alexametrics
21.8 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Kota Malang Meningkat

MALANG KOTA – Angka kecelakaan lalu lintas (laka lalin) di Kota Malang ini relatif tinggi. Dalam kurun waktu 1,5 bulan (Juni sampai medio Juli) tercatat ada sebanyak 27 laka.

Berdasarkan data di Unit Laka Polresta Malang Kota, selama Juni tercatat 23 laka dengan korban meninggal dunia sebanyak 6 orang dan yang lainnya mengalami luka ringan. Sedangkan pada Juli sampai dengan pertengahan bulan tercatat ada 4 laka, 1 di antaranya korban meninggal dunia.

Kanit Laka Lantas Polresta Malang Kota Iptu Syaiful Ilmi melalui Kasubnit 1 Unit Laka Satlantas Polresta Malang Kota Ipda Eko Novianto mengatakan, ada beberapa faktor yang memengaruhi kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polresta Malang Kota. Di antaranya, dia menyebutkan, pengguna jalan kurang memahami tentang peraturan lalu lintas.

”Sehingga mereka kurang disiplin dalam berlalu lintas,” ungkapnya.

Dia mencontohkan, pengguna jalan wajib mendahulukan kendaraan yang berjalan lurus dan prioritas jalan utama. Selain itu, pengguna jalan harus mendahului kendaraan dari sebelah kanan.

Dia juga menyampaikan, khusus pada daerah rawan laka lantas seperti di Jalan Kolonel Sugiyono atau Mergosono, pengendara lalin harus lebih waspada. Sebab, median jalan cenderung menyempit di sekitar flyover. Kawasan itu juga merupakan jalan nasional sehingga semua kelas kendaraan berada dalam jalan yang sama.

”Sehingga sering kendaraan besar (truk tronton) terlibat laka dengan kendaraan roda dua,” bebernya.

Selain itu, menurut dia, terjadinya laka juga bisa disebabkan faktor eksternal. Misalnya, rimbunnya pepohonan di Kota Malang acap kali menghalangi penerangan jalan umum. Sehingga jalanan menjadi remang-remang yang membahayakan pengguna jalan.

Menyikapi hal tersebut, pihaknya sudah menerapkan beberapa upaya untuk meminimalisasi laka lantas. Di antaranya, melakukan edukasi kepada masyarakat melalui talk show di beberapa radio tentang pentingnya memahami dan berdisiplin berlalu lintas.

”Kami juga bersama unit dikyasa memasang banner yang berisikan imbauan tentang tertib berlalu lintas,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya melaksanakan edukasi kepada sopir ambulans tentang safety riding yang dilaksanakan di Polresta Malang Kota. Bahkan, pada daerah rawan laka lantas di Jalan Kolonel Sugiono, Unit Laka Satlantas Polresta Malang Kota mendirikan pos pantau Blackspot Therapy.

”Itu kami berkolaborasi dengan relawan RJT (Readily Just Target) dan PSC (Public Safety Center),” imbuhnya.

Pihaknya juga bekerja sama dengan dinas lingkungan hidup dan dinas perhubungan dalam melaksanakan pemangkasan dahan-dahan pohon yang dapat menghalangi sinar penerangan jalan umum.

”Termasuk menambal jalan berlubang yang membahayakan pengguna jalan,” ungkapnya.

Yang tak kalah penting, pengguna jalan harus memastikan kendaraan yang akan digunakan laik jalan. ”Intinya patuhi dan pahami peraturan lalin dan berdisiplin dalam berkendara di jalan raya,” tegas dia. (ulf/c1/abm/rmc)

MALANG KOTA – Angka kecelakaan lalu lintas (laka lalin) di Kota Malang ini relatif tinggi. Dalam kurun waktu 1,5 bulan (Juni sampai medio Juli) tercatat ada sebanyak 27 laka.

Berdasarkan data di Unit Laka Polresta Malang Kota, selama Juni tercatat 23 laka dengan korban meninggal dunia sebanyak 6 orang dan yang lainnya mengalami luka ringan. Sedangkan pada Juli sampai dengan pertengahan bulan tercatat ada 4 laka, 1 di antaranya korban meninggal dunia.

Kanit Laka Lantas Polresta Malang Kota Iptu Syaiful Ilmi melalui Kasubnit 1 Unit Laka Satlantas Polresta Malang Kota Ipda Eko Novianto mengatakan, ada beberapa faktor yang memengaruhi kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polresta Malang Kota. Di antaranya, dia menyebutkan, pengguna jalan kurang memahami tentang peraturan lalu lintas.

”Sehingga mereka kurang disiplin dalam berlalu lintas,” ungkapnya.

Dia mencontohkan, pengguna jalan wajib mendahulukan kendaraan yang berjalan lurus dan prioritas jalan utama. Selain itu, pengguna jalan harus mendahului kendaraan dari sebelah kanan.

Dia juga menyampaikan, khusus pada daerah rawan laka lantas seperti di Jalan Kolonel Sugiyono atau Mergosono, pengendara lalin harus lebih waspada. Sebab, median jalan cenderung menyempit di sekitar flyover. Kawasan itu juga merupakan jalan nasional sehingga semua kelas kendaraan berada dalam jalan yang sama.

”Sehingga sering kendaraan besar (truk tronton) terlibat laka dengan kendaraan roda dua,” bebernya.

Selain itu, menurut dia, terjadinya laka juga bisa disebabkan faktor eksternal. Misalnya, rimbunnya pepohonan di Kota Malang acap kali menghalangi penerangan jalan umum. Sehingga jalanan menjadi remang-remang yang membahayakan pengguna jalan.

Menyikapi hal tersebut, pihaknya sudah menerapkan beberapa upaya untuk meminimalisasi laka lantas. Di antaranya, melakukan edukasi kepada masyarakat melalui talk show di beberapa radio tentang pentingnya memahami dan berdisiplin berlalu lintas.

”Kami juga bersama unit dikyasa memasang banner yang berisikan imbauan tentang tertib berlalu lintas,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya melaksanakan edukasi kepada sopir ambulans tentang safety riding yang dilaksanakan di Polresta Malang Kota. Bahkan, pada daerah rawan laka lantas di Jalan Kolonel Sugiono, Unit Laka Satlantas Polresta Malang Kota mendirikan pos pantau Blackspot Therapy.

”Itu kami berkolaborasi dengan relawan RJT (Readily Just Target) dan PSC (Public Safety Center),” imbuhnya.

Pihaknya juga bekerja sama dengan dinas lingkungan hidup dan dinas perhubungan dalam melaksanakan pemangkasan dahan-dahan pohon yang dapat menghalangi sinar penerangan jalan umum.

”Termasuk menambal jalan berlubang yang membahayakan pengguna jalan,” ungkapnya.

Yang tak kalah penting, pengguna jalan harus memastikan kendaraan yang akan digunakan laik jalan. ”Intinya patuhi dan pahami peraturan lalin dan berdisiplin dalam berkendara di jalan raya,” tegas dia. (ulf/c1/abm/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/