alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Wali Kota Malang Panggil Guru yang Terjerat 24 Pinjol

MALANG KOTA – Kabar seorang guru TK berinisial S, 40, yang terjerat 24 pinjaman online (pinjol) hingga nyaris bunuh diri, akhirnya sampai di telinga Wali Kota Malang Sutiaji. Dia menyayangkan masih ada masyarakat yang terjerat pinjol, sementara Pemkot sendiri memiliki program Ojir.

“Hari ini saya minta untuk datang ke kantor saya, saya undang ke kantor,” ujar Sutiaji, Rabu (19/5).

Melalui pertemuan tersebut, Sutiaji ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa itu banyak yang ilegal.

Dari 24 pinjol yang menjerat S, hanya 5 yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini yang ingin dia tegaskan bahwa masyarakat tetap harus hati-hati terhadap pinjaman online yang bertebaran.

Akan tetapi, pemanggilan terhadap guru S tersebut bukan dalam arti membantu melunasi. “Sebetulnya dia kan sudah lunas itu yang legal. Yang belum lunas yang ilegal, buat apa kita bantu, kan ilegal,” lanjutnya.

Sementara itu, yayasan tempat guru S bekerja juga ikut dipanggil. “Saya juga sudah menghubungi yayasannya untuk kelanjutan informasinya,” sambung politisi Partai Demokrat itu. Dalam upaya mempertemukan pihak-pihak terkait itu, Sutiaji berharap guru S bisa bekerja kembali. Dan masyarakat semakin waspada akan keberadaan pinjol.

Pewarta: Intan Refa Septiana

MALANG KOTA – Kabar seorang guru TK berinisial S, 40, yang terjerat 24 pinjaman online (pinjol) hingga nyaris bunuh diri, akhirnya sampai di telinga Wali Kota Malang Sutiaji. Dia menyayangkan masih ada masyarakat yang terjerat pinjol, sementara Pemkot sendiri memiliki program Ojir.

“Hari ini saya minta untuk datang ke kantor saya, saya undang ke kantor,” ujar Sutiaji, Rabu (19/5).

Melalui pertemuan tersebut, Sutiaji ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa itu banyak yang ilegal.

Dari 24 pinjol yang menjerat S, hanya 5 yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini yang ingin dia tegaskan bahwa masyarakat tetap harus hati-hati terhadap pinjaman online yang bertebaran.

Akan tetapi, pemanggilan terhadap guru S tersebut bukan dalam arti membantu melunasi. “Sebetulnya dia kan sudah lunas itu yang legal. Yang belum lunas yang ilegal, buat apa kita bantu, kan ilegal,” lanjutnya.

Sementara itu, yayasan tempat guru S bekerja juga ikut dipanggil. “Saya juga sudah menghubungi yayasannya untuk kelanjutan informasinya,” sambung politisi Partai Demokrat itu. Dalam upaya mempertemukan pihak-pihak terkait itu, Sutiaji berharap guru S bisa bekerja kembali. Dan masyarakat semakin waspada akan keberadaan pinjol.

Pewarta: Intan Refa Septiana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/