alexametrics
25.1 C
Malang
Tuesday, 11 May 2021

Bertambah Jadi 6, Dokter IDI Malang Raya Meninggal karena Covid-19

MALANG KOTA – Jumlah dokter IDI Malang Raya yang meninggal dunia karena terpapar Covid-19 bertambah satu menjadi enam dokter. Menyusul dokter yang juga dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) Kota Malang, Dr dr Siswanto MSc meninggal karena positif Covid-19.

Dokter Siswanto meninggal kemarin (20/10) usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Saiful Anwar (RSSA) Malang. Berdasarkan catatan Tim Satgas Covid-19 Kota Malang, sebelumnya ada 5 dokter IDI Malang Raya yang wafat karena terpapar virus korona (Covid-19) ini.

Meninggalnya dokter Siswanto ini dibenarkan oleh Humas RSSA Malang Donny Iryan. “Dokter Siswanto dirawat di RSSA sejak 14 Oktober. Yang bersangkutan dites swab PCR pada 15 Oktober yang diketahui hasilnya positif,” terang Donny.

Meski begitu, Donny menjelaskan bahwa dokter Siswanto tidak terlibat menangani pasien Covid-19 secara langsung. “Beliau adalah staf pengajar di FKUB, sehari-harinya membuka praktik pribadi di daerah Kepanjen,” kata Donny.

Hingga dinyatakan meninggal kemarin, menurut Donny, belum diketahui dengan pasti dari mana yang bersangkutan tertular hingga terinfeksi Covid-19.

Pewarta: Arlita Ulya

MALANG KOTA – Jumlah dokter IDI Malang Raya yang meninggal dunia karena terpapar Covid-19 bertambah satu menjadi enam dokter. Menyusul dokter yang juga dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) Kota Malang, Dr dr Siswanto MSc meninggal karena positif Covid-19.

Dokter Siswanto meninggal kemarin (20/10) usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Saiful Anwar (RSSA) Malang. Berdasarkan catatan Tim Satgas Covid-19 Kota Malang, sebelumnya ada 5 dokter IDI Malang Raya yang wafat karena terpapar virus korona (Covid-19) ini.

Meninggalnya dokter Siswanto ini dibenarkan oleh Humas RSSA Malang Donny Iryan. “Dokter Siswanto dirawat di RSSA sejak 14 Oktober. Yang bersangkutan dites swab PCR pada 15 Oktober yang diketahui hasilnya positif,” terang Donny.

Meski begitu, Donny menjelaskan bahwa dokter Siswanto tidak terlibat menangani pasien Covid-19 secara langsung. “Beliau adalah staf pengajar di FKUB, sehari-harinya membuka praktik pribadi di daerah Kepanjen,” kata Donny.

Hingga dinyatakan meninggal kemarin, menurut Donny, belum diketahui dengan pasti dari mana yang bersangkutan tertular hingga terinfeksi Covid-19.

Pewarta: Arlita Ulya

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru