alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Pentolin Bikin Baduta Tetap Bisa Imunisasi Meski Pandemi

MALANG KOTA – Bangunan Puskesmas Cisadea yang mungil tak membuat tenaga kesehatan di sana kehabisan akal untuk mengatur pelaksanaan imuniasasi. Dengan Pentolin (Pendaftaran Online Atur Antrian), para ibu yang memiliki bayi dan baduta (bawah dua tahun) tidak perlu lagi khawatir akan berdesakkan dengan pasen lain di puskesmas.

Untuk menyiasati jadwal agar tidak overload, peserta diminta untuk daftar secara online melalui grup-grup posyandu atau petugas imunisasi. Cara ini juga untuk meminimalisasi kerumunan sebagai upaya pencegahan penyebaran covid-19.

“Hal ini dilakukan untuk meningkatkan program imunisasi dasar lengkap yang sempat jumlahnya turun jauh. Sebab selama pandemi kan tetap harus diadakan imunisasi, dan tetap diatur agar tidak berkerumun dengan sistem Pentolin tadi,” Kepala Puskesmas Cisadea Kustiningtyas SKL.

Ia mengatakan, sebelum pandemi imunisasi dilakukan seminggu sekali.”Dulu kami justru satu minggu hanya satu kali pada Rabu karena ada posyandu setiap hari. Nah saat pandemi, posyandu sementara masih off, layanan imunisasi di puskesmas dibuka selama dua hari. Selasa dan Rabu. Sehari maksimal kami batasi 20 saja,” terang wanita yang menjabat sejak 2017 itu.

Selain itu, pihaknya juga membuka imunisasi di Poskeskel (Pos Kesehatan Kelurahan). “Biasanya di hari Selasa. Kami adakan di tiap Poskeskel agar mereka tidak usah ke sini. Karena imunisasi ini penting, terutama untuk imunisasi polio,” pungkasnya.

Pewarta: Errica V

MALANG KOTA – Bangunan Puskesmas Cisadea yang mungil tak membuat tenaga kesehatan di sana kehabisan akal untuk mengatur pelaksanaan imuniasasi. Dengan Pentolin (Pendaftaran Online Atur Antrian), para ibu yang memiliki bayi dan baduta (bawah dua tahun) tidak perlu lagi khawatir akan berdesakkan dengan pasen lain di puskesmas.

Untuk menyiasati jadwal agar tidak overload, peserta diminta untuk daftar secara online melalui grup-grup posyandu atau petugas imunisasi. Cara ini juga untuk meminimalisasi kerumunan sebagai upaya pencegahan penyebaran covid-19.

“Hal ini dilakukan untuk meningkatkan program imunisasi dasar lengkap yang sempat jumlahnya turun jauh. Sebab selama pandemi kan tetap harus diadakan imunisasi, dan tetap diatur agar tidak berkerumun dengan sistem Pentolin tadi,” Kepala Puskesmas Cisadea Kustiningtyas SKL.

Ia mengatakan, sebelum pandemi imunisasi dilakukan seminggu sekali.”Dulu kami justru satu minggu hanya satu kali pada Rabu karena ada posyandu setiap hari. Nah saat pandemi, posyandu sementara masih off, layanan imunisasi di puskesmas dibuka selama dua hari. Selasa dan Rabu. Sehari maksimal kami batasi 20 saja,” terang wanita yang menjabat sejak 2017 itu.

Selain itu, pihaknya juga membuka imunisasi di Poskeskel (Pos Kesehatan Kelurahan). “Biasanya di hari Selasa. Kami adakan di tiap Poskeskel agar mereka tidak usah ke sini. Karena imunisasi ini penting, terutama untuk imunisasi polio,” pungkasnya.

Pewarta: Errica V

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/