alexametrics
21.8 C
Malang
Saturday, 25 June 2022

Usai Ketemu Wali Kota, Ini Rencana Aremania soal Dualisme Arema

MALANG KOTA – Hiruk pikuk persoalan dualisme Arema masih belum ada titik terang. Para Aremania yang tergabung dalam Make Malang Great Again (MMGA) berencana melakukan roadshow agar permasalah tersebut segera ada solusi. Tak hanya mendatangi tiga kepala daerah, mereka juga bersemangat menggandeng stakeholder terkait.

”Kami akan melaksanakan safari diskusi di Malang Raya. Sebab permasalahan dualisme Arema ini masih belum menemukan titik temu,” terang Koordinator MMGA usai menggelar audiensi dengan Wali Kota Malang Sutiaji Jumat (22/1). Ia menyatakan, dalam audiensi tersebut, pihak Pemkot Malang berjanji membantu memfasilitasi upaya pencarian data-data terkait yayasan Arema di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Menurut Sinyo, persoalan dualisme Arema harus segera dicarikan solusinya. “Kita akan komunikasi lebih intens dengan tiga kepala daerah, dari Pemkot Malang, Pemkab Malang, dan Pemkot Batu. Nanti kita akan coba cari jalan diskusi,” tambahnya.

Tentang rencana pembentukan tim khusus, Sinyo memastikan untuk sementara ditiadakan dulu. ”Karena kami mengerti bahwa alasan Pak Wali Kota bahwa posisinya sebagai pemerintahan, sementara objek permasalahannya adalah ranah yayasan Arema,” paparnya. Selain itu, pihaknya juga berencana meningkatkan komunikasi dengan berbagai pihak selain pemerintah. “Mungkin nanti akan membentuk semacam forum komunikasi dengan banyak pihak. Intinya di komunikasi,” ujarnya.

Dari hasil pencarian data di Kemenkumham, Yayasan Arema telah diblokir sejak 1 Desember 2011 oleh Muhammad Nur. Namun ada beberapa keanehan yang ditemukan. “Tidak tahu bagaimana ceritanya, Menkumham sudah menerima surat pengunduran dari M Nur sendiri. Tapi kok di 2015 Kemenkumham waktu pembekuan sepakbola nasional yang dilakukan Bambang Winarno, pengawas yayasan menyurati Menkumham dan menyatakan bahwa yayasan aktif,” pungkasnya.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KOTA – Hiruk pikuk persoalan dualisme Arema masih belum ada titik terang. Para Aremania yang tergabung dalam Make Malang Great Again (MMGA) berencana melakukan roadshow agar permasalah tersebut segera ada solusi. Tak hanya mendatangi tiga kepala daerah, mereka juga bersemangat menggandeng stakeholder terkait.

”Kami akan melaksanakan safari diskusi di Malang Raya. Sebab permasalahan dualisme Arema ini masih belum menemukan titik temu,” terang Koordinator MMGA usai menggelar audiensi dengan Wali Kota Malang Sutiaji Jumat (22/1). Ia menyatakan, dalam audiensi tersebut, pihak Pemkot Malang berjanji membantu memfasilitasi upaya pencarian data-data terkait yayasan Arema di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Menurut Sinyo, persoalan dualisme Arema harus segera dicarikan solusinya. “Kita akan komunikasi lebih intens dengan tiga kepala daerah, dari Pemkot Malang, Pemkab Malang, dan Pemkot Batu. Nanti kita akan coba cari jalan diskusi,” tambahnya.

Tentang rencana pembentukan tim khusus, Sinyo memastikan untuk sementara ditiadakan dulu. ”Karena kami mengerti bahwa alasan Pak Wali Kota bahwa posisinya sebagai pemerintahan, sementara objek permasalahannya adalah ranah yayasan Arema,” paparnya. Selain itu, pihaknya juga berencana meningkatkan komunikasi dengan berbagai pihak selain pemerintah. “Mungkin nanti akan membentuk semacam forum komunikasi dengan banyak pihak. Intinya di komunikasi,” ujarnya.

Dari hasil pencarian data di Kemenkumham, Yayasan Arema telah diblokir sejak 1 Desember 2011 oleh Muhammad Nur. Namun ada beberapa keanehan yang ditemukan. “Tidak tahu bagaimana ceritanya, Menkumham sudah menerima surat pengunduran dari M Nur sendiri. Tapi kok di 2015 Kemenkumham waktu pembekuan sepakbola nasional yang dilakukan Bambang Winarno, pengawas yayasan menyurati Menkumham dan menyatakan bahwa yayasan aktif,” pungkasnya.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/