alexametrics
25.1 C
Malang
Tuesday, 11 May 2021

BPK RI Periksa 40 Kendaraan Dinas Pinjam Pakai, Hasilnya Begini

MALANG KOTA – Sejumlah petugas dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI kemarin (19/4) melakukan pemeriksaan terhadap 40 kendaraan dinas dengan status pinjam pakai. Selain BPK, ada dua instansi lain yang turut ambil bagian dalam pemeriksaan di halaman Blok Office Mini Kota Malang itu, yakni dari Pemkot Malang dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang.

Mobil-mobil dinas itu diperiksa secara bergantian, mulai dari cat, kondisi mesin mobil, nomor mesin, nomor angka, hingga surat-surat kendaraan. Staf Bagian Umum Pemkot Malang Imam Syafii mengatakan bila pemeriksaan itu menjadi bagian dari penyusunan laporan keuangan. ”(Pemeriksaan ini dilakukan) mulai dari Sabtu lalu (17/4) dan hari ini (kemarin),” imbuhnya.

Tujuan utama dari pemeriksaan itu yakni memastikan semua kendaraan sudah sesuai. Artinya masih ada dan utuh selama dipakai. ”Ada 4 petugas BPK RI yang melakukan pemeriksaan di Kota Malang,” kata dia.

Sementara itu, salah satu petugas BPK RI, Ridwan Hasyim, menyebut bila pemeriksaan lanjutan masih akan dilakukan pihaknya. ”Pemeriksaan kendaraan pinjam pakai ini belum selesai semua. Sebab, ada yang masih digunakan bertugas oleh peminjam. Tapi kami akan tunggu sampai hari Rabu mendatang (21/4),” kata dia. Senada dengan Imam, dia juga menyebut bila semua kendaraan itu akan dicek kondisi terkininya. ”Yang kami cek itu seperti nomor mesin, nomor angka, dan surat-suratnya juga,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang Andi Darmawangsa SH MH memastikan bila tahap pemeriksaan kendaraan dinas dengan status pinjam pakai itu memang rutin dilakukan. ”Jadi harus bisa diyakinkan bahwa mobil tersebut masih ada dan kondisinya aman,” terangnya. Dia menyebut bila 40 kendaraan dinas dengan status pinjam pakai itu berasal dari semua instansi. ”Kebetulan kalau kejaksaan hanya ada 4 kendaraan,” imbuh Andi.

Sejauh ini, dari pemeriksaan yang sudah dilakukan dua kali, dia menyebut bila semua kendaraan masih berada dalam kondisi aman. Tidak ada berkas administrasi yang terbengkalai atau kondisi mobil yang kurang aman dikendarai. (rmc/ulf/c1/by)

MALANG KOTA – Sejumlah petugas dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI kemarin (19/4) melakukan pemeriksaan terhadap 40 kendaraan dinas dengan status pinjam pakai. Selain BPK, ada dua instansi lain yang turut ambil bagian dalam pemeriksaan di halaman Blok Office Mini Kota Malang itu, yakni dari Pemkot Malang dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang.

Mobil-mobil dinas itu diperiksa secara bergantian, mulai dari cat, kondisi mesin mobil, nomor mesin, nomor angka, hingga surat-surat kendaraan. Staf Bagian Umum Pemkot Malang Imam Syafii mengatakan bila pemeriksaan itu menjadi bagian dari penyusunan laporan keuangan. ”(Pemeriksaan ini dilakukan) mulai dari Sabtu lalu (17/4) dan hari ini (kemarin),” imbuhnya.

Tujuan utama dari pemeriksaan itu yakni memastikan semua kendaraan sudah sesuai. Artinya masih ada dan utuh selama dipakai. ”Ada 4 petugas BPK RI yang melakukan pemeriksaan di Kota Malang,” kata dia.

Sementara itu, salah satu petugas BPK RI, Ridwan Hasyim, menyebut bila pemeriksaan lanjutan masih akan dilakukan pihaknya. ”Pemeriksaan kendaraan pinjam pakai ini belum selesai semua. Sebab, ada yang masih digunakan bertugas oleh peminjam. Tapi kami akan tunggu sampai hari Rabu mendatang (21/4),” kata dia. Senada dengan Imam, dia juga menyebut bila semua kendaraan itu akan dicek kondisi terkininya. ”Yang kami cek itu seperti nomor mesin, nomor angka, dan surat-suratnya juga,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang Andi Darmawangsa SH MH memastikan bila tahap pemeriksaan kendaraan dinas dengan status pinjam pakai itu memang rutin dilakukan. ”Jadi harus bisa diyakinkan bahwa mobil tersebut masih ada dan kondisinya aman,” terangnya. Dia menyebut bila 40 kendaraan dinas dengan status pinjam pakai itu berasal dari semua instansi. ”Kebetulan kalau kejaksaan hanya ada 4 kendaraan,” imbuh Andi.

Sejauh ini, dari pemeriksaan yang sudah dilakukan dua kali, dia menyebut bila semua kendaraan masih berada dalam kondisi aman. Tidak ada berkas administrasi yang terbengkalai atau kondisi mobil yang kurang aman dikendarai. (rmc/ulf/c1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru