alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Bukan Dianiaya, Bos Nine House Malang Sebut Korban Terbentur Lemari

MALANG KOTA – Kamis lalu, perkara penganiayaan yang dilakukan oleh J, bos Nine House Alfresco, Jalan Tangkuban Perahu, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen kepada MT, 36 mencuat ke publik. J menyangkal terjadi penganiayaan, ia menyebut, MT terluka karena terbentur lemari.

Sebelumnya dalam banyak pemberitaan, MT dituduh oleh J telah menggelapkan uang senilai Rp 4,7 juta. Uang itu sendiri digunakan untuk membeli pasokan bahan restoran. “Dia ini juga suka menaik-naikan harga, misal ayam, dalam beberapa hari itu bisa dinaikan sampai Rp 50 ribu,” kata J.

Dalam perkara penggelapan ini, N, yang merupakan saudara MT juga dilibatkan, disebut-sebut bahwa N menerima transfer dari rekan bos MT yang lama selaku suplier.

“Dia (N) ini terima transfer, nah MT ini cuma dapat invoice kosong sama V (rekan bos MT yang lama),” imbuhnya.

Ia menjelaskan bahwa luka lebam yang ada pada mata MT merupakan akibat korban terbentur lemari. “Apakah ada saksi yang melihat kalau saya memukul dia (MT)? Matanya memar karena dia cari data karena sedang ada audit di ruang meeting, dia terbentur sendiri lemari,” kilah dia.

J menambahkan bila saat audit berlangsung terdapat karyawan yang lain. “Ada yang lain, perempuan semua. Nah semua juga saya kasih makan dan minum saat itu berlangsung,” ujar J. Hingga berita ini terbit, kondisi MT masih tergeletak lemah di rumah sakit.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo mengatakan masih menanti pihak MT untuk dimintai keterangan. “Iya, kami masih menanti kesehatan dari pelapor supaya pemeriksaan bisa dilakukan. Kami terakhir ke RS masih belum bisa diminta keterangan,” pungkas dia.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Kamis lalu, perkara penganiayaan yang dilakukan oleh J, bos Nine House Alfresco, Jalan Tangkuban Perahu, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen kepada MT, 36 mencuat ke publik. J menyangkal terjadi penganiayaan, ia menyebut, MT terluka karena terbentur lemari.

Sebelumnya dalam banyak pemberitaan, MT dituduh oleh J telah menggelapkan uang senilai Rp 4,7 juta. Uang itu sendiri digunakan untuk membeli pasokan bahan restoran. “Dia ini juga suka menaik-naikan harga, misal ayam, dalam beberapa hari itu bisa dinaikan sampai Rp 50 ribu,” kata J.

Dalam perkara penggelapan ini, N, yang merupakan saudara MT juga dilibatkan, disebut-sebut bahwa N menerima transfer dari rekan bos MT yang lama selaku suplier.

“Dia (N) ini terima transfer, nah MT ini cuma dapat invoice kosong sama V (rekan bos MT yang lama),” imbuhnya.

Ia menjelaskan bahwa luka lebam yang ada pada mata MT merupakan akibat korban terbentur lemari. “Apakah ada saksi yang melihat kalau saya memukul dia (MT)? Matanya memar karena dia cari data karena sedang ada audit di ruang meeting, dia terbentur sendiri lemari,” kilah dia.

J menambahkan bila saat audit berlangsung terdapat karyawan yang lain. “Ada yang lain, perempuan semua. Nah semua juga saya kasih makan dan minum saat itu berlangsung,” ujar J. Hingga berita ini terbit, kondisi MT masih tergeletak lemah di rumah sakit.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo mengatakan masih menanti pihak MT untuk dimintai keterangan. “Iya, kami masih menanti kesehatan dari pelapor supaya pemeriksaan bisa dilakukan. Kami terakhir ke RS masih belum bisa diminta keterangan,” pungkas dia.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/