alexametrics
21.2 C
Malang
Wednesday, 6 July 2022

Ikuti Festival di Solo, DKM Siapkan 100 Payung Hias

MALANG KOTA – Dewan Kesenian Malang (DKM) menyiapkan sedikitnya 100 payung hias untuk mengikuti Festival Payung Indonesia di Solo, Jawa Tengah. Acara tahunan ini akan dilaksanakan virtual pada 5-6 Desember, karena pandemi belum usai.

“Keikutsertaan Kota Malang dalam festival payung hias yang digelar setiap tahun ini sudah yang keempat kalinya dengan tim yang dibimbing Pak Rasimun, sang maestro payung,” ujar Sofyan Eddy Jarwoko, Wakil Wali Kota Malang di pembukaan Pameran Payung Mbah Rasimun, Kamis (19/11).

Dia berharap Kota Malang dapat terus mengikuti kompetisi ini dan membawa nama baik di Festival Payung Indonesia. “Tim juga ada advis supaya payung kita yang dari malang semakin bagus. Dan semoga pelaksanaan nanti mampu sukses,” ujarnya.

Sekretaris DKM Yuyun Sulastri mengatakan bahwa 100 payung yang dibawa ke Solo ini nantinya akan dipamerkan lebih dulu di Candi Prambanan. “Tapi nanti festivalnya tetap dilaksanakan virtual pada 5-6 Desember, sebab pandemi belum usai,” ujar wanita yang juga seniman tari itu.

Yuyun membeberkan, konsep yang diusung dalam festival di Solo kali ini adalah Gotong Royong. “Selain dari Mbah Mun (Rasimun), banyak pihak yang dilibatkan. Mulai dari seniman maupun ibu-ibu di bidang ekonomi kreatif,” ujar Yuyun.

Pewarta: Errica Vannie

MALANG KOTA – Dewan Kesenian Malang (DKM) menyiapkan sedikitnya 100 payung hias untuk mengikuti Festival Payung Indonesia di Solo, Jawa Tengah. Acara tahunan ini akan dilaksanakan virtual pada 5-6 Desember, karena pandemi belum usai.

“Keikutsertaan Kota Malang dalam festival payung hias yang digelar setiap tahun ini sudah yang keempat kalinya dengan tim yang dibimbing Pak Rasimun, sang maestro payung,” ujar Sofyan Eddy Jarwoko, Wakil Wali Kota Malang di pembukaan Pameran Payung Mbah Rasimun, Kamis (19/11).

Dia berharap Kota Malang dapat terus mengikuti kompetisi ini dan membawa nama baik di Festival Payung Indonesia. “Tim juga ada advis supaya payung kita yang dari malang semakin bagus. Dan semoga pelaksanaan nanti mampu sukses,” ujarnya.

Sekretaris DKM Yuyun Sulastri mengatakan bahwa 100 payung yang dibawa ke Solo ini nantinya akan dipamerkan lebih dulu di Candi Prambanan. “Tapi nanti festivalnya tetap dilaksanakan virtual pada 5-6 Desember, sebab pandemi belum usai,” ujar wanita yang juga seniman tari itu.

Yuyun membeberkan, konsep yang diusung dalam festival di Solo kali ini adalah Gotong Royong. “Selain dari Mbah Mun (Rasimun), banyak pihak yang dilibatkan. Mulai dari seniman maupun ibu-ibu di bidang ekonomi kreatif,” ujar Yuyun.

Pewarta: Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/