alexametrics
29.2 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Meski Dijamin Stok Aman, Tapi Harga Migor di Pasaran Belum Normal

MALANG KOTA – Pemerintah telah menerapkan kebijakan minyak goreng satu harga, yaitu Rp 14 ribu per liter. Ketentuan tersebut berlaku mulai Rabu lalu (19/1), termasuk di Kota Malang. Meski sempat  terjadi kekosongan stok minyak goreng, namun hal itu tak berlangsung lama.

Kabar tersebut membuat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa datang ke Kota Malang untuk mengecek stok minyak goreng. Dua lokasi yang dituju adalah Alfamidi di Jalan Dieng dan Superindo di Jalan Langsep kemarin (21/1). Hasilnya, stok minyak goreng yang sempat dikabarkan habis ternyata masih tersedia. Dua ritel modern tersebut juga melakukan pembatasan pembelian. “Sudah ada pembatasan satu orang maksimal dua liter minyak. Dan kami pastikan aman,” katanya.

Khofifah juga memastikan stok minyak goreng secara nasional sebanyak 2 miliar liter masih mencukupi hingga enam bulan ke depan. Hanya saja, saat ini diakui masih ada sebagian masyarakat yang panic buying atau membeli karena panik. Tak mau kejadian tersebut terulang, mantan Menteri Sosial (Mensos) RI mengimbau pada masyarakat bisa bijak dalam membeli minyak goreng.

Sementara untuk minyak goreng yang beredar di pasar rakyat, Khofifah juga meminta ada penyesuaian harga yang telah ditentukan. Stok minyak goreng di ritel modern bisa habis juga lantaran harga yang jauh lebih murah ketimbang di pasar rakyat. Sebab minyak goreng di pasar rakyat masih berada di harga sekitar Rp 19 ribu per liter. “Kalau di pasar (rakyat) nanti sama kebijakannya namun diprioritaskan lagi untuk masyarakat kurang mampu dan pedagang mikro,” tutur wanita yang juga Ketua Ikatan Alumni (IKA) Universitas Airlangga (Unair) itu.

Tak hanya menjamin stok aman saja, Khofifah juga bakal menjalin komunikasi dengan Asosiasi Pengusaha Ritel se-Indonesia (Aprindo) untuk menjaga stok minyak goreng. Begitu juga komunikasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk bisa mengimbau pedagang minyak goreng tak menimbun barang.

 

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji yang ikut dalam rombongan memastikan stok minyak goreng di ritel modern masih aman. Dia yang sempat berbincang ke beberapa pengunjung ritel menemukan fakta ada kekurangan stok barang. Terutama dalam tiga terakhir pasca penentuan satu harga. “Saya sudah minta ke pengurus ritel agar bisa menangkap kebijakan ini (satu harga),” tegasnya.

Sutiaji juga memastikan stok minyak goreng di pasar rakyat masih aman. Dia meminta Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang bisa menjaga stok minyak goreng di pasaran. Potensi penimbunan minyak goreng juga harus dicegah supaya tidak ada kelangkaan. (adn/nay/mas)

MALANG KOTA – Pemerintah telah menerapkan kebijakan minyak goreng satu harga, yaitu Rp 14 ribu per liter. Ketentuan tersebut berlaku mulai Rabu lalu (19/1), termasuk di Kota Malang. Meski sempat  terjadi kekosongan stok minyak goreng, namun hal itu tak berlangsung lama.

Kabar tersebut membuat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa datang ke Kota Malang untuk mengecek stok minyak goreng. Dua lokasi yang dituju adalah Alfamidi di Jalan Dieng dan Superindo di Jalan Langsep kemarin (21/1). Hasilnya, stok minyak goreng yang sempat dikabarkan habis ternyata masih tersedia. Dua ritel modern tersebut juga melakukan pembatasan pembelian. “Sudah ada pembatasan satu orang maksimal dua liter minyak. Dan kami pastikan aman,” katanya.

Khofifah juga memastikan stok minyak goreng secara nasional sebanyak 2 miliar liter masih mencukupi hingga enam bulan ke depan. Hanya saja, saat ini diakui masih ada sebagian masyarakat yang panic buying atau membeli karena panik. Tak mau kejadian tersebut terulang, mantan Menteri Sosial (Mensos) RI mengimbau pada masyarakat bisa bijak dalam membeli minyak goreng.

Sementara untuk minyak goreng yang beredar di pasar rakyat, Khofifah juga meminta ada penyesuaian harga yang telah ditentukan. Stok minyak goreng di ritel modern bisa habis juga lantaran harga yang jauh lebih murah ketimbang di pasar rakyat. Sebab minyak goreng di pasar rakyat masih berada di harga sekitar Rp 19 ribu per liter. “Kalau di pasar (rakyat) nanti sama kebijakannya namun diprioritaskan lagi untuk masyarakat kurang mampu dan pedagang mikro,” tutur wanita yang juga Ketua Ikatan Alumni (IKA) Universitas Airlangga (Unair) itu.

Tak hanya menjamin stok aman saja, Khofifah juga bakal menjalin komunikasi dengan Asosiasi Pengusaha Ritel se-Indonesia (Aprindo) untuk menjaga stok minyak goreng. Begitu juga komunikasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk bisa mengimbau pedagang minyak goreng tak menimbun barang.

 

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji yang ikut dalam rombongan memastikan stok minyak goreng di ritel modern masih aman. Dia yang sempat berbincang ke beberapa pengunjung ritel menemukan fakta ada kekurangan stok barang. Terutama dalam tiga terakhir pasca penentuan satu harga. “Saya sudah minta ke pengurus ritel agar bisa menangkap kebijakan ini (satu harga),” tegasnya.

Sutiaji juga memastikan stok minyak goreng di pasar rakyat masih aman. Dia meminta Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang bisa menjaga stok minyak goreng di pasaran. Potensi penimbunan minyak goreng juga harus dicegah supaya tidak ada kelangkaan. (adn/nay/mas)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/