh ke beberapa tempat (kantong parkir) alternatif,” saran Fathol. Begitu juga dengan pemilihan parkir di dalam gang, yang harusnya tak memberatkan warga. Potensi penuh kendaraan di dalam gang juga perlu mendapat pengawasan dari dishub. Sebab. Dia tak ingin akses warga untuk keluar masuk terhambat. (adn/by)

MALANG KOTA – Persiapan untuk kembali membuka kawasan Kajoetangan Heritage terus digeber. Sebagai upaya mengurai kemacetan, Pemkot Malang kembali merekayasa lokasi parkir. Dinas Perhubungan (Dishub) sudah menambah satu kantong parkir di depan eks gedung Bank Mandiri Syariah.

Di sana, dishub memprediksi ada 150-an kendaraan roda dua yang bisa tertampung. ”Iya, kami alihkan ke sana (eks gedung Bank Mandiri) saja. Supaya nanti bisa mengurai kendaraan agar tak macet di sana,” kata Kabid Parkir Dishub Kota Malang Mustaqim Jaya, kemarin (18/3). Dengan adanya tambahan lokasi parkir tersebut, dia berharap permasalahan sebelumnya bisa tuntas. Meski ke depan masih banyak pengunjung yang berpotensi tak kebagian parkir, dia menyarankan agar para pengendara roda memanfaatkan gang-gang di sepanjang Jalan Basuki Rahmat. Pemkot memang sudah mengizinkan parkir di lokasi tersebut.

Sementara untuk mobil, dia menyarankan pengendara ke Mini Block Office, karena lahan parkir di sana cukup luas. Ke depan, dishub juga sudah menyiapkan kantong parkir baru. Yakni parkir vertikal di eks gedung Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Rencananya, di sana bakal dibangun tempat parkir setinggi 8 lantai, yang dikhususkan untuk kendaraan roda dua. ”Dibangunnya masih 2023, karena tahun ini kami tidak mendapatkan anggaran,” beber Mustaqim.

Di tempat lain, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Fathol Arifin meminta rencana pembukaan kembali kawasan Kajoetangan Heritage bisa menjadi bahan pertimbangan mengelola parkir tepi jalan yang lebih baik. Sebab, selama bulan Januari, dia melihat di sepanjang kawasan tersebut, terutama saat akhir pekan, selalu dipadati dengan kendaraan. ”Kalau bisa nanti minta bantuan Satpol PP untuk mengarahkan pengendara jika sudah penuh ke beberapa tempat (kantong parkir) alternatif,” saran Fathol. Begitu juga dengan pemilihan parkir di dalam gang, yang harusnya tak memberatkan warga. Potensi penuh kendaraan di dalam gang juga perlu mendapat pengawasan dari dishub. Sebab. Dia tak ingin akses warga untuk keluar masuk terhambat. (adn/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/