alexametrics
28.1 C
Malang
Thursday, 7 July 2022

Ditunggu, Peran Aktif Masyarakat dalam Penetapan Cagar Budaya

MALANG – Tak hanya Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang saja yang dapat menetapkan Cagar Budaya, tetapi masyarakat dapat ikut berperan aktif melalui platform http://bit.ly/usulanpenetapanCB. Usulan yang masuk nantinya akan dipertimbangkan oleh TACB.

Peran aktif masyarakat dibutuhkan karena TACB menargetkan 50 benda, bangunan, hingga situs di Kota Malang bisa ditetapkan sebagai cagar budaya tahun ini. Sehingga TACB mengajak peran serta aktif masyarakat untuk menyampaikan usulannya langsung jika di daerahnya ada lokasi yang cocok ditetapkan sebagai cagar budaya.

Sekretaris TACB Kota Malang Agung H Bhuana mengatakan, di Kota Malang banyak cagar budaya yang masih berserakan dan perlu penetapan.
“Khusus bangunan-bangunan cagar budaya, kami sekarang lagi melakukan kajian untuk melengkapi narasi-narasi nilai historis dari sebuah bangunan cagar budaya itu. Makanya kita terbantu jika ada bantuan dari masyarakat yang peduli akan sejarah,” ujar Agung.

Pria yang juga menjabat Kasi Pengembangan Ekonomi Kreatif Disporapar Kota Malang itu menyebut, usulan bisa berupa benda, bangunan, hingga situs. Semuanya bisa langsung disampaikan masyarakat lewat platform tersebut.

“Usulan dari masyarakat itu nanti akan ditindaklanjuti oleh tim, dan akan dilihat secara detail ke lapangan,” ujar Agung.

Dilibatkannya masyarakat untuk ikut andil membuat usulan itu, menurut Agung, menjadi salah satu bagian untuk meningkatkan kesadaran dan kecintaan terhadap benda-benda peninggalan sejarah masa lampau. Karena penyelamatan benda hingga situs sejarah tentu bukan hanya tanggungjawab pemerintah, melainkan membutuhkan peran serta seluruh lapisan masyarakat.

“Karena melestarikan cagar budaya ini adalah sebuah proses panjang yang butuh kerja keras, komitmen, dan biaya yang tidak murah dari semua pihak,” jelas dia.

TACB masih akan terus dilakukan kajian di lapangan untuk mengetahui lebih detail lagi lokasi-lokasi yang belum ditetapkan sebagai cagar budaya. Usulan yang masuk akan disaring dan diseleksi.

Terakhir, TACB akan lakukan tahap sidang rekomendasi tim ahli cagar budaya untuk ditetapkan sebagai usulan penetapan. Wali Kota Malang Sutiaji jadi orang nomor satu yang berwenang menetapkan apakah usulan-usulan itu bisa diterapkan sebagai cagar budaya di Kota Malang.

Pewarta: Errica Vannie

MALANG – Tak hanya Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang saja yang dapat menetapkan Cagar Budaya, tetapi masyarakat dapat ikut berperan aktif melalui platform http://bit.ly/usulanpenetapanCB. Usulan yang masuk nantinya akan dipertimbangkan oleh TACB.

Peran aktif masyarakat dibutuhkan karena TACB menargetkan 50 benda, bangunan, hingga situs di Kota Malang bisa ditetapkan sebagai cagar budaya tahun ini. Sehingga TACB mengajak peran serta aktif masyarakat untuk menyampaikan usulannya langsung jika di daerahnya ada lokasi yang cocok ditetapkan sebagai cagar budaya.

Sekretaris TACB Kota Malang Agung H Bhuana mengatakan, di Kota Malang banyak cagar budaya yang masih berserakan dan perlu penetapan.
“Khusus bangunan-bangunan cagar budaya, kami sekarang lagi melakukan kajian untuk melengkapi narasi-narasi nilai historis dari sebuah bangunan cagar budaya itu. Makanya kita terbantu jika ada bantuan dari masyarakat yang peduli akan sejarah,” ujar Agung.

Pria yang juga menjabat Kasi Pengembangan Ekonomi Kreatif Disporapar Kota Malang itu menyebut, usulan bisa berupa benda, bangunan, hingga situs. Semuanya bisa langsung disampaikan masyarakat lewat platform tersebut.

“Usulan dari masyarakat itu nanti akan ditindaklanjuti oleh tim, dan akan dilihat secara detail ke lapangan,” ujar Agung.

Dilibatkannya masyarakat untuk ikut andil membuat usulan itu, menurut Agung, menjadi salah satu bagian untuk meningkatkan kesadaran dan kecintaan terhadap benda-benda peninggalan sejarah masa lampau. Karena penyelamatan benda hingga situs sejarah tentu bukan hanya tanggungjawab pemerintah, melainkan membutuhkan peran serta seluruh lapisan masyarakat.

“Karena melestarikan cagar budaya ini adalah sebuah proses panjang yang butuh kerja keras, komitmen, dan biaya yang tidak murah dari semua pihak,” jelas dia.

TACB masih akan terus dilakukan kajian di lapangan untuk mengetahui lebih detail lagi lokasi-lokasi yang belum ditetapkan sebagai cagar budaya. Usulan yang masuk akan disaring dan diseleksi.

Terakhir, TACB akan lakukan tahap sidang rekomendasi tim ahli cagar budaya untuk ditetapkan sebagai usulan penetapan. Wali Kota Malang Sutiaji jadi orang nomor satu yang berwenang menetapkan apakah usulan-usulan itu bisa diterapkan sebagai cagar budaya di Kota Malang.

Pewarta: Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/