alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

PPKM Darurat Diperpanjang, Recovery Ekonomi Makin Lama

MALANG KOTA – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat memicu sejumlah keluhan, mulai dari pedagang, pengusaha mal, hingga pengelola wisata di Kota Malang. Sebab, usaha mereka berhenti total. Secara ekonomi drop.

Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang Isa Wahyudi mengatakan, adanya perpanjangan PPKM darurat akan semakin berdampak pada eksistensi kampung tematik. Seperti Kampung Warna-warni dan Kampung Tridi yang kian sepi pengunjung.

”Semakin lama recovery-nya,” keluh Isa Wahyudi.

Menurut pria yang biasa disapa Ki Demang itu, adanya perpanjangan PPKM darurat itu membuat kampung tematik menjadi kian tidak terurus. Efeknya beberapa spot wisata rusak dan terkesan kembali kumuh.

”Ya karena tidak ada kunjungan wisatawan dan tidak ada studi banding,” jelasnya.

Padahal, selama ini, dia menyampaikan, kampung tematik turut memajukan pariwisata di Kota Malang. Sehingga, diharapkan bila memang ada kebijakan perpanjangan PPKM darurat, pelaku kampung tematik juga diperhatikan. Salah satunya dengan mendapatkan bantuan.

”Jadi bukan hanya sektor pengusaha hotel atau restoran yang diperhatikan,” tandasnya.

Keluhan senada diutarakan Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPC Malang Raya Suwanto. Dia mengatakan, adanya perpanjangan PPKM darurat ini menjadi kabar buruk bagi pelaku usaha bisnis mal.

”Kami masih berharap bila PPKM darurat ini tidak diperpanjang,” harap dia.

Namun, bila memang keputusannya sudah final, dia mengatakan, setidaknya ada sedikit kelonggaran untuk para pelaku bisnis mal. Artinya, tetap boleh beroperasi, namun dengan pembatasan kunjungan dan durasi jamnya.

”Kami tetap mendukung, tapi mohon ada kebijakan lah untuk kami,” ungkapnya.

Sebab, selama ini pihaknya sudah mematuhi aturan pemerintah dengan menutup mal. ”Tentu kerugiannya sudah sangat banyak, bahkan bisa miliaran rupiah kalau ditotal,” bebernya. (ulf/c1/abm/rmc)

MALANG KOTA – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat memicu sejumlah keluhan, mulai dari pedagang, pengusaha mal, hingga pengelola wisata di Kota Malang. Sebab, usaha mereka berhenti total. Secara ekonomi drop.

Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang Isa Wahyudi mengatakan, adanya perpanjangan PPKM darurat akan semakin berdampak pada eksistensi kampung tematik. Seperti Kampung Warna-warni dan Kampung Tridi yang kian sepi pengunjung.

”Semakin lama recovery-nya,” keluh Isa Wahyudi.

Menurut pria yang biasa disapa Ki Demang itu, adanya perpanjangan PPKM darurat itu membuat kampung tematik menjadi kian tidak terurus. Efeknya beberapa spot wisata rusak dan terkesan kembali kumuh.

”Ya karena tidak ada kunjungan wisatawan dan tidak ada studi banding,” jelasnya.

Padahal, selama ini, dia menyampaikan, kampung tematik turut memajukan pariwisata di Kota Malang. Sehingga, diharapkan bila memang ada kebijakan perpanjangan PPKM darurat, pelaku kampung tematik juga diperhatikan. Salah satunya dengan mendapatkan bantuan.

”Jadi bukan hanya sektor pengusaha hotel atau restoran yang diperhatikan,” tandasnya.

Keluhan senada diutarakan Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPC Malang Raya Suwanto. Dia mengatakan, adanya perpanjangan PPKM darurat ini menjadi kabar buruk bagi pelaku usaha bisnis mal.

”Kami masih berharap bila PPKM darurat ini tidak diperpanjang,” harap dia.

Namun, bila memang keputusannya sudah final, dia mengatakan, setidaknya ada sedikit kelonggaran untuk para pelaku bisnis mal. Artinya, tetap boleh beroperasi, namun dengan pembatasan kunjungan dan durasi jamnya.

”Kami tetap mendukung, tapi mohon ada kebijakan lah untuk kami,” ungkapnya.

Sebab, selama ini pihaknya sudah mematuhi aturan pemerintah dengan menutup mal. ”Tentu kerugiannya sudah sangat banyak, bahkan bisa miliaran rupiah kalau ditotal,” bebernya. (ulf/c1/abm/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/