alexametrics
32 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

Maling Laptop Dinoyo Akui Curi Barang Elektronik Sampai Surabaya

MALANG KOTA – Fakta baru terungkap pasca penangkapan Muhammad Wildanar, pencuri di Musala dan Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) Nurul Huda pekan lalu. Pelaku yang diamankan saat beraksi di Jalan MT Haryono  Kecamatan Lowokwaru itu merupakan spesialis pelaku pencurian barang elektronik.

Warga Desa Tawangrejo, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar itu juga tercatat sebagai residivis dalam kasus yang sama. Kapolsek Lowokwaru Kompol Fatkhur Rokhman  mengatakan, selain menjadi residivis yang baru bebas dua bulan lalu, pelaku diketahui sudah melakukan banyak aksi di Kota Malang.

Antara lain di Masjid Unisma sebanyak 4 kali, 1 kali di Taman Singha Merjosarii, di Jalan Soekarno Hatta 1 kali, dan di Arjosari 1 kali. Tidak hanya beraksi di Malang, pria 38 tahun itu juga mengaku sudah melakukan aksi serupa di Sidoarjo dan Surabaya. ”Target pencuriannya sama, yakni barang elektronik berupa hp dan laptop,” terangnya saat press rilis di Polsek Lowokwaru, Senin (19/4).

Setelah melakukan pencurian, barang hasil curiannya tersebut biasa dijual pelaku di Pasar Rombengan Malam (Roma) dan Pasar Comboran. Selain itu, ada juga yang dijualnya di pasar gembong Surabaya. Adapun motif tindakannya tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Seperti di beritakan sebelumnya, tersangka ditangkap setelah melakukan pencurian di musala yang berada di Kelurahan Dinoyo pada Rabu malam (14/4).

Pewarta: Ulfa Afrian

MALANG KOTA – Fakta baru terungkap pasca penangkapan Muhammad Wildanar, pencuri di Musala dan Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) Nurul Huda pekan lalu. Pelaku yang diamankan saat beraksi di Jalan MT Haryono  Kecamatan Lowokwaru itu merupakan spesialis pelaku pencurian barang elektronik.

Warga Desa Tawangrejo, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar itu juga tercatat sebagai residivis dalam kasus yang sama. Kapolsek Lowokwaru Kompol Fatkhur Rokhman  mengatakan, selain menjadi residivis yang baru bebas dua bulan lalu, pelaku diketahui sudah melakukan banyak aksi di Kota Malang.

Antara lain di Masjid Unisma sebanyak 4 kali, 1 kali di Taman Singha Merjosarii, di Jalan Soekarno Hatta 1 kali, dan di Arjosari 1 kali. Tidak hanya beraksi di Malang, pria 38 tahun itu juga mengaku sudah melakukan aksi serupa di Sidoarjo dan Surabaya. ”Target pencuriannya sama, yakni barang elektronik berupa hp dan laptop,” terangnya saat press rilis di Polsek Lowokwaru, Senin (19/4).

Setelah melakukan pencurian, barang hasil curiannya tersebut biasa dijual pelaku di Pasar Rombengan Malam (Roma) dan Pasar Comboran. Selain itu, ada juga yang dijualnya di pasar gembong Surabaya. Adapun motif tindakannya tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Seperti di beritakan sebelumnya, tersangka ditangkap setelah melakukan pencurian di musala yang berada di Kelurahan Dinoyo pada Rabu malam (14/4).

Pewarta: Ulfa Afrian

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru