alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Dewan Awasi Seleksi Sekkota Malang, Empat Hal Ini Jadi Alasannya

MALANG KOTA – Bursa Sekkota Malang juga menjadi perhatian DPRD Kota Malang. Meski tak terlibat dan tidak punya kewenangan dalam proses seleksi, namun siapa yang terpilih menjadi sekkota juga berkaitan dengan tugas dewan.

Karena itu, Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika menyatakan kursi sekkota harus diisi birokrat senior dan memiliki kompetensi tinggi. ”Sekkota ini kan ketua TAPD (tim anggaran pemerintah daerah) dan legislatif sebagai ketua banggar (badan anggaran). Sehingga perlu kerja sama dan komunikasi yang baik ke depannya,” paparnya.

Made juga menyebut bila sejumlah tugas sudah menanti calon sekkota baru. Dia menyebut, ada empat agenda besar yang harus dikerjakan bareng oleh eksekutif dan legislatif. Yakni Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Malang Tahun 2020, perubahan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), pengajuan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2022, serta pengajuan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

Seperti diketahui, lima orang yang mengincar kursi sekkota Malang semuanya berstatus pejabat publik. Empat di antaranya kini masih aktif menjadi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Mereka adalah Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Ida Ayu Wahyuni; Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang Handi Priyanto; Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang Erik Setyo Santoso; Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang Subhan; serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Malang Mulyono.

Sementara itu, tahapan seleksi sekkota memerlukan waktu setidaknya 3 bulan. Ke depan, tahapan lanjutan akan dilakukan tim panitia seleksi (pansel) sekkota yang sudah dibentuk sejak 15 Maret lalu.

Sejumlah syarat harus dilengkapi kandidat yang mendaftar kandidat sekkota. Seperti harus memiliki pangkat atau golongan paling rendah pembina utama muda atau IV/C. Kandidat juga diharuskan pernah menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama paling singkat 2 tahun dan berusia setinggi-tingginya 56 tahun.

Sebenarnya, bursa itu tidak hanya bisa diikuti ASN di lingkungan Pemkot Malang. ASN di lingkungan Pemprov Jatim maupun kabupaten atau kota lainnya di Jatim juga bisa mengikutinya.(rmc/arl/c1/by)

MALANG KOTA – Bursa Sekkota Malang juga menjadi perhatian DPRD Kota Malang. Meski tak terlibat dan tidak punya kewenangan dalam proses seleksi, namun siapa yang terpilih menjadi sekkota juga berkaitan dengan tugas dewan.

Karena itu, Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika menyatakan kursi sekkota harus diisi birokrat senior dan memiliki kompetensi tinggi. ”Sekkota ini kan ketua TAPD (tim anggaran pemerintah daerah) dan legislatif sebagai ketua banggar (badan anggaran). Sehingga perlu kerja sama dan komunikasi yang baik ke depannya,” paparnya.

Made juga menyebut bila sejumlah tugas sudah menanti calon sekkota baru. Dia menyebut, ada empat agenda besar yang harus dikerjakan bareng oleh eksekutif dan legislatif. Yakni Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Malang Tahun 2020, perubahan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), pengajuan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2022, serta pengajuan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

Seperti diketahui, lima orang yang mengincar kursi sekkota Malang semuanya berstatus pejabat publik. Empat di antaranya kini masih aktif menjadi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Mereka adalah Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Ida Ayu Wahyuni; Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang Handi Priyanto; Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang Erik Setyo Santoso; Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang Subhan; serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Malang Mulyono.

Sementara itu, tahapan seleksi sekkota memerlukan waktu setidaknya 3 bulan. Ke depan, tahapan lanjutan akan dilakukan tim panitia seleksi (pansel) sekkota yang sudah dibentuk sejak 15 Maret lalu.

Sejumlah syarat harus dilengkapi kandidat yang mendaftar kandidat sekkota. Seperti harus memiliki pangkat atau golongan paling rendah pembina utama muda atau IV/C. Kandidat juga diharuskan pernah menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama paling singkat 2 tahun dan berusia setinggi-tingginya 56 tahun.

Sebenarnya, bursa itu tidak hanya bisa diikuti ASN di lingkungan Pemkot Malang. ASN di lingkungan Pemprov Jatim maupun kabupaten atau kota lainnya di Jatim juga bisa mengikutinya.(rmc/arl/c1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/