alexametrics
21.5 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

RW 5 Samaan Sulap Bungkus Mie Instan Jadi Piring Hingga Taplak Meja

MALANG KOTA – Limbah plastik sudah lama menjadi problem di berbagai belahan dunia. Namun warga RW 05 kelurahan Samaan, Klojen mencoba memecahkan masalah tersebut dengan mengolah limbah plastik menjadi produk yang fungsional. Daur ulang sampah inilah yang menjadi jurus RW 5 Kelurahan Samaan untuk memikat juri Lomba Kampung Bersinar yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Malang.

Kampung Bersinar Kota Malang 2020

Limbah plastik dari bekas bungkus minuman, mie instan dan kopi disulap menjadi barang-barang bernilai ekonomi tinggi. Seperti dibuat menjadi tas, piring hingga taplak meja.

“Sudah dua tahunan ini bikin olahan limbah plastik jadi kerajinan,” kata Woro Wurian Nigsih, salah perajin daur ulang limbah plastik, Selasa (20/10).

Menurutnya, pemasaran produk daur ulang tersebut masih dari warga sekitar. Sesekali, produk tersebut juga diikutkan dalam pameran UMKM. “Sekarang pameran sudah jarang. Jadi andalkan dari orang yang order saja produksinya,” jelas dia.

Selain piring, limbah plastik juga dikreasikan menjadi taplak mejahingga tikar. (Imam N / Radar Malang)

Perilaku peduli lingkungan tak hanya diwujudkan dalam pengolahan limbah plastik, warga juga mengubah lahan tempat pembuangan sampah ilegal jadi lebih bermanfaat, dengan meyulapnya menjadi lahan bercocok tanam.

“Sekarang sudah nggak ada lagi yang buang sampah ke sini,” kata Ketua RT 11/ RW 05 Kelurahan Samaan Teguh Heri Tri Sutarto.

Ketua RW 05 Kelurahan Samaan, Maryono menyampaikan, warganya memang dibebaskan dalam berkreasi dengan bahan daur ulang. Yang terpenting bisa mengurangi sampah di lingkungan.

“Hampir tiap RT ada kerajinan daur ulang,” terang pria yang menjadi ketua Rw sejak tahun 1997 ini.

MALANG KOTA – Limbah plastik sudah lama menjadi problem di berbagai belahan dunia. Namun warga RW 05 kelurahan Samaan, Klojen mencoba memecahkan masalah tersebut dengan mengolah limbah plastik menjadi produk yang fungsional. Daur ulang sampah inilah yang menjadi jurus RW 5 Kelurahan Samaan untuk memikat juri Lomba Kampung Bersinar yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Malang.

Kampung Bersinar Kota Malang 2020

Limbah plastik dari bekas bungkus minuman, mie instan dan kopi disulap menjadi barang-barang bernilai ekonomi tinggi. Seperti dibuat menjadi tas, piring hingga taplak meja.

“Sudah dua tahunan ini bikin olahan limbah plastik jadi kerajinan,” kata Woro Wurian Nigsih, salah perajin daur ulang limbah plastik, Selasa (20/10).

Menurutnya, pemasaran produk daur ulang tersebut masih dari warga sekitar. Sesekali, produk tersebut juga diikutkan dalam pameran UMKM. “Sekarang pameran sudah jarang. Jadi andalkan dari orang yang order saja produksinya,” jelas dia.

Selain piring, limbah plastik juga dikreasikan menjadi taplak mejahingga tikar. (Imam N / Radar Malang)

Perilaku peduli lingkungan tak hanya diwujudkan dalam pengolahan limbah plastik, warga juga mengubah lahan tempat pembuangan sampah ilegal jadi lebih bermanfaat, dengan meyulapnya menjadi lahan bercocok tanam.

“Sekarang sudah nggak ada lagi yang buang sampah ke sini,” kata Ketua RT 11/ RW 05 Kelurahan Samaan Teguh Heri Tri Sutarto.

Ketua RW 05 Kelurahan Samaan, Maryono menyampaikan, warganya memang dibebaskan dalam berkreasi dengan bahan daur ulang. Yang terpenting bisa mengurangi sampah di lingkungan.

“Hampir tiap RT ada kerajinan daur ulang,” terang pria yang menjadi ketua Rw sejak tahun 1997 ini.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/