alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

26 Pelanggar PPKM Darurat Malang Disidangkan Online Hari Ini

MALANG KOTA – Para pelanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat
(PPKM) darurat Jelang pemberlakuan PPKM Darurat, sebanyak 26 pelanggar disidangkan hari ini (19/7) pukul 09.00. Rata-rata, para pelanggar adalah pengusaha kuliner.

Sidang itu sendiri dilaksanakan di Lantai 4 mini Block Office Balaikota Malang secara online dengan menghadirkan para terdakwa, PPNS Satpol PP dan jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang yang bertugas untuk mengambil denda sebesar Rp 100 ribu.

“Rata-rata pelanggarannya adalah jam operasional yang mestinya pukul 20.00 ternyata lebih dari itu,” terang Sekretaris Satpol PP Kota Malang, Tri Oky Widianto. Meski demikian, banyak juga pengusaha yang sudah tertib. “Ada yang tertib, nah, banyak juga yang melanggar terkait makan di tempat. Jadi ini pelanggar rata-rata usaha kuliner,” imbuhnya.

Salah satu pelanggar, Hari Purnomo, 52 mengatakan bahwa dirinya membayarkan denda Rp 100 ribu karena masalah kerumunan di warungnya pada Rabu (15/7) pukul 09.30 lalu. “Iya, karena kerumunan, ada antrian yang lebih dari lima orang,” kata dia. Pria warga Kelurahan Kidul Dalem, Kecamatan Klojen ini mengaku bahwa pihaknya sudah memasang himbauan untuk tidak makan ditempat.

“Sudah ada, tapi namanya pelanggan kan pas ramai, mungkin di situ kena,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan bahwa tiada kompromi terhadap pelanggar PPKM. “Tidak main-main terhadap pelanggar. Saya rasa sudah cukup persuasi dan toleransinya,” kata dia.

Nantinya, pelanggar tidak hanya pada pelaku usaha saja. “Masih dibahas untuk pelanggaran bagi pelanggan, kalau pelanggan tertib pedagang tidak akan melanggar,” ujarnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Para pelanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat
(PPKM) darurat Jelang pemberlakuan PPKM Darurat, sebanyak 26 pelanggar disidangkan hari ini (19/7) pukul 09.00. Rata-rata, para pelanggar adalah pengusaha kuliner.

Sidang itu sendiri dilaksanakan di Lantai 4 mini Block Office Balaikota Malang secara online dengan menghadirkan para terdakwa, PPNS Satpol PP dan jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang yang bertugas untuk mengambil denda sebesar Rp 100 ribu.

“Rata-rata pelanggarannya adalah jam operasional yang mestinya pukul 20.00 ternyata lebih dari itu,” terang Sekretaris Satpol PP Kota Malang, Tri Oky Widianto. Meski demikian, banyak juga pengusaha yang sudah tertib. “Ada yang tertib, nah, banyak juga yang melanggar terkait makan di tempat. Jadi ini pelanggar rata-rata usaha kuliner,” imbuhnya.

Salah satu pelanggar, Hari Purnomo, 52 mengatakan bahwa dirinya membayarkan denda Rp 100 ribu karena masalah kerumunan di warungnya pada Rabu (15/7) pukul 09.30 lalu. “Iya, karena kerumunan, ada antrian yang lebih dari lima orang,” kata dia. Pria warga Kelurahan Kidul Dalem, Kecamatan Klojen ini mengaku bahwa pihaknya sudah memasang himbauan untuk tidak makan ditempat.

“Sudah ada, tapi namanya pelanggan kan pas ramai, mungkin di situ kena,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan bahwa tiada kompromi terhadap pelanggar PPKM. “Tidak main-main terhadap pelanggar. Saya rasa sudah cukup persuasi dan toleransinya,” kata dia.

Nantinya, pelanggar tidak hanya pada pelaku usaha saja. “Masih dibahas untuk pelanggaran bagi pelanggan, kalau pelanggan tertib pedagang tidak akan melanggar,” ujarnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/