alexametrics
24.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Begawan Apartment Kota Malang Langgar Andalalin?

MALANG KOTA – Ini keluhan lain terhadap Begawan Apartment. Selain datang dari warga yang tinggal di sekitar apartemen tersebut, sorotan juga dikemukakan para pengendara. Pengguna jalan yang biasa melintas di Jalan Raya Tlogomas yang menjadi lokasi Begawan Apartment mengeluhkan aturan markah jalan yang tidak dipatuhi di kawasan tersebut.

”Di situ kan markah utuh. Setahu saya, kalau ada markah utuh, maka dilarang untuk berpindah jalur atau menyeberang,” kata salah seorang sopir angkutan umum yang enggan disebutkan namanya itu.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang kemarin siang (19/5), markah jalan di depan Begawan Apartment memang utuh. Berdasarkan kondisi itu, muncullah pertanyaan soal bagaimana kepatuhan mereka terhadap analisis dampak lalu lintas (andalalin)? Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Heru Mulyono mengakui bila kepatuhan andalalin di area tersebut memang mendapat atensinya.

Itu berkaitan dengan upaya dishub mengurai problem kemacetan yang biasa terjadi dari arah selatan atau dari Dinoyo. ”Tapi di sana itu jalan milik provinsi. Jadi ya kami belum tahu pasti apakah melanggar andalalin atau tidak,” kata Heru. Mantan Camat Klojen itu menjelaskan bila kendaraan tetap bisa berbelok dan melintasi markah utuh di depan Begawan Apartment. Syaratnya, harus ada kajian dan persyaratan yang dipenuhi pihak apartemen.

Salah satunya yakni syarat uji kemacetan. Jika izin tersebut sudah dikantongi Begawan Apartment, maka bisa saja kendaraan dari arah selatan memotong jalur di marka jalan yang utuh tersebut. Secara umum soal andalalin, pejabat Eselon II B Pemkot Malang itu turut mengimbau kepada seluruh warga Kota Malang untuk melengkapinya. ”Intinya harus ada koordinasi dengan dinas terkait, seperti disnaker-PMPTSP (dinas tenaga kerja penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu) dan dishub, agar tak mengganggu lalu lintas,” kata Heru.

Di tempat lain, Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang Erik Setyo Santoso memastikan bila izin mendirikan bangunan (IMB) sudah dipenuhi Begawan Apartment. Hanya, dia mengaku tak hafal kapan izin itu diterbitkan pihaknya. Berdasarkan hal tersebut, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang itu menyebut bila analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dan andalalin semestinya sudah dikantongi Begawan Apartment. ”Jika (IMB) sudah terbit, ya semua persyaratan (itu) berarti telah lengkap,” kata dia.

Untuk memperjelasnya, Jawa Pos Radar Malang koran ini sempat berupaya mengonfirmasi manajemen Begawan Apartment. Mereka pun menjanjikan statement lengkapnya pada siang ini (20/5). Sementara itu, keluhan sejumlah warga di sekitar Begawan Apartment juga turut didengar Wali Kota Malang Sutiaji. Dia mengaku belum mengetahui detail kasus yang dipermasalahkan warga seperti apa. Yang jelas menurutnya, jika ada masalah, dia menyarankan agar manajemen Begawan Apartment bisa mengambil langkah tegas. ”Itu kan masalah internal sebenarnya, ya harus ada diselesaikan,” tegas Sutiaji.

Sebelum problem itu mencuat, Sutiaji menyebut bila Begawan Apartment bisa dijadikan salah satu contoh pengembang yang taat dalam menyerahkan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) ke Pemkot Malang. Penyerahan PSU itu, menurutnya, dilakukan pada bulan Januari lalu. Kini, setelah sejumlah keluhan mencuat, dia menyarankan agar pihak-pihak yang merasa kecewa bisa berkonsultasi ke DPRD Kota Malang. ”Jangan sampai konflik itu berkepanjangan, kalau ada pelanggaran segera lapor saja,” tambah politikus Partai Demokrat itu. . (rmc/adn/c1/by)

MALANG KOTA – Ini keluhan lain terhadap Begawan Apartment. Selain datang dari warga yang tinggal di sekitar apartemen tersebut, sorotan juga dikemukakan para pengendara. Pengguna jalan yang biasa melintas di Jalan Raya Tlogomas yang menjadi lokasi Begawan Apartment mengeluhkan aturan markah jalan yang tidak dipatuhi di kawasan tersebut.

