alexametrics
20.9 C
Malang
Wednesday, 6 July 2022

Soal Banjir, Komisi C DPRD Kota Malang Tagih Peta Induk Drainase

MALANG KOTA – DPRD Kota Malang melalui Komisi C mendesak pemerintah Kota Malang (Pemkot) untuk menyerahkan peta induk drainase. Langkah ini diambil agar permasalahan banjir yang melanda Kota Malang dalam beberapa waktu terakhir bisa segera dicari solusinya.

“Dinas PUPR itu bikin kajian lah atau gambar ulang peta drainase secara keseluruhan, sehingga kita bisa memetakan, mana saluran yang masih berfungsi, mana yang tidak,” terang Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman ditemui di Gedung DPRD Kamis (22/1).

Jika pemetaan induk drainase sudah dilakukan, maka dapat dikaji anggaran khusus untuk menyelesaikan banjir secara keseluruhan. “apakah multi years atau bagaimana, kita kaji dengan Pemkot Malang,” ujar dia.

Selain permasalahan drainase, hal yang perlu di perhatikan oleh Pemkot Malang adalah daerah resapan air yang semakin berkurang. Salah satunya adalah karena banyaknya pembangunan.

Untuk itu, pihaknya juga mendesak Pemkot malang untuk menyosialisasikan serta menegakkan Perda tata ruang. “Kalau memang melanggar, silakan (ditindak), makanya supaya tahu mana yang melanggar, sosialisikan, biar diawasi oleh masyarakat juga,” ujar Fuad.

Seperti diketahui, banjir kini menjadi momok warga Kota Malang setiap kali diguyur hujan lebat. Di awal tahun 2021 ini, beberapa kawasan terendam banjir pasca hujan lebat. Antara lain kawasan Soekarno Hatta, Letjen Sutoyo, Basuki Rahmat, IR Rais, dan Bareng gang 2A.

DPRD Kota Malang berharap, pemkot bisa lebih serius lagi dalam menyelesaikan masalah banjir hingga ke akarnya.

Pewarta: Arlita Ulya

MALANG KOTA – DPRD Kota Malang melalui Komisi C mendesak pemerintah Kota Malang (Pemkot) untuk menyerahkan peta induk drainase. Langkah ini diambil agar permasalahan banjir yang melanda Kota Malang dalam beberapa waktu terakhir bisa segera dicari solusinya.

“Dinas PUPR itu bikin kajian lah atau gambar ulang peta drainase secara keseluruhan, sehingga kita bisa memetakan, mana saluran yang masih berfungsi, mana yang tidak,” terang Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman ditemui di Gedung DPRD Kamis (22/1).

Jika pemetaan induk drainase sudah dilakukan, maka dapat dikaji anggaran khusus untuk menyelesaikan banjir secara keseluruhan. “apakah multi years atau bagaimana, kita kaji dengan Pemkot Malang,” ujar dia.

Selain permasalahan drainase, hal yang perlu di perhatikan oleh Pemkot Malang adalah daerah resapan air yang semakin berkurang. Salah satunya adalah karena banyaknya pembangunan.

Untuk itu, pihaknya juga mendesak Pemkot malang untuk menyosialisasikan serta menegakkan Perda tata ruang. “Kalau memang melanggar, silakan (ditindak), makanya supaya tahu mana yang melanggar, sosialisikan, biar diawasi oleh masyarakat juga,” ujar Fuad.

Seperti diketahui, banjir kini menjadi momok warga Kota Malang setiap kali diguyur hujan lebat. Di awal tahun 2021 ini, beberapa kawasan terendam banjir pasca hujan lebat. Antara lain kawasan Soekarno Hatta, Letjen Sutoyo, Basuki Rahmat, IR Rais, dan Bareng gang 2A.

DPRD Kota Malang berharap, pemkot bisa lebih serius lagi dalam menyelesaikan masalah banjir hingga ke akarnya.

Pewarta: Arlita Ulya

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/