alexametrics
18.6 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Janji Pemkot Malang, Jembatan Kedungkandang Dibuka Oktober

MALANG KOTA – Setelah tujuh tahun terbengkalai, sejak 2013, sekarang proyek pembangunan jembatan kedungkandang hampir selesai dan dapat digunakan. Jika tidak ada aral melintang, pemerintah kota (Pemkot) Malang menjanjikan pada bulan Oktober mendatang sudah bisa difungsikan secara sementara untuk kendaraan roda dua.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Hadi Santoso, kemarin (19/9) mengatakan ”Oktober ini semoga bisa dilalui oleh sepeda motor,” ungkap Sony, panggilan akrab Hadi Santoso itu memaparkan.

Ia menyebut, pada September ini, masih menuntaskan beberapa bangunan. ”Termasuk pemasangan balok girder yang ditarget selesai terpasang pada akhir September ini,” katanya.

Balok girder adalah balok yang berada di antara dua penyangga yang dapat berupa pear atau abutment. Barulah, pada November semakin dirampungkan hingga Desember. Jadi, pergantian tahun baru 2020 ke 2021 mendatang harapannya sudah bisa dilewati semua kendaraan. Untuk itu, petugas sudah diinstruksikan lembur di hari Minggu. Meski demikian, para pekerja tetap melaksanakan aturan dalam protokol kesehatan. Di lokasi, semua pondasi jembatan pun sudah selesai dipasang.

Lebih jauh, Sony memaparkan, desain Jembatan Kedungkandang tidak jauh berbeda dengan detail engineering design (DED) yang dibuat sebelumnya. Jembatan bangunan akan membentang sepanjang 320 meter dengan lebar 14 meter.

”Jembatan yang ada sekarang akan tetap digunakan untuk U-turn dan akan ada trotoar di sisi kanan dan kiri jalan,” imbuhnya. Sebelumnya telah dilakukan upaya penambahan beberapa konstruksi. Hal itu sudah dibahas terlebih dulu dengan tim ahli teknis Universitas Brawijaya (UB). Terutama untuk mengukur kondisi tanah dan pondasi awal jembatan. Hasilnya memang perlu ada penguatan di beberapa sisinya.

Sony mengatakan, jembatan tersebut termasuk salah satu prioritas pembangunan untuk kepentingan ekonomi masyarakat Malang Raya. Terlebih setelah dioperasikannya exit Madyopuro Tol Malang-Pandaan (Mapan). Sehingga, memang dibutuhkan jalur khusus untuk mengurai kemacetan.

”Jembatan Kedungkandang ini menjadi komitmen pemerintah dengan dioperasikannya exit Madyopuro Tol Mapan,” pungkasnya.

Pewarta: Sandra Desi C

MALANG KOTA – Setelah tujuh tahun terbengkalai, sejak 2013, sekarang proyek pembangunan jembatan kedungkandang hampir selesai dan dapat digunakan. Jika tidak ada aral melintang, pemerintah kota (Pemkot) Malang menjanjikan pada bulan Oktober mendatang sudah bisa difungsikan secara sementara untuk kendaraan roda dua.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Hadi Santoso, kemarin (19/9) mengatakan ”Oktober ini semoga bisa dilalui oleh sepeda motor,” ungkap Sony, panggilan akrab Hadi Santoso itu memaparkan.

Ia menyebut, pada September ini, masih menuntaskan beberapa bangunan. ”Termasuk pemasangan balok girder yang ditarget selesai terpasang pada akhir September ini,” katanya.

Balok girder adalah balok yang berada di antara dua penyangga yang dapat berupa pear atau abutment. Barulah, pada November semakin dirampungkan hingga Desember. Jadi, pergantian tahun baru 2020 ke 2021 mendatang harapannya sudah bisa dilewati semua kendaraan. Untuk itu, petugas sudah diinstruksikan lembur di hari Minggu. Meski demikian, para pekerja tetap melaksanakan aturan dalam protokol kesehatan. Di lokasi, semua pondasi jembatan pun sudah selesai dipasang.

Lebih jauh, Sony memaparkan, desain Jembatan Kedungkandang tidak jauh berbeda dengan detail engineering design (DED) yang dibuat sebelumnya. Jembatan bangunan akan membentang sepanjang 320 meter dengan lebar 14 meter.

”Jembatan yang ada sekarang akan tetap digunakan untuk U-turn dan akan ada trotoar di sisi kanan dan kiri jalan,” imbuhnya. Sebelumnya telah dilakukan upaya penambahan beberapa konstruksi. Hal itu sudah dibahas terlebih dulu dengan tim ahli teknis Universitas Brawijaya (UB). Terutama untuk mengukur kondisi tanah dan pondasi awal jembatan. Hasilnya memang perlu ada penguatan di beberapa sisinya.

Sony mengatakan, jembatan tersebut termasuk salah satu prioritas pembangunan untuk kepentingan ekonomi masyarakat Malang Raya. Terlebih setelah dioperasikannya exit Madyopuro Tol Malang-Pandaan (Mapan). Sehingga, memang dibutuhkan jalur khusus untuk mengurai kemacetan.

”Jembatan Kedungkandang ini menjadi komitmen pemerintah dengan dioperasikannya exit Madyopuro Tol Mapan,” pungkasnya.

Pewarta: Sandra Desi C

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/