alexametrics
21.3 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Pangdam V Brawijaya Pastikan Vaksin AstraZeneca Aman

MALANG KOTA – Polemik vaksinasi menggunakan vaksin AstraZeneca sempat ramai diperbincangkan karena diberhentikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sebab, ada laporan jenis vaksin itu berdampak pada gejala pascavaksin. Namun, hal itu tak terjadi saat pelaksanaan vaksinasi di Rumah Sakit Tentara (RST) dr Soepraoen kemarin (18/5). Sebanyak 182 orang divaksin menggunakan vaksin AstraZeneca.

Pada kesempatan tersebut, turut hadir Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto. Dia mengatakan, vaksinasi tersebut ditujukan pada para purnawirawan dan warakawuri (mantan istri anggota militer yang ditinggal mati suaminya). Mereka mendapat vaksin AstraZeneca tipe 546 yang telah direkomendasikan pemerintah aman untuk dipakai.

”Alhamdulillah lancar dan saya ngobrol dengan mereka yang divaksin, tidak ada gejala KIPI (kejadian ikutan pascaimunisasi, Red),” ujar dia.

Suharyanto juga menambahkan, kegiatan vaksinasi tersebut digelar secara serentak di 41 fasilitas kesehatan (faskes) di wilayah Kodam V Brawijaya. Jumlah vaksin sebanyak 21 vial vaksin AstraZeneca jenis 546. Vaksinasi itu juga bakal digelar selama empat hari hingga 21 Mei mendatang.

Masih menurut Suharyanto, sejauh ini ada sebanyak 80 persen prajurit TNI yang sudah mengikuti vaksinasi. Di wilayah Kodam V Brawijaya terdapat sekitar 26.000 prajurit TNI dan 2.000 PNS.

”Rata-rata sudah vaksin. Sejauh ini yang belum melakukan vaksinasi karena tekanan darah tinggi, komorbid, dan melaksanakan tugas,” tandas dia.

Sementara itu, salah satu warakawuri, FE Nurhandayani, mengaku tak ada gejala yang berarti pascavaksinasi. Setelah observasi selama setengah jam, dia tak merasakan gejala seperti KIPI. ”Nggak ada rasa sakit yang berarti, cuma kayak digigit semut yang clekit,” ungkap dia. (adn/c1/abm)

MALANG KOTA – Polemik vaksinasi menggunakan vaksin AstraZeneca sempat ramai diperbincangkan karena diberhentikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sebab, ada laporan jenis vaksin itu berdampak pada gejala pascavaksin. Namun, hal itu tak terjadi saat pelaksanaan vaksinasi di Rumah Sakit Tentara (RST) dr Soepraoen kemarin (18/5). Sebanyak 182 orang divaksin menggunakan vaksin AstraZeneca.

Pada kesempatan tersebut, turut hadir Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto. Dia mengatakan, vaksinasi tersebut ditujukan pada para purnawirawan dan warakawuri (mantan istri anggota militer yang ditinggal mati suaminya). Mereka mendapat vaksin AstraZeneca tipe 546 yang telah direkomendasikan pemerintah aman untuk dipakai.

”Alhamdulillah lancar dan saya ngobrol dengan mereka yang divaksin, tidak ada gejala KIPI (kejadian ikutan pascaimunisasi, Red),” ujar dia.

Suharyanto juga menambahkan, kegiatan vaksinasi tersebut digelar secara serentak di 41 fasilitas kesehatan (faskes) di wilayah Kodam V Brawijaya. Jumlah vaksin sebanyak 21 vial vaksin AstraZeneca jenis 546. Vaksinasi itu juga bakal digelar selama empat hari hingga 21 Mei mendatang.

Masih menurut Suharyanto, sejauh ini ada sebanyak 80 persen prajurit TNI yang sudah mengikuti vaksinasi. Di wilayah Kodam V Brawijaya terdapat sekitar 26.000 prajurit TNI dan 2.000 PNS.

”Rata-rata sudah vaksin. Sejauh ini yang belum melakukan vaksinasi karena tekanan darah tinggi, komorbid, dan melaksanakan tugas,” tandas dia.

Sementara itu, salah satu warakawuri, FE Nurhandayani, mengaku tak ada gejala yang berarti pascavaksinasi. Setelah observasi selama setengah jam, dia tak merasakan gejala seperti KIPI. ”Nggak ada rasa sakit yang berarti, cuma kayak digigit semut yang clekit,” ungkap dia. (adn/c1/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/