alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Pemkot Malang Siapkan Anggaran Rp 37 Miliar Untuk Vaksin Covid-19

MALANG KOTA – DPRD dan Pemkot Malang sepakat menganggarkan dana sebesar Rp 37 miliar untuk mendatangkan Covid-19. Jumlah tersebut masuk dalam plotting dana ratusan miliar di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun depan yang berada di angka Rp 254 miliar.

”Nantinya Rp 37 miliar untuk (kebutuhan) vaksin, itu berubah jika jumlah (warga yang) positif makin banyak,” kata Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika kemarin (20/12).

Dia menambahkan, bila saat ini Pemkot Malang sedang berusaha mendatangkan 200 ribu vaksin. Bila upaya itu membuahkan hasil, ada tiga pihak yang mendapat prioritas lebih awal, di antaranya yakni tenaga kesehatan (nakes), TNI-Polri, dan wartawan. Alasannya, karena ketiga pihak itu menjadi golongan yang paling rentan terpapar Covid-19.

Berdasarkan rencana awal, pemberian vaksin bakal dilakukan bertahap dalam 8 gelombang. Jumlah vaksin yang terbilang cukup besar itu menurut Made masih bisa dilakukan refocusing.

Untuk meyakinkannya, dia bahkan menyebut bila megaproyek Malang Creative Center (MCC) bisa ditunda dan dananya di-refocusing untuk penanganan Covid-19. Politikus PDI Perjuangan itu menambahkan, bila vaksin sudah didapat, maka jajaran forkopimda bakal mencobanya terlebih dahulu. Itu dilakukan agar masyarakat bisa yakin bila vaksin Covid-19 tidak membahayakan. ”Iya, nanti kami coba terlebih dulu untuk mengetahui risikonya,” tuturnya.

Bila terbukti manjur, Made ingin menggandeng beberapa tokoh agama, salah satunya yakni GP Ansor. Nantinya, GP Ansor dapat membantu proses sosialisasi ke masyarakat, khususnya ke anak-anak muda. Tahap sosialisasi itu penting untuk memastikan bila vaksin Covid-19 itu aman.

Menanggapi ide tersebut, Ketua PC NU Kota Malang Isroqunnajah mengaku siap membantu pemkot dan DPRD. Selain menjanjikan proses sosialisasi vaksin, dia bersama anggotanya juga akan membantu distribusi masker.

”Kami pastikan distribusi bisa (dilakukan) melalui PC NU sebagai perbantuan agar vaksin dapat tersalurkan secara merata,” kata dia.

Pewarta: Aditya

MALANG KOTA – DPRD dan Pemkot Malang sepakat menganggarkan dana sebesar Rp 37 miliar untuk mendatangkan Covid-19. Jumlah tersebut masuk dalam plotting dana ratusan miliar di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun depan yang berada di angka Rp 254 miliar.

”Nantinya Rp 37 miliar untuk (kebutuhan) vaksin, itu berubah jika jumlah (warga yang) positif makin banyak,” kata Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika kemarin (20/12).

Dia menambahkan, bila saat ini Pemkot Malang sedang berusaha mendatangkan 200 ribu vaksin. Bila upaya itu membuahkan hasil, ada tiga pihak yang mendapat prioritas lebih awal, di antaranya yakni tenaga kesehatan (nakes), TNI-Polri, dan wartawan. Alasannya, karena ketiga pihak itu menjadi golongan yang paling rentan terpapar Covid-19.

Berdasarkan rencana awal, pemberian vaksin bakal dilakukan bertahap dalam 8 gelombang. Jumlah vaksin yang terbilang cukup besar itu menurut Made masih bisa dilakukan refocusing.

Untuk meyakinkannya, dia bahkan menyebut bila megaproyek Malang Creative Center (MCC) bisa ditunda dan dananya di-refocusing untuk penanganan Covid-19. Politikus PDI Perjuangan itu menambahkan, bila vaksin sudah didapat, maka jajaran forkopimda bakal mencobanya terlebih dahulu. Itu dilakukan agar masyarakat bisa yakin bila vaksin Covid-19 tidak membahayakan. ”Iya, nanti kami coba terlebih dulu untuk mengetahui risikonya,” tuturnya.

Bila terbukti manjur, Made ingin menggandeng beberapa tokoh agama, salah satunya yakni GP Ansor. Nantinya, GP Ansor dapat membantu proses sosialisasi ke masyarakat, khususnya ke anak-anak muda. Tahap sosialisasi itu penting untuk memastikan bila vaksin Covid-19 itu aman.

Menanggapi ide tersebut, Ketua PC NU Kota Malang Isroqunnajah mengaku siap membantu pemkot dan DPRD. Selain menjanjikan proses sosialisasi vaksin, dia bersama anggotanya juga akan membantu distribusi masker.

”Kami pastikan distribusi bisa (dilakukan) melalui PC NU sebagai perbantuan agar vaksin dapat tersalurkan secara merata,” kata dia.

Pewarta: Aditya

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/