alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Uji Kepatutan Calon Rektor UIN Malang Ditunda, Begini Reaksi Senat

MALANG KOTA – Besok pagi (22/6) seharusnya tahapan seleksi pemilihan rektor (pilrek) UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang memasuki babak penting. Enam kandidat calon rektor bakal mengikuti uji kepatutan di depan Komisi Seleksi Kementerian Agama (Komsel Kemenag) RI. Namun ternyata tahapan krusial tersebut mendadak ditunda oleh Komsel Kemenag RI.

Ketua Senat UIN Maliki Malang Prof Dr Muhtadi Ridwan MA mengaku baru mengetahui adanya penundaan tersebut kemarin sore. Hanya saja, pihaknya belum mengetahui alasan penundaan tahapan uji kepatutan. ”Wah, saya kurang tahu detailnya karena apa ya,” katanya.

Guru besar (gubes) bidang Ilmu Ekonomi Syariah UIN Maliki Malang itu hanya berharap proses pilrek tak ditunda terlalu lama. Sebab, UIN Maliki Malang bakal mengalami kekosongan rektor jika per 28 Juli mendatang belum dilantik rektor baru. Untuk itu, Prof Muhtadi menginginkan penundaan tersebut tak sampai akhir bulan ini.

Terlepas dari penundaan tersebut, dia menilai malah menguntungkan para calon. Sebab, dengan penundaan itu mereka bisa jauh lebih siap menghadapi tahapan seleksi. Apalagi, uji kepatutan ini merupakan salah satu syarat yang wajib diikuti oleh mereka. ”Penundaan ini juga ada berkahnya, tapi juga harus diperhatikan bahwa batas akhir masa jabatan rektor sampai bulan depan,” terang Prof Muhtadi.

Pewarta: Aditya Novrian

MALANG KOTA – Besok pagi (22/6) seharusnya tahapan seleksi pemilihan rektor (pilrek) UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang memasuki babak penting. Enam kandidat calon rektor bakal mengikuti uji kepatutan di depan Komisi Seleksi Kementerian Agama (Komsel Kemenag) RI. Namun ternyata tahapan krusial tersebut mendadak ditunda oleh Komsel Kemenag RI.

Ketua Senat UIN Maliki Malang Prof Dr Muhtadi Ridwan MA mengaku baru mengetahui adanya penundaan tersebut kemarin sore. Hanya saja, pihaknya belum mengetahui alasan penundaan tahapan uji kepatutan. ”Wah, saya kurang tahu detailnya karena apa ya,” katanya.

Guru besar (gubes) bidang Ilmu Ekonomi Syariah UIN Maliki Malang itu hanya berharap proses pilrek tak ditunda terlalu lama. Sebab, UIN Maliki Malang bakal mengalami kekosongan rektor jika per 28 Juli mendatang belum dilantik rektor baru. Untuk itu, Prof Muhtadi menginginkan penundaan tersebut tak sampai akhir bulan ini.

Terlepas dari penundaan tersebut, dia menilai malah menguntungkan para calon. Sebab, dengan penundaan itu mereka bisa jauh lebih siap menghadapi tahapan seleksi. Apalagi, uji kepatutan ini merupakan salah satu syarat yang wajib diikuti oleh mereka. ”Penundaan ini juga ada berkahnya, tapi juga harus diperhatikan bahwa batas akhir masa jabatan rektor sampai bulan depan,” terang Prof Muhtadi.

Pewarta: Aditya Novrian

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/