alexametrics
29.2 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Tekan Penularan Klaster Sekolah di Kota Malang, Pemkot Lakukan Cara Begini!

MALANG KOTA- Sementara itu, munculnya kasus positif Covid-19 di sekolah juga mendapat respons Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Suwarjana. Dia memutuskan untuk menggandeng Dinas Kesehatan Kota Malang dalam melakukan sidak ke sekolah-sekolah. Dalam sidak itu juga dilakukan swab antigen secara acak terhadap warga sekolah yang dikunjungi.

Kadisdikbud Kota Malang, Suwarjana (Dok/ Radar Malang)

”Sehari saya bisa kunjungi dua sampai tiga sekolah. Seluruh guru akan kami swab dan siswa akan diambil beberapa untuk sampel,” ujarnya. Siswa yang di-swab merupakan perwakilan dari kelasnya. Setiap kelas akan diwakili oleh dua orang. Namun kegiatan utama dalam sidak itu sebenarnya untuk memastikan protokol kesehatan diterapkan secara ketat. Mulai dari ketersediaan fasilitas, sarana, dan prasana pendukung protokol kesehatan. Juga tentang kebiasaan menggunakan masker dan jaga jarak yang tidak boleh ditinggalkan.

Meksi sudah ditemukan kasus positif di sekolah, Suwarjana mengaku belum ada rencana mengembalikan pembelajaran ke sistem tatap muka terbatas. Menurutnya, temuan kasus positif masih bisa diatasi. ”Semua sudah bergerak cepat. Adanya instrumen seperti PeduliLindungi yang diterapkan pada setiap sekolah juga membantu mempermudah untuk tracing. Sehingga, semua bisa dilacak dan ditangani dengan cepat,” pungkasnya. (dre/fat/mas)

MALANG KOTA- Sementara itu, munculnya kasus positif Covid-19 di sekolah juga mendapat respons Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Suwarjana. Dia memutuskan untuk menggandeng Dinas Kesehatan Kota Malang dalam melakukan sidak ke sekolah-sekolah. Dalam sidak itu juga dilakukan swab antigen secara acak terhadap warga sekolah yang dikunjungi.

Kadisdikbud Kota Malang, Suwarjana (Dok/ Radar Malang)

”Sehari saya bisa kunjungi dua sampai tiga sekolah. Seluruh guru akan kami swab dan siswa akan diambil beberapa untuk sampel,” ujarnya. Siswa yang di-swab merupakan perwakilan dari kelasnya. Setiap kelas akan diwakili oleh dua orang. Namun kegiatan utama dalam sidak itu sebenarnya untuk memastikan protokol kesehatan diterapkan secara ketat. Mulai dari ketersediaan fasilitas, sarana, dan prasana pendukung protokol kesehatan. Juga tentang kebiasaan menggunakan masker dan jaga jarak yang tidak boleh ditinggalkan.

Meksi sudah ditemukan kasus positif di sekolah, Suwarjana mengaku belum ada rencana mengembalikan pembelajaran ke sistem tatap muka terbatas. Menurutnya, temuan kasus positif masih bisa diatasi. ”Semua sudah bergerak cepat. Adanya instrumen seperti PeduliLindungi yang diterapkan pada setiap sekolah juga membantu mempermudah untuk tracing. Sehingga, semua bisa dilacak dan ditangani dengan cepat,” pungkasnya. (dre/fat/mas)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/