alexametrics
26 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

100 Ribu AstraZeneca Disuntikkan Untuk Lansia dan Pelayan Publik

MALANG KOTA – Vaksin AstraZeneca sudah mulai disuntikkan untuk masyarakat Kota Malang sejak Senin lalu (17/5). Sebanyak 100 ribu dosis vaksin AstraZeneca yang datang itu, sudah didistribusikan ke 76 fasilitas kesehatan.

“Sasarannya lansia dan petugas layanan publik. Diutamakan guru PAUD sampai guru SMA,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif.

Masa injeksi vaksin AstraZeneca ini, pihaknya berharap sudah selesai maksimal 30 Juni mendatang. Baik itu lansia maupun guru PAUD sampai dengan SMA. Sehingga menjelang pembelajaran tatap muka pada 2 Juli mendatang, para tenaga didik dan kependidikan sudah tervaksin.

Banyak yang khawatir dengan efek yang mungkin ditimbulkannya, salah satunya karena informasi Kementerian Kesehatan yang menarik vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547 untuk diuji klinis. Informasi tersebut menambah buruk persepsi masyarakat.

Akan tetapi, dr Husnul menuturkan masyarakat tidak perlu khawatir. “Masyarakat tidak usah khawatir, vaksin ini kan sama seperti sebelumnya. Hanya produsennya ini berbeda. Vaksin yang ditarik itu kan masih diuji klinis, di Jatim tidak ada yang dapat vaksin batch itu,” lanjutnya.

Jarak antara vaksin dosis pertama dan kedua, vaksin AstraZeneca juga berbeda dengan Sinovac. Vaksin Sinovac berjarak 14 hari antara dosis pertama dan kedua, sedangkan untuk lansia 28 hari. Tapi vaksin AstraZeneca baik lansia maupun umum berjarak 12 minggu antara dosis pertama dan kedua.

Pewarta: Intan Refa Septiana

MALANG KOTA – Vaksin AstraZeneca sudah mulai disuntikkan untuk masyarakat Kota Malang sejak Senin lalu (17/5). Sebanyak 100 ribu dosis vaksin AstraZeneca yang datang itu, sudah didistribusikan ke 76 fasilitas kesehatan.

“Sasarannya lansia dan petugas layanan publik. Diutamakan guru PAUD sampai guru SMA,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif.

Masa injeksi vaksin AstraZeneca ini, pihaknya berharap sudah selesai maksimal 30 Juni mendatang. Baik itu lansia maupun guru PAUD sampai dengan SMA. Sehingga menjelang pembelajaran tatap muka pada 2 Juli mendatang, para tenaga didik dan kependidikan sudah tervaksin.

Banyak yang khawatir dengan efek yang mungkin ditimbulkannya, salah satunya karena informasi Kementerian Kesehatan yang menarik vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547 untuk diuji klinis. Informasi tersebut menambah buruk persepsi masyarakat.

Akan tetapi, dr Husnul menuturkan masyarakat tidak perlu khawatir. “Masyarakat tidak usah khawatir, vaksin ini kan sama seperti sebelumnya. Hanya produsennya ini berbeda. Vaksin yang ditarik itu kan masih diuji klinis, di Jatim tidak ada yang dapat vaksin batch itu,” lanjutnya.

Jarak antara vaksin dosis pertama dan kedua, vaksin AstraZeneca juga berbeda dengan Sinovac. Vaksin Sinovac berjarak 14 hari antara dosis pertama dan kedua, sedangkan untuk lansia 28 hari. Tapi vaksin AstraZeneca baik lansia maupun umum berjarak 12 minggu antara dosis pertama dan kedua.

Pewarta: Intan Refa Septiana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/