alexametrics
20.6 C
Malang
Friday, 1 July 2022

Kecewa Air PDAM Bau Solar, Sutiaji Minta Direksi Lakukan Perombakan

MALANG KOTA – Pasca tragedi air PDAM berbau solar, Wali Kota Malang Sutiaji langsung berkoordinasi dengan Perumda Tugu Tirta Kota Malang. Di hadapan jajaran direksi, orang nomor satu di Pemkot Malang ini mengungkapkan rasa kecewanya. Hal ini terlihat, saat sidaknya ke kantor yang sebelumnya bernama PDAM Kota Malang itu, Kamis (19/11).

“Saya minta dievaluasi total dan bila perlu dilakukan perombakan secara mendalam. Saya nilai manajemen belum menyelesaikan setiap permasalahan dengan tuntas dan baik. Bahkan, saya cermati, setiap muncul permasalahan cenderung menunggu saya bergerak, baru setelah itu (manajemen) bergerak,” kata Sutiaji.

Sebagai entitas perusahaan yang otonom, Tugu Tirta dinilai wali kota Malang tidak menampakkan kemampuan mandiri dalam problem solving. “Maka jangan salahkan bila publik kecewa,” tegas alumni IAIN Malang tersebut.

Hanya ditemani ajudan dan humas, wali kota yang masih punya kesempatan mengisi kuliah subuh dan khutbah Jumat tersebut, mendadak mendatangi kantor Tugu Tirta dan langsung melakukan evaluasi.

Kedatangan Sutiaji di kantor PDAM hanya berlangsung sekitar 15 menit. Setelah itu, dia langsung meneruskan perjalanan dinas ke Surabaya dalam rangka menghadiri peluncuran program pemanfaatan E-Marketplace Pengadaan Barang/Jasa Melalui Toko Daring Jawa Timur Belanja Online (Jatim Bejo), Si Master, dan Si Layar.

Pewarta: Sandra Desi C

MALANG KOTA – Pasca tragedi air PDAM berbau solar, Wali Kota Malang Sutiaji langsung berkoordinasi dengan Perumda Tugu Tirta Kota Malang. Di hadapan jajaran direksi, orang nomor satu di Pemkot Malang ini mengungkapkan rasa kecewanya. Hal ini terlihat, saat sidaknya ke kantor yang sebelumnya bernama PDAM Kota Malang itu, Kamis (19/11).

“Saya minta dievaluasi total dan bila perlu dilakukan perombakan secara mendalam. Saya nilai manajemen belum menyelesaikan setiap permasalahan dengan tuntas dan baik. Bahkan, saya cermati, setiap muncul permasalahan cenderung menunggu saya bergerak, baru setelah itu (manajemen) bergerak,” kata Sutiaji.

Sebagai entitas perusahaan yang otonom, Tugu Tirta dinilai wali kota Malang tidak menampakkan kemampuan mandiri dalam problem solving. “Maka jangan salahkan bila publik kecewa,” tegas alumni IAIN Malang tersebut.

Hanya ditemani ajudan dan humas, wali kota yang masih punya kesempatan mengisi kuliah subuh dan khutbah Jumat tersebut, mendadak mendatangi kantor Tugu Tirta dan langsung melakukan evaluasi.

Kedatangan Sutiaji di kantor PDAM hanya berlangsung sekitar 15 menit. Setelah itu, dia langsung meneruskan perjalanan dinas ke Surabaya dalam rangka menghadiri peluncuran program pemanfaatan E-Marketplace Pengadaan Barang/Jasa Melalui Toko Daring Jawa Timur Belanja Online (Jatim Bejo), Si Master, dan Si Layar.

Pewarta: Sandra Desi C

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/