alexametrics
29.2 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Satpol PP Kota Malang Panen Reklame Liar, Didominasi Iklan Ini

MALANG KOTA – Selama bulan Ramadan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang panen ratusan reklame liar. Kasi Operasi Satpol PP Kota Malang Anton Viera mengatakan, reklame yang ditertibkan itu reklame yang sifatnya insidental.

”Biasanya reklame ini seperti banner-banner yang pemasangannya tidak berizin,” terang Anton. Dari sebanyak 756 banner yang ditertibkan itu, dia menyebut, mayoritas adalah banner perumahan yang terdapat di beberapa ruas jalan seperti di Jalan Sumbersari, di Jalan Danau Toba, di Jalan MT Haryono, dan Jalan Soekarno-Hatta. ”Di jalan itu yang paling banyak kami temukan walaupun tersebar merata di 5 kecamatan,” imbuhnya.

Penertiban itu, kata Anton, dilakukan karena tidak dipasang di titik yang ditentukan sesuai perizinannya. Selain itu, menurut dia, karena reklame tersebut mulanya berizin namun tidak diambil walaupun masa perizinan berakhir. ”Atau ada juga yang memang kosongan alias tak berizin,” tambahnya.

Dia berharap, masyarakat bisa mengikuti prosedur sesuai perizinan yang berlaku. ”Misalnya tidak menempel di pohon dan tidak menempel di tiang listrik,” imbaunya. Dalam melakukan pemantauan setiap harinya, dia menurunkan ada sekitar 35 personel disebar keliling di 5 kecamatan di Kota Malang.

Sementara untuk reklame tetap, selama sebulan hanya menertibkan 1 reklame saja. Yakni, reklame liar produk rokok di patung pesawat di Jalan Soekarno-Hatta. ”Itu memang agak lama karena prosesnya agak panjang ,” pungkasnya. (rmc/ulf/mas)

MALANG KOTA – Selama bulan Ramadan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang panen ratusan reklame liar. Kasi Operasi Satpol PP Kota Malang Anton Viera mengatakan, reklame yang ditertibkan itu reklame yang sifatnya insidental.

”Biasanya reklame ini seperti banner-banner yang pemasangannya tidak berizin,” terang Anton. Dari sebanyak 756 banner yang ditertibkan itu, dia menyebut, mayoritas adalah banner perumahan yang terdapat di beberapa ruas jalan seperti di Jalan Sumbersari, di Jalan Danau Toba, di Jalan MT Haryono, dan Jalan Soekarno-Hatta. ”Di jalan itu yang paling banyak kami temukan walaupun tersebar merata di 5 kecamatan,” imbuhnya.

Penertiban itu, kata Anton, dilakukan karena tidak dipasang di titik yang ditentukan sesuai perizinannya. Selain itu, menurut dia, karena reklame tersebut mulanya berizin namun tidak diambil walaupun masa perizinan berakhir. ”Atau ada juga yang memang kosongan alias tak berizin,” tambahnya.

Dia berharap, masyarakat bisa mengikuti prosedur sesuai perizinan yang berlaku. ”Misalnya tidak menempel di pohon dan tidak menempel di tiang listrik,” imbaunya. Dalam melakukan pemantauan setiap harinya, dia menurunkan ada sekitar 35 personel disebar keliling di 5 kecamatan di Kota Malang.

Sementara untuk reklame tetap, selama sebulan hanya menertibkan 1 reklame saja. Yakni, reklame liar produk rokok di patung pesawat di Jalan Soekarno-Hatta. ”Itu memang agak lama karena prosesnya agak panjang ,” pungkasnya. (rmc/ulf/mas)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/