alexametrics
29.2 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Konde dan Susur Sambut Juri Kampung Bersinar di RW 1 Klojen

MALANG KOTA – Cara penyambutan tim juri Kampung Bersinar ala RW 01 Kelurahan Klojen barangkali bisa ditiru. Alih-alih perempuan cantik berkebaya, RW 01 Kelurahan Klojen “memasang” nenek-nenek lincah (neli) nan ceria untuk menyambut para juri. Beberapa ada yang berpakaian tradisional jawa lengkap dengan konde dan susur. tak lupa mereka semua memakai face shield sebagai bagian dari protokol kesehatan.

Kampung Bersinar Kota Malang 2020

“Kita biasa seperti ini kalau ada kegiatan. Susur ini dikunyah oleh wanita zaman dulu, salahs atu manfaatnya adalah menguatkan gigi,” kata Yayuk yang saat itu berpakaian kebaya pink lengkap dengan jarit sebagai bawahannya.

Yayuk mengatakan, kostum kebaya tempo dulu ini merupakan ciri khas RW 01. Biasanya dandanan model tradisional ini selalu dipakai ketika ada acara seperti hari kemerdekaan, menyambut tamu atau acara istimewa lain.

Rini yang saat itu juga memakai kebaya berwarna hijau beserta susur di mulutnya, mengatakan ingin melestarikan budaya ini. Karena saat ini, pakaian seperti ini sudah tergusur oleh budaya lain. Sehingga dengan demikian dia bisa berperan dalam melestarikan budaya Jawa di lingkungan sekitarnya.

Nenek di RW 1 Klojen memakai kebaya dan jarik lengkap dengan konde dan susur demi melestarikan pakaian tradisional. (Intan Refa / Radar Malang)

Misi Yayuk dan Rini tak hanya pamer kebaya dan susur, mereka juga memperkenalkan minuman tradisional seperti jamu macan krah yang dijual secara online. Ada juga snack dan jajanan tradisional yang dipresentasikan kepada juri Kampung Bersinar yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Malang.

“Kami punya urban farming di lahan kosong milik warga. kalau ada aara yang membutuhkan space luas, kami gelar di sini,” jelas Ketua RW 01 Indra Basuki.

Disepanjang jalan gang perkampungan dilengkapi dengan tanaman keras, di samping tanaman toga dan aneka bunga cantik. Selain itu, lukisan pemandangan yang asri juga terlihat di sepanjang jalan gang di RW 01. Lukisan ini dibuat oleh warga sekitar.

Pewarta: Intan Refa S

MALANG KOTA – Cara penyambutan tim juri Kampung Bersinar ala RW 01 Kelurahan Klojen barangkali bisa ditiru. Alih-alih perempuan cantik berkebaya, RW 01 Kelurahan Klojen “memasang” nenek-nenek lincah (neli) nan ceria untuk menyambut para juri. Beberapa ada yang berpakaian tradisional jawa lengkap dengan konde dan susur. tak lupa mereka semua memakai face shield sebagai bagian dari protokol kesehatan.

Kampung Bersinar Kota Malang 2020

“Kita biasa seperti ini kalau ada kegiatan. Susur ini dikunyah oleh wanita zaman dulu, salahs atu manfaatnya adalah menguatkan gigi,” kata Yayuk yang saat itu berpakaian kebaya pink lengkap dengan jarit sebagai bawahannya.

Yayuk mengatakan, kostum kebaya tempo dulu ini merupakan ciri khas RW 01. Biasanya dandanan model tradisional ini selalu dipakai ketika ada acara seperti hari kemerdekaan, menyambut tamu atau acara istimewa lain.

Rini yang saat itu juga memakai kebaya berwarna hijau beserta susur di mulutnya, mengatakan ingin melestarikan budaya ini. Karena saat ini, pakaian seperti ini sudah tergusur oleh budaya lain. Sehingga dengan demikian dia bisa berperan dalam melestarikan budaya Jawa di lingkungan sekitarnya.

Nenek di RW 1 Klojen memakai kebaya dan jarik lengkap dengan konde dan susur demi melestarikan pakaian tradisional. (Intan Refa / Radar Malang)

Misi Yayuk dan Rini tak hanya pamer kebaya dan susur, mereka juga memperkenalkan minuman tradisional seperti jamu macan krah yang dijual secara online. Ada juga snack dan jajanan tradisional yang dipresentasikan kepada juri Kampung Bersinar yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Malang.

“Kami punya urban farming di lahan kosong milik warga. kalau ada aara yang membutuhkan space luas, kami gelar di sini,” jelas Ketua RW 01 Indra Basuki.

Disepanjang jalan gang perkampungan dilengkapi dengan tanaman keras, di samping tanaman toga dan aneka bunga cantik. Selain itu, lukisan pemandangan yang asri juga terlihat di sepanjang jalan gang di RW 01. Lukisan ini dibuat oleh warga sekitar.

Pewarta: Intan Refa S

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/