alexametrics
21.6 C
Malang
Wednesday, 25 May 2022

Waