alexametrics
23.6 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Keberagaman, RW 02 Kauman Merancang Ikon Tanaman Berbeda di Tiap RT

MALANG KOTA – Warga RW 02 Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen merancang setiap RT di wilayahnya memiliki tanaman ikon sendiri. Dengan demikian dari 7 RT harus berbeda tanaman yang ditanam.

“Memang sudah direncanakan di tingkat RW agar tiap RT punya ikon yang beda-beda,” kata kader lingkungan RW 02 Kauman Sujiati, saat menerima tim juri lomba Kampung Bersinar, Rabu (21/10).

Dia mencontohkan ikon tanaman masing-masing RT, seperti RT 06 daun mint, RT 03 daun pandan, dan RT 02 stroberi. Dengan bermacam-macam ikon tanaman, hasilnya nanti bisa diolah oleh masyarakat untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

“Minimal bisa menambah pemasukan keluarga. Karena di sini nanti akan dijadikan kampung heritage,” jelas ibu dua anak ini.

Tak hanya itu, Sujiati melanjutkan, pihaknya juga memaksimalkan bahan daur ulang untuk pot. Sehingga, sampah nonorganik bisa dibuat pot. “Biar ada solusi buat sampah lingkungan non organik,” ungkap dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Kampung Tangguh RW 02 Kauman Tri Wahyu Oktaviani menyampaikan, di tempatnya juga ada kampung tangguh yang dibentuk sejak sekitar Mei lalu. Salah satu program utamanya adalah sosialiasi protap kesehatan. “Kami juga lakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan RW,” jelas ujar Tri.

Pewarta: Imam Nasrodin
Keberagaman tanaman di tiap RT diusahakan warga RW 02 Kelurahan Kauman agar memiliki ikon masing-masing. (Imam Nasrodin/Radar Malang)

MALANG KOTA – Warga RW 02 Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen merancang setiap RT di wilayahnya memiliki tanaman ikon sendiri. Dengan demikian dari 7 RT harus berbeda tanaman yang ditanam.

“Memang sudah direncanakan di tingkat RW agar tiap RT punya ikon yang beda-beda,” kata kader lingkungan RW 02 Kauman Sujiati, saat menerima tim juri lomba Kampung Bersinar, Rabu (21/10).

Dia mencontohkan ikon tanaman masing-masing RT, seperti RT 06 daun mint, RT 03 daun pandan, dan RT 02 stroberi. Dengan bermacam-macam ikon tanaman, hasilnya nanti bisa diolah oleh masyarakat untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

“Minimal bisa menambah pemasukan keluarga. Karena di sini nanti akan dijadikan kampung heritage,” jelas ibu dua anak ini.

Tak hanya itu, Sujiati melanjutkan, pihaknya juga memaksimalkan bahan daur ulang untuk pot. Sehingga, sampah nonorganik bisa dibuat pot. “Biar ada solusi buat sampah lingkungan non organik,” ungkap dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Kampung Tangguh RW 02 Kauman Tri Wahyu Oktaviani menyampaikan, di tempatnya juga ada kampung tangguh yang dibentuk sejak sekitar Mei lalu. Salah satu program utamanya adalah sosialiasi protap kesehatan. “Kami juga lakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan RW,” jelas ujar Tri.

Pewarta: Imam Nasrodin
Keberagaman tanaman di tiap RT diusahakan warga RW 02 Kelurahan Kauman agar memiliki ikon masing-masing. (Imam Nasrodin/Radar Malang)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/