alexametrics
22.9 C
Malang
Monday, 4 July 2022

Viral Jadi Jalur Berbayar, Jalan Tembusan Avia Ditutup

MALANG KOTA – Akibat berita miring jalur alternatif Avia berbayar, per Rabu (18/11) kemarin jalur ini ditutup.

Pihak pengelola toko Avia, Yudianto, melakukan penutupan jalur alternatif ini karena merasa telah mendapatkan komentar buruk dari masyarakat terkait, informasi yang beredar di media sosial bahwa adanya pungutan biaya bagi yang melalui jalan tersebut.

“Untuk sementara kita tutup dulu sampai kita dapat persetujuan. atau mungkin komen masyarakat yang positif baru kita buka,” ungkapnya.

Yudi menuturkan, jalur alternatif tersebut diperuntukan sebagai akses pelanggan toko Avia dan usaha sekitarnya, tidak untuk akses jalan umum.

“Tetapi kita melihat keadaan, banyak ojol yang berhenti di jalur pembangunan untuk mengirim paketannya, jadi jalan ke tempat tujuan. Kan kasian,” ujarnya.

Hal itu yang menyebabkan Yudi akhirnya memutuskan. Masyarakat boleh melalui jalur alternatif tersebut, khusunya bagi pengendara ojek online dan kendaraan gawat darurat seperti ambulan dan pemadam kebakaran.

Sedangkan saat ditanyakan mengenai pungutan biaya itu, Yudi mengungkapkan bahwa dia tidak pernah menyuruh atau mengajukan pungutan bagi masyarakat yang akan melewati jalan yang dibuatnya dengan merobohkan gudang yang sekarang menjadi jalur alternatif.

“Kemarin ada bangunan satu, kita hancurkan. Kita doser. Kita minta dalam 1 sampai 2 hari selesai bagaimanapun caranya. Sehingga jika ingin dihitung-hitung kalkulasinya. antara pungutan dan pembuatan jalan Ndak ada persennya,” tuturnya.

Dari situ Yudi berharap agar masyarakat bisa memahami, bahwa pihak pengelola tidak pernah melakukan pungutan sama sekali.

“Kami mohon maaf. Kita nggak tebang pilih. Termasuk pelanggan pun, mohon maaf nggak bisa lewat dulu sampai ada keputusan ke depannya bagaimana,” imbuhnya.

Hal tersebut juga ditegaskan oleh salah satu juru parkir, yang juga kemarin sempat membantu mengatur jalur alternatif Avia tersebut. Bahwa petugas yang ada di lokasi, tidak pernah melakukan penarikan sama sekali.

“Kalau kami narik gak bakal berani, adapun itu diberi oleh pengendara, karena kasihan kepada petugas yang mengatur jalan, kayak kemarin itu dapet makanan banyak, bukan kami yang minta,” tutupnya.

Pewarta: Errica V

MALANG KOTA – Akibat berita miring jalur alternatif Avia berbayar, per Rabu (18/11) kemarin jalur ini ditutup.

Pihak pengelola toko Avia, Yudianto, melakukan penutupan jalur alternatif ini karena merasa telah mendapatkan komentar buruk dari masyarakat terkait, informasi yang beredar di media sosial bahwa adanya pungutan biaya bagi yang melalui jalan tersebut.

“Untuk sementara kita tutup dulu sampai kita dapat persetujuan. atau mungkin komen masyarakat yang positif baru kita buka,” ungkapnya.

Yudi menuturkan, jalur alternatif tersebut diperuntukan sebagai akses pelanggan toko Avia dan usaha sekitarnya, tidak untuk akses jalan umum.

“Tetapi kita melihat keadaan, banyak ojol yang berhenti di jalur pembangunan untuk mengirim paketannya, jadi jalan ke tempat tujuan. Kan kasian,” ujarnya.

Hal itu yang menyebabkan Yudi akhirnya memutuskan. Masyarakat boleh melalui jalur alternatif tersebut, khusunya bagi pengendara ojek online dan kendaraan gawat darurat seperti ambulan dan pemadam kebakaran.

Sedangkan saat ditanyakan mengenai pungutan biaya itu, Yudi mengungkapkan bahwa dia tidak pernah menyuruh atau mengajukan pungutan bagi masyarakat yang akan melewati jalan yang dibuatnya dengan merobohkan gudang yang sekarang menjadi jalur alternatif.

“Kemarin ada bangunan satu, kita hancurkan. Kita doser. Kita minta dalam 1 sampai 2 hari selesai bagaimanapun caranya. Sehingga jika ingin dihitung-hitung kalkulasinya. antara pungutan dan pembuatan jalan Ndak ada persennya,” tuturnya.

Dari situ Yudi berharap agar masyarakat bisa memahami, bahwa pihak pengelola tidak pernah melakukan pungutan sama sekali.

“Kami mohon maaf. Kita nggak tebang pilih. Termasuk pelanggan pun, mohon maaf nggak bisa lewat dulu sampai ada keputusan ke depannya bagaimana,” imbuhnya.

Hal tersebut juga ditegaskan oleh salah satu juru parkir, yang juga kemarin sempat membantu mengatur jalur alternatif Avia tersebut. Bahwa petugas yang ada di lokasi, tidak pernah melakukan penarikan sama sekali.

“Kalau kami narik gak bakal berani, adapun itu diberi oleh pengendara, karena kasihan kepada petugas yang mengatur jalan, kayak kemarin itu dapet makanan banyak, bukan kami yang minta,” tutupnya.

Pewarta: Errica V

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/