alexametrics
27.1 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

UMK 2021, Asosiasi Pekerja Berharap Naik Di Angka 8 Persen

MALANG KOTA – Adanya wacana penurunan Upah Minimum Kota (UMK) di 2021 akibat pandemo Covid mendapat tanggapan dari asosiasi pekerja. Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Malang Suharno mengharapkan ada kenaikan 8 persen jika dibandingkan UMK 2020.

Untuk diketahui, UMK 2020 Kota Malang Rp 2.895.502. Jika naik 8 persen, berarti SPSI berharap UMK 2021 sebesar Rp 3.127.142. Meski begitu, Suharno tidak membatasi berapa pun kenaikannya. ”Harapan pekerja atau buruh UMK tetap naik berapa pun nilainya,” katanya.

Suharno mengatakan, kenaikan sekitar 8 persen itu belum menjadi usulan dari asosiasi pekerja. Sebab, hingga kini belum ada pertemuan dengan dewan pengupahan Kota Malang. ”Belum ada rapat pengupahan,” tegasnya.

Saat ini, Suharno mengatakan, pihaknya melakukan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang hasilnya menjadi acuan SPSI untuk mengusulkan besaran UMK 2021. ”KHL juga belum ada. Kalau misal kondisi saat ini disesuaikan KHL, ya harus survei 60 item,” jelas dia.

Sementara itu, Kadin Kota Malang yang juga salah satu asosiasi pengusaha merasa keberatan jika UMK 2021 naik. Ketua Kadin Kota Malang Edy Wahyono mengatakan, hingga kini belum ada pembicaraan di antara asosiasi pengusaha. Termasuk dengan Apindo Kota Malang. Tapi, dia pesimistis jika besaran UMK 2021 naik dari tahun sebelumnya.

”Dari sisi pengusaha, saya nggak yakin mampu jika UMK 2021 naik. Situasinya sekarang ini berat,” kata Edy yang juga pengusaha jasa konstruksi itu.

Dia menyadari, kenaikan UMK sudah menjadi tradisi tahunan. Tapi dia meminta ada pengecualian di tahun 2021 mendatang karena faktor pandemi Covid-19. ”Trennya memang tidak pernah tetap atau turun. Besarannya selalu naik. Tapi saat ini kondisinya beda,” tutur Edy yang juga ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang itu.

Ditanya terkait usulan besaran UMK 2021 dari pihak Kadin, Edy mengatakan, institusinya belum bersikap. Dia menunggu pertemuan dengan dewan pengupahan Kota Malang. ”Masih belumlah,” kata mantan ketua Gabungan Pengusaha Jasa Konstruksi (Gapensi) itu.

Pewarta: Sandra DC

MALANG KOTA – Adanya wacana penurunan Upah Minimum Kota (UMK) di 2021 akibat pandemo Covid mendapat tanggapan dari asosiasi pekerja. Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Malang Suharno mengharapkan ada kenaikan 8 persen jika dibandingkan UMK 2020.

Untuk diketahui, UMK 2020 Kota Malang Rp 2.895.502. Jika naik 8 persen, berarti SPSI berharap UMK 2021 sebesar Rp 3.127.142. Meski begitu, Suharno tidak membatasi berapa pun kenaikannya. ”Harapan pekerja atau buruh UMK tetap naik berapa pun nilainya,” katanya.

Suharno mengatakan, kenaikan sekitar 8 persen itu belum menjadi usulan dari asosiasi pekerja. Sebab, hingga kini belum ada pertemuan dengan dewan pengupahan Kota Malang. ”Belum ada rapat pengupahan,” tegasnya.

Saat ini, Suharno mengatakan, pihaknya melakukan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang hasilnya menjadi acuan SPSI untuk mengusulkan besaran UMK 2021. ”KHL juga belum ada. Kalau misal kondisi saat ini disesuaikan KHL, ya harus survei 60 item,” jelas dia.

Sementara itu, Kadin Kota Malang yang juga salah satu asosiasi pengusaha merasa keberatan jika UMK 2021 naik. Ketua Kadin Kota Malang Edy Wahyono mengatakan, hingga kini belum ada pembicaraan di antara asosiasi pengusaha. Termasuk dengan Apindo Kota Malang. Tapi, dia pesimistis jika besaran UMK 2021 naik dari tahun sebelumnya.

”Dari sisi pengusaha, saya nggak yakin mampu jika UMK 2021 naik. Situasinya sekarang ini berat,” kata Edy yang juga pengusaha jasa konstruksi itu.

Dia menyadari, kenaikan UMK sudah menjadi tradisi tahunan. Tapi dia meminta ada pengecualian di tahun 2021 mendatang karena faktor pandemi Covid-19. ”Trennya memang tidak pernah tetap atau turun. Besarannya selalu naik. Tapi saat ini kondisinya beda,” tutur Edy yang juga ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang itu.

Ditanya terkait usulan besaran UMK 2021 dari pihak Kadin, Edy mengatakan, institusinya belum bersikap. Dia menunggu pertemuan dengan dewan pengupahan Kota Malang. ”Masih belumlah,” kata mantan ketua Gabungan Pengusaha Jasa Konstruksi (Gapensi) itu.

Pewarta: Sandra DC

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/