alexametrics
22 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Akhir Tahun, Warga Malang Ramai-Ramai Plesir ke Luar Negeri

MALANG KOTA – Memasuki akhir tahun, permohonan pembuatan paspor warga Malang Raya mulai meningkat. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang mencatat, dalam sehari rata-rata ada sekitar 100 warga yang membuat paspor.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang Ramdhani mengatakan, kenaikan permohonan pembuatan paspor tersebut mulai terlihat sejak awal November lalu. Di antaranya seperti di Unit Layanan Paspor (ULP) Lippo Plaza Batu rata-rata sekitar 25 permohonan. Di Unit Kerja Keimigrasian (UKK) terdapat 25 permohonan dan di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang sebanyak 50 permohonan.

“Padahal, dari kuota kita yang 25 di kantor imigrasi, sekarang sudah melonjak. Jadi secara keseluruhan totalnya sekitar 100 permohonan per hari,” katanya. Menurutnya, kenaikan permohonan paspor itu terjadi lantaran banyak negara-negara yang sudah membuka diri untuk menerima kunjungan warga negara asing (WNA). Baik untuk bekerja, liburan maupun keperluan tujuan lain. Seperti di Arab Saudi yang telah membuka untuk kunjungan ibadah umrah. “Sehingga ada ledakan yang masif terjadi di kantor-kantor imigrasi untuk pembuatan paspor,” ujarnya.

Sebagai antisipasi lonjakan permohonan paspor yang semakin tinggi, pihaknya menyiapkan strategi pelayanan secara online. Dia mengungkapkan, layanan secara online juga menjadi upaya antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19. “Karena masih banyak masyarakat yang belum terlayani, makanya kita berusaha untuk berkoordinasi dengan pusat minta tambahan kuota supaya masyarakat yang datang meminta layanan bisa dilayani dengan baik,” jelasnya.

 

Dari data yang ada di Kota Malang sepanjang Januari hingga Oktober lalu, pembuatan paspor tertinggi yakni untuk keperluan wisata sebanyak 4.023 paspor. Disusul, paspor untuk tujuan umrah sebanyak 954 paspor. Selebihnya pengurusan paspor untuk bekerja, haji maupun studi pendidikan.(nug/nay)

 

Pewarta: Nugraha Perdana

MALANG KOTA – Memasuki akhir tahun, permohonan pembuatan paspor warga Malang Raya mulai meningkat. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang mencatat, dalam sehari rata-rata ada sekitar 100 warga yang membuat paspor.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang Ramdhani mengatakan, kenaikan permohonan pembuatan paspor tersebut mulai terlihat sejak awal November lalu. Di antaranya seperti di Unit Layanan Paspor (ULP) Lippo Plaza Batu rata-rata sekitar 25 permohonan. Di Unit Kerja Keimigrasian (UKK) terdapat 25 permohonan dan di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang sebanyak 50 permohonan.

“Padahal, dari kuota kita yang 25 di kantor imigrasi, sekarang sudah melonjak. Jadi secara keseluruhan totalnya sekitar 100 permohonan per hari,” katanya. Menurutnya, kenaikan permohonan paspor itu terjadi lantaran banyak negara-negara yang sudah membuka diri untuk menerima kunjungan warga negara asing (WNA). Baik untuk bekerja, liburan maupun keperluan tujuan lain. Seperti di Arab Saudi yang telah membuka untuk kunjungan ibadah umrah. “Sehingga ada ledakan yang masif terjadi di kantor-kantor imigrasi untuk pembuatan paspor,” ujarnya.

Sebagai antisipasi lonjakan permohonan paspor yang semakin tinggi, pihaknya menyiapkan strategi pelayanan secara online. Dia mengungkapkan, layanan secara online juga menjadi upaya antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19. “Karena masih banyak masyarakat yang belum terlayani, makanya kita berusaha untuk berkoordinasi dengan pusat minta tambahan kuota supaya masyarakat yang datang meminta layanan bisa dilayani dengan baik,” jelasnya.

 

Dari data yang ada di Kota Malang sepanjang Januari hingga Oktober lalu, pembuatan paspor tertinggi yakni untuk keperluan wisata sebanyak 4.023 paspor. Disusul, paspor untuk tujuan umrah sebanyak 954 paspor. Selebihnya pengurusan paspor untuk bekerja, haji maupun studi pendidikan.(nug/nay)

 

Pewarta: Nugraha Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/