alexametrics
20.1 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Wali Kota Malang Sutiaji Hadiri Pemakaman Korban Rumah Hanyut

MALANG KOTA – Wali Kota Malang Sutiaji takziah dan ikut menyaksikan pemberangkatan jenazah Roland Sumarna di musala Shirotul Jannah jalan Sadang untuk dimakamkan ke TPU Ciptomulyo. Tampak juga ratusan pelayat mengiringi ‘kepergian’ korban rumah hanyut akibat tanah longsor tersebut.

Selain itu, juga tampak puluhan orang dari tim gabungan pencarian korban yang membantu dalam pengaturan lalu lintas untuk kendaraan yang membawa korban.
Setelah itu, orang nomor satu di Kota Malang itu juga ikut apel dalam pembubaran posko bencana sekitar 30 meter dari musala. “Insya Allah beliau (almarhun) orang baik. Mudah-mudahan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” doa Wali Kota Malang Sutiaji, Rabu (20/1).

Sutiaji juga mengatakan, atas nama Pemkot Malang juga menyampaikan bela sungkawa. Sehingga, hal ini bisa dijadikan pembelajaran untuk semuanya bahwa semua nanti akan meninggal. “Karena itu jangan sombong. Gunakan kehidupan ini untuk umat,” jelas dia.

Tak hanya itu, Sutiaji juga menyampaikan bahwa mempertahankan harta benda itu wajib. Sehingga, meninggal dalam rangka mempertahankan harta benda itu mati syahid. “Diikhlaskan, semoga amal ibadahnya diterima,” harapnya.

Sutiaji juga tak lupa mengajak kepada masyarakat agar mentaati protokol kesehatan. Karena hal ini juga termasuk perbuatan baik. “Ayo, sama-sama disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” ajak Sutiaji.

Seperti diketahui, korban meninggal dunia akibat terseret derasnya arus banjir pada Senin (18/1) lalu. Roland Sumarna hanyut ke sungai bersama rumahnya di perumahan Sulfat Inside. Sejak dinyatakan hilang, tim gabungan dari BPBD Kota Malang dan para relawan melakukan pencarian korban. Namun, usaha pencarian ini baru membuahkan hasil pada hari ini sekitar pukul 05.30 WIB. Tepatnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Waduk Sengguruh, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Pewarta: Imam N

MALANG KOTA – Wali Kota Malang Sutiaji takziah dan ikut menyaksikan pemberangkatan jenazah Roland Sumarna di musala Shirotul Jannah jalan Sadang untuk dimakamkan ke TPU Ciptomulyo. Tampak juga ratusan pelayat mengiringi ‘kepergian’ korban rumah hanyut akibat tanah longsor tersebut.

Selain itu, juga tampak puluhan orang dari tim gabungan pencarian korban yang membantu dalam pengaturan lalu lintas untuk kendaraan yang membawa korban.
Setelah itu, orang nomor satu di Kota Malang itu juga ikut apel dalam pembubaran posko bencana sekitar 30 meter dari musala. “Insya Allah beliau (almarhun) orang baik. Mudah-mudahan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” doa Wali Kota Malang Sutiaji, Rabu (20/1).

Sutiaji juga mengatakan, atas nama Pemkot Malang juga menyampaikan bela sungkawa. Sehingga, hal ini bisa dijadikan pembelajaran untuk semuanya bahwa semua nanti akan meninggal. “Karena itu jangan sombong. Gunakan kehidupan ini untuk umat,” jelas dia.

Tak hanya itu, Sutiaji juga menyampaikan bahwa mempertahankan harta benda itu wajib. Sehingga, meninggal dalam rangka mempertahankan harta benda itu mati syahid. “Diikhlaskan, semoga amal ibadahnya diterima,” harapnya.

Sutiaji juga tak lupa mengajak kepada masyarakat agar mentaati protokol kesehatan. Karena hal ini juga termasuk perbuatan baik. “Ayo, sama-sama disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” ajak Sutiaji.

Seperti diketahui, korban meninggal dunia akibat terseret derasnya arus banjir pada Senin (18/1) lalu. Roland Sumarna hanyut ke sungai bersama rumahnya di perumahan Sulfat Inside. Sejak dinyatakan hilang, tim gabungan dari BPBD Kota Malang dan para relawan melakukan pencarian korban. Namun, usaha pencarian ini baru membuahkan hasil pada hari ini sekitar pukul 05.30 WIB. Tepatnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Waduk Sengguruh, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/