alexametrics
21.5 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

26 Juli, Jatah Nongkrong di Cafe Cuma 30 Menit

RADAR MALANG – Pemerintah berencana untuk melonggarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat) secara bertahap pada 26 Juli. Namun dengan catatan, pelonggaran dilakukan jika kasus Covid-19 dikatakan mulai mengalami penurunan. Kelonggaran diberikan kepada beberapa sektor, salah satunya PKL dan jasa potong rambut.

Bahkan, Presiden RI, Joko Widodo sudah memerinci apa saja sektor kehidupan rakyat yang akan dilonggarkan apabila wabah terkendali melalui PPKM Darurat hingga 25 Juli.

“Jika tren kasus terus mengalami penurunan maka 26 juli 2021 pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap,” ujarnya secara virtual, Selasa (20/7).

Salah satu pelonggaran diberikan untuk warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diijinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00 dan maksimum waktu makan untuk setiap pengunjung 30 menit.

Pelonggaran juga diberikan kepada pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha kecil lain yang sejenis, diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00 yang pengaturan teknisnya diatur oleh Pemerintah Daerah.

Menanggapi hal itu, Pemkot Malang masih menunggu kebijakan lanjutan. Melalui Kabag Humas Pemkot Malang Donni Sandito, mereka masih menunggu arahan selanjutnya. Saat ini mereka masih fokus membahas apa yang disampaikan oleh Presiden RI tersebut.

“Masih nunggu Inmendagri lagi,” jawab Donni melalui sambungan whatsapp.

Dengan itu, Pemkot Malang mengikuti arahan dari pusat. Terkait hal teknis selanjutnya, mereka masih menunggu lagi rapat koordinasi lanjutan. Mantan Camat Kedungkandang itu juga masih menunggu kebijakan dari Wali Kota Malang terkait PPKM darurat tersebut.

Pewarta: Aditya Novrian

RADAR MALANG – Pemerintah berencana untuk melonggarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat) secara bertahap pada 26 Juli. Namun dengan catatan, pelonggaran dilakukan jika kasus Covid-19 dikatakan mulai mengalami penurunan. Kelonggaran diberikan kepada beberapa sektor, salah satunya PKL dan jasa potong rambut.

Bahkan, Presiden RI, Joko Widodo sudah memerinci apa saja sektor kehidupan rakyat yang akan dilonggarkan apabila wabah terkendali melalui PPKM Darurat hingga 25 Juli.

“Jika tren kasus terus mengalami penurunan maka 26 juli 2021 pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap,” ujarnya secara virtual, Selasa (20/7).

Salah satu pelonggaran diberikan untuk warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diijinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00 dan maksimum waktu makan untuk setiap pengunjung 30 menit.

Pelonggaran juga diberikan kepada pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha kecil lain yang sejenis, diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00 yang pengaturan teknisnya diatur oleh Pemerintah Daerah.

Menanggapi hal itu, Pemkot Malang masih menunggu kebijakan lanjutan. Melalui Kabag Humas Pemkot Malang Donni Sandito, mereka masih menunggu arahan selanjutnya. Saat ini mereka masih fokus membahas apa yang disampaikan oleh Presiden RI tersebut.

“Masih nunggu Inmendagri lagi,” jawab Donni melalui sambungan whatsapp.

Dengan itu, Pemkot Malang mengikuti arahan dari pusat. Terkait hal teknis selanjutnya, mereka masih menunggu lagi rapat koordinasi lanjutan. Mantan Camat Kedungkandang itu juga masih menunggu kebijakan dari Wali Kota Malang terkait PPKM darurat tersebut.

Pewarta: Aditya Novrian

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/