alexametrics
29.3 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Pemkot Malang Akan Bantu Lunasi Hutang Guru TK Terjerat Pinjol

MALANG KOTA – Guru TK berinisial S yang diundang Wali Kota Sutiaji untuk datang ke kantornya akibat terjerat hutang pinjaman online (pinjol) akhirnya bisa bernafas lega. Karena Wali Kota Sutiaji memastikan Pemkot Malang akan membantu menyelesaikan masalah yang menderanya.

Bertempat di ruang rapat Wali Kota Malang siang tadi (19/5), Sutiaji mendengarkan langsung kronologi awal mula S terlilit hutang di 24 aplikasi pinjol. Selain Sutiaji, hadir pula Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang Sugiarto Kasmuri.

Setelah mendengar kesaksian tersebut, Sutiaji mengungkapkan akan mengambil alih seluruh tanggungan Guru S bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang. “Urusan tanggungan-tanggungan, nanti akan di-take over oleh kami,” tegasnya.

Sutiaji juga menjelaskan bahwa seluruh hutang Guru S akan dilunasi oleh Pemkot Malang. Karena ternyata, Guru S yang terjerat hutang di 24 aplikasi pinjol, hanya 5 di antaranya yang merupakan aplikasi pinjol legal. Sementara S baru melunasi hutang dari 1 aplikasi pinjol saja. Artinya, masih ada hutang di 23 pinjaman online yang harus dilunasi S. “Nanti akan kami carikan upaya pembayaran. Namun, hanya biaya pokoknya saja. Nanti akan diinventarisir berapa jumlah hutang pokoknya,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam penagihan hutang, pinjol ilegal tersebut melakukannya dengan berbagai cara, mulai dari cercaan dan ancaman. Bahkan, melakukan dugaan pembunuhan karakter di media sosial. “Tidak usah takut. Nanti juga akan kami upayakan langkah hukum. Terkait masalah pinjol, nanti urusannya dengan OJK,” tambahnya lagi.

Selain itu, Sutiaji juga akan berupaya untuk mengembalikan pekerjaan korban sebagai guru TK. “Akan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan agar ibu tersebut juga dapat terus memberikan sumbangsihnya bagi dunia pendidikan di Kota Malang” papar Sutiaji.

Wali kota juga kembali berpesan agar masyarakat selalu berhati-hati dan waspada terhadap tawaran pinjol ilegal. Agar tidak ada lagi kasus-kasus serupa di Kota Malang. “Ketimbang memanfaatkan pinjol yang menjerat (nasabah), saya harap masyarakat dapat lebih memanfaatkan program OJIR Pemkot Malang untuk melakukan pinjaman yang sifatnya mendesak dan bukan konsumtif,” tandasnya.

Pewarta: Intan Refa Septiana

MALANG KOTA – Guru TK berinisial S yang diundang Wali Kota Sutiaji untuk datang ke kantornya akibat terjerat hutang pinjaman online (pinjol) akhirnya bisa bernafas lega. Karena Wali Kota Sutiaji memastikan Pemkot Malang akan membantu menyelesaikan masalah yang menderanya.

Bertempat di ruang rapat Wali Kota Malang siang tadi (19/5), Sutiaji mendengarkan langsung kronologi awal mula S terlilit hutang di 24 aplikasi pinjol. Selain Sutiaji, hadir pula Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang Sugiarto Kasmuri.

Setelah mendengar kesaksian tersebut, Sutiaji mengungkapkan akan mengambil alih seluruh tanggungan Guru S bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang. “Urusan tanggungan-tanggungan, nanti akan di-take over oleh kami,” tegasnya.

Sutiaji juga menjelaskan bahwa seluruh hutang Guru S akan dilunasi oleh Pemkot Malang. Karena ternyata, Guru S yang terjerat hutang di 24 aplikasi pinjol, hanya 5 di antaranya yang merupakan aplikasi pinjol legal. Sementara S baru melunasi hutang dari 1 aplikasi pinjol saja. Artinya, masih ada hutang di 23 pinjaman online yang harus dilunasi S. “Nanti akan kami carikan upaya pembayaran. Namun, hanya biaya pokoknya saja. Nanti akan diinventarisir berapa jumlah hutang pokoknya,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam penagihan hutang, pinjol ilegal tersebut melakukannya dengan berbagai cara, mulai dari cercaan dan ancaman. Bahkan, melakukan dugaan pembunuhan karakter di media sosial. “Tidak usah takut. Nanti juga akan kami upayakan langkah hukum. Terkait masalah pinjol, nanti urusannya dengan OJK,” tambahnya lagi.

Selain itu, Sutiaji juga akan berupaya untuk mengembalikan pekerjaan korban sebagai guru TK. “Akan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan agar ibu tersebut juga dapat terus memberikan sumbangsihnya bagi dunia pendidikan di Kota Malang” papar Sutiaji.

Wali kota juga kembali berpesan agar masyarakat selalu berhati-hati dan waspada terhadap tawaran pinjol ilegal. Agar tidak ada lagi kasus-kasus serupa di Kota Malang. “Ketimbang memanfaatkan pinjol yang menjerat (nasabah), saya harap masyarakat dapat lebih memanfaatkan program OJIR Pemkot Malang untuk melakukan pinjaman yang sifatnya mendesak dan bukan konsumtif,” tandasnya.

Pewarta: Intan Refa Septiana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/