”Di situ kan markah utuh. Setahu saya, kalau ada markah utuh, maka dilarang untuk berpindah jalur atau menyeberang,” kata salah seorang sopir angkutan umum yang enggan disebutkan namanya itu.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang kemarin siang (19/5), markah jalan di depan Begawan Apartment memang utuh. Berdasarkan kondisi itu, muncullah pertanyaan soal bagaimana kepatuhan mereka terhadap analisis dampak lalu lintas (andalalin)? Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Heru Mulyono mengakui bila kepatuhan andalalin di area tersebut memang mendapat atensinya.

Itu berkaitan dengan upaya dishub mengurai problem kemacetan yang biasa terjadi dari arah selatan atau dari Dinoyo. ”Tapi di sana itu jalan milik provinsi. Jadi ya kami belum tahu pasti apakah melanggar andalalin atau tidak,” kata Heru. Mantan Camat Klojen itu menjelaskan bila kendaraan tetap bisa berbelok dan melintasi markah utuh di depan Begawan Apartment. Syaratnya, harus ada kajian dan persyaratan yang dipenuhi pihak apartemen.

Salah satunya yakni syarat uji kemacetan. Jika izin tersebut sudah dikantongi Begawan Apartment, maka bisa saja kendaraan dari arah selatan memotong jalur di marka jalan yang utuh tersebut. Secara umum soal andalalin, pejabat Eselon II B Pemkot Malang itu turut mengimbau kepada seluruh warga Kota Malang untuk melengkapinya. ”Intinya harus ada koordinasi dengan dinas terkait, seperti disnaker-PMPTSP (dinas tenaga kerja penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu) dan dishub, agar tak mengganggu lalu lintas,” kata Heru.

Di tempat lain, Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang Erik Setyo Santoso memastikan bila izin mendirikan bangunan (IMB) sudah dipenuhi Begawan Apartment. Hanya, dia mengaku tak hafal kapan izin itu diterbitkan pihaknya. Berdasarkan hal tersebut, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang itu menyebut bila analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dan andalalin semestinya sudah dikantongi Begawan Apartment. ”Jika (IMB) sudah terbit, ya semua persyaratan (itu) berarti telah lengkap,” kata dia.

Untuk memperjelasnya, Jawa Pos Radar Malang koran ini sempat berupaya mengonfirmasi manajemen Begawan Apartment. Mereka pun menjanjikan statement lengkapnya pada siang ini (20/5). Sementara itu, keluhan sejumlah warga di sekitar Begawan Apartment juga turut didengar Wali Kota Malang Sutiaji. Dia mengaku belum mengetahui detail kasus yang dipermasalahkan warga seperti apa. Yang jelas menurutnya, jika ada masalah, dia menyarankan agar manajemen Begawan Apartment bisa mengambil langkah tegas. ”Itu kan masalah internal sebenarnya, ya harus ada diselesaikan,” tegas Sutiaji.

Sebelum problem itu mencuat, Sutiaji menyebut bila Begawan Apartment bisa dijadikan salah satu contoh pengembang yang taat dalam menyerahkan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) ke Pemkot Malang. Penyerahan PSU itu, menurutnya, dilakukan pada bulan Januari lalu. Kini, setelah sejumlah keluhan mencuat, dia menyarankan agar pihak-pihak yang merasa kecewa bisa berkonsultasi ke DPRD Kota Malang. ”Jangan sampai konflik itu berkepanjangan, kalau ada pelanggaran segera lapor saja,” tambah politikus Partai Demokrat itu. . (rmc/adn/c1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/