alexametrics
22 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Hujan Lebat 3 Jam, Kota Malang Tergenang

MALANG KOTA – Hujan lebat yang berlangsung sekitar tiga jam, tepatnya mulai pukul 13.00 sampai 15.00, Selasa (19/10), menimbulkan banyaknya laporan genangan air. Dari data yang diakomodir BPBD, tercatat ada 22 titik yang tergenang air.

”Di Sutoyo dan Glintung itu yang terparah,” terang Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang Alie Mulyanto. Dua titik itu, berdasarkan laporan yang diterima timnya di lapangan, memiliki kedalaman genangan sampai satu meter. ”Dalam arti lain sampai sepinggang orang dewasa, 50 sentimeter sampai satu meter,” tambahnya.

Beberapa titik langganan genangan air seperti Jalan IR Rais, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen juga ikut tergenang. ”Bareng juga ikut dan memang langganan,” singkat dia. Info yang diterima Jawa Pos Radar Malang, ketinggian air di sana mencapai satu meter akibat luapan air dari Sungai Botaled. Selain akses di Jalan Ciliwung juga mengalami banjir cukup parah. Alie mengatakan bahwa banjir yang terjadi kemarin memang cukup merata, kecuali di satu kecamatan.

”Hampir semua kecamatan terkena (banjir), kecuali Sukun. Laporan dari selatan tidak ada genangan air yang menggenang sampai banjir,” ucap dia. Pihaknya mengungkapkan bahwa hujan kemarin sebenarnya sudah terprediksi oleh petugas BMKG, sehari sebelumnya. ”Memang sudah terlaporkan akan ada hujan intensitas tinggi pada siang hari ini (kemarin),” tambah dia.

Meski menyebabkan genangan air di mana-mana, Alie memastikan bahwa banjir tersebut termasuk cepat surut. ”Alirannya lancar, begitu hujan berhenti, bisa cepat surut,” kata Alie. Beruntung, tidak ada korban jiwa akibat banjir tersebut. ”Kalau nilai kerugian kami masih hitung,” kata Alie. Imbas nyata yang terjadi yakni kemacetan cukup parah di beberapa ruas jalan. ”Untuk mengurainya, kami langsung koordinasi untuk menutup beberapa ruas jalan,” imbuh dia.

Saat ini, Alie menyebut bila fasenya memang masuk di musim pancaroba. Dengan dasar itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap potensi bencana. ”Tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan. Seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin,” tutupnya. (biy/by/rmc)

MALANG KOTA – Hujan lebat yang berlangsung sekitar tiga jam, tepatnya mulai pukul 13.00 sampai 15.00, Selasa (19/10), menimbulkan banyaknya laporan genangan air. Dari data yang diakomodir BPBD, tercatat ada 22 titik yang tergenang air.

”Di Sutoyo dan Glintung itu yang terparah,” terang Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang Alie Mulyanto. Dua titik itu, berdasarkan laporan yang diterima timnya di lapangan, memiliki kedalaman genangan sampai satu meter. ”Dalam arti lain sampai sepinggang orang dewasa, 50 sentimeter sampai satu meter,” tambahnya.

Beberapa titik langganan genangan air seperti Jalan IR Rais, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen juga ikut tergenang. ”Bareng juga ikut dan memang langganan,” singkat dia. Info yang diterima Jawa Pos Radar Malang, ketinggian air di sana mencapai satu meter akibat luapan air dari Sungai Botaled. Selain akses di Jalan Ciliwung juga mengalami banjir cukup parah. Alie mengatakan bahwa banjir yang terjadi kemarin memang cukup merata, kecuali di satu kecamatan.

”Hampir semua kecamatan terkena (banjir), kecuali Sukun. Laporan dari selatan tidak ada genangan air yang menggenang sampai banjir,” ucap dia. Pihaknya mengungkapkan bahwa hujan kemarin sebenarnya sudah terprediksi oleh petugas BMKG, sehari sebelumnya. ”Memang sudah terlaporkan akan ada hujan intensitas tinggi pada siang hari ini (kemarin),” tambah dia.

Meski menyebabkan genangan air di mana-mana, Alie memastikan bahwa banjir tersebut termasuk cepat surut. ”Alirannya lancar, begitu hujan berhenti, bisa cepat surut,” kata Alie. Beruntung, tidak ada korban jiwa akibat banjir tersebut. ”Kalau nilai kerugian kami masih hitung,” kata Alie. Imbas nyata yang terjadi yakni kemacetan cukup parah di beberapa ruas jalan. ”Untuk mengurainya, kami langsung koordinasi untuk menutup beberapa ruas jalan,” imbuh dia.

Saat ini, Alie menyebut bila fasenya memang masuk di musim pancaroba. Dengan dasar itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap potensi bencana. ”Tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan. Seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin,” tutupnya. (biy/by/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/