alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Santunan Covid Dihapus, Ahli Waris di Malang Ini Merasa Kena Prank

MALANG KOTA – Dana Santunan sebesar Rp 15 juta untuk korban Covid-19 dipastikan batal diberikan. Menyusul terbitnya SE (surat edaran) Kementerian Sosial (Kemensos) RI Nomor 150/3.2/BS. 01/02/2021. Dalam SE itu disebutkan, usulan dana santunan bagi ahli waris yang telah diajukan ke dinas sosial di tingkat provinsi resmi tidak akan ditindaklanjuti.

Karuan saja hal ini membuat banyak keluarga korban Covid-19 kecewa. Salah satunya Rahmad, yang kehilangan ibunya akibat Covid-19 akhir 2020 lalu. “Kalau saya sih tentunya kecewa ya dengan keputusan tersebut. Karena kami sebagai keluarga korban merasa di-prank. Ayah saya sudah bolak balik ke kecamatan, ke kelurahan, hingga ke dinsos untuk mengurus surat pengajuan dana santunan itu. Kami sudah nunggu sekitar 6 bulanan, ngajukannya mulai tahun kemarin, eh malah tahun ini dihapus,” keluh warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang ini.

Ia berpendapat jika memang dananya tidak ada, pemerintah tidak usah menjanjikan yang muluk-muluk. “Jangan karena korban sudah banyak, dana yang dikeluarkan juga banyak. Lantas tiba-tiba dibatalkan. Harusnya kemensos sudah mempertimbangkan dengan matang ya keputusannya soal dana santunan itu,” pungkas pria berusia 26 tahun itu.

Sebagai informasi, dijelaskan pada SE Kemensos, yakni “Pada tahun anggaran 2021 tidak tersedia alokasi anggaran santunan korban meninggal dunia akibat Covid-19 bagi ahli waris. Sehingga terkait usulan dari Dinas Sosial Provinsi/kab/kota sebelumnya tidak dapat ditindaklanjuti,” bunyi point dari SE Kemensos RI tersebut yang keluar 18 Februari lalu.

Pewarta: Errica Vannie

MALANG KOTA – Dana Santunan sebesar Rp 15 juta untuk korban Covid-19 dipastikan batal diberikan. Menyusul terbitnya SE (surat edaran) Kementerian Sosial (Kemensos) RI Nomor 150/3.2/BS. 01/02/2021. Dalam SE itu disebutkan, usulan dana santunan bagi ahli waris yang telah diajukan ke dinas sosial di tingkat provinsi resmi tidak akan ditindaklanjuti.

Karuan saja hal ini membuat banyak keluarga korban Covid-19 kecewa. Salah satunya Rahmad, yang kehilangan ibunya akibat Covid-19 akhir 2020 lalu. “Kalau saya sih tentunya kecewa ya dengan keputusan tersebut. Karena kami sebagai keluarga korban merasa di-prank. Ayah saya sudah bolak balik ke kecamatan, ke kelurahan, hingga ke dinsos untuk mengurus surat pengajuan dana santunan itu. Kami sudah nunggu sekitar 6 bulanan, ngajukannya mulai tahun kemarin, eh malah tahun ini dihapus,” keluh warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang ini.

Ia berpendapat jika memang dananya tidak ada, pemerintah tidak usah menjanjikan yang muluk-muluk. “Jangan karena korban sudah banyak, dana yang dikeluarkan juga banyak. Lantas tiba-tiba dibatalkan. Harusnya kemensos sudah mempertimbangkan dengan matang ya keputusannya soal dana santunan itu,” pungkas pria berusia 26 tahun itu.

Sebagai informasi, dijelaskan pada SE Kemensos, yakni “Pada tahun anggaran 2021 tidak tersedia alokasi anggaran santunan korban meninggal dunia akibat Covid-19 bagi ahli waris. Sehingga terkait usulan dari Dinas Sosial Provinsi/kab/kota sebelumnya tidak dapat ditindaklanjuti,” bunyi point dari SE Kemensos RI tersebut yang keluar 18 Februari lalu.

Pewarta: Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/