alexametrics
22.3 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Banyak Pelanggar Prokes, Pemkot Malang Siapkan Sidak

MALANG KOTA – Peningkatan kasus baru Covid-19 di Kota Malang berimbas pada sejumlah hal. Kini pengawasan terhadap kepatuhan protokol kesehatan (prokes) kembali diketati. Cara itu dianggap paling efektif untuk menekan penambahan kasus baru.

Sebab, saat ini rata-rata ada penambahan 12 kasus Covid-19 di Kota Malang. Menindaklanjuti rekapitulasi itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyebut bila pihaknya akan lebih intens melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Tempat-tempat yang diduga banyak terjadi pelanggaran prokes bakal disambangi. Utamanya tempat yang mengundang kerumunan. ”Kami akan gencarkan lagi patroli lagi jika masyarakat abai terhadap prokes,” tegas dia. Politikus Partai Demokrat itu tak pernah bosan untuk mengingatkan agar masyarakat tetap menggunakan masker ketika berada di luar rumah serta rajin untuk menjaga jarak.

Sikap tegas dan imbauan itu salah satunya didasarkan pada varian baru Covid-19 yang sudah bermunculan di sejumlah daerah di Jawa Timur. Pria yang juga menjadi ketua Satgas Covid-19 Kota Malang itu tak ingin varian baru tersebut masuk ke Kota Malang.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif. Dia menjelaskan bila kenaikan kasus Covid-19 di Kota Malang cenderung fluktuatif. Khusus untuk bed occupancy ratio (BOR) ICU, kini telah mencapai angka 54 persen.

”Ini memang tinggi, namun jika sudah 60 persen ke atas justru lebih bahaya,” ujarnya.

BOR sendiri merupakan angka keterisian ruang penanganan pasien Covid-19. Saat ini total ada 11 rumah sakit (RS) yang menjadi tempat rujukan penanganan Covid-19. Beberapa di antaranya yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar Kota Malang, RS Hermina, RS Persada, RSUD Kota Malang, Rumah Sakit Tentara dr Soepraoen, RS Islam Unisma, RS Panti Nirmala, dan RS Islam Aisyiyah.

Senada dengan Sutiaji, mantan Direktur RSUD Kota Malang itu mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi prokes. Sebab, dia mengaku, masih banyak ditemui masyarakat yang mulai abai terhadap prokes. Disinggung soal varian baru virus korona, hingga kemarin (20/6) dia memastikan bila temuan di Kota Malang belum ada.

”Sejauh ini, masih (varian) virus lama. Belum ada laporan terkait varian baru,” tutup Husnul. (adn/c1/by/rmc)

MALANG KOTA – Peningkatan kasus baru Covid-19 di Kota Malang berimbas pada sejumlah hal. Kini pengawasan terhadap kepatuhan protokol kesehatan (prokes) kembali diketati. Cara itu dianggap paling efektif untuk menekan penambahan kasus baru.

Sebab, saat ini rata-rata ada penambahan 12 kasus Covid-19 di Kota Malang. Menindaklanjuti rekapitulasi itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyebut bila pihaknya akan lebih intens melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Tempat-tempat yang diduga banyak terjadi pelanggaran prokes bakal disambangi. Utamanya tempat yang mengundang kerumunan. ”Kami akan gencarkan lagi patroli lagi jika masyarakat abai terhadap prokes,” tegas dia. Politikus Partai Demokrat itu tak pernah bosan untuk mengingatkan agar masyarakat tetap menggunakan masker ketika berada di luar rumah serta rajin untuk menjaga jarak.

Sikap tegas dan imbauan itu salah satunya didasarkan pada varian baru Covid-19 yang sudah bermunculan di sejumlah daerah di Jawa Timur. Pria yang juga menjadi ketua Satgas Covid-19 Kota Malang itu tak ingin varian baru tersebut masuk ke Kota Malang.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif. Dia menjelaskan bila kenaikan kasus Covid-19 di Kota Malang cenderung fluktuatif. Khusus untuk bed occupancy ratio (BOR) ICU, kini telah mencapai angka 54 persen.

”Ini memang tinggi, namun jika sudah 60 persen ke atas justru lebih bahaya,” ujarnya.

BOR sendiri merupakan angka keterisian ruang penanganan pasien Covid-19. Saat ini total ada 11 rumah sakit (RS) yang menjadi tempat rujukan penanganan Covid-19. Beberapa di antaranya yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar Kota Malang, RS Hermina, RS Persada, RSUD Kota Malang, Rumah Sakit Tentara dr Soepraoen, RS Islam Unisma, RS Panti Nirmala, dan RS Islam Aisyiyah.

Senada dengan Sutiaji, mantan Direktur RSUD Kota Malang itu mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi prokes. Sebab, dia mengaku, masih banyak ditemui masyarakat yang mulai abai terhadap prokes. Disinggung soal varian baru virus korona, hingga kemarin (20/6) dia memastikan bila temuan di Kota Malang belum ada.

”Sejauh ini, masih (varian) virus lama. Belum ada laporan terkait varian baru,” tutup Husnul. (adn/c1/by/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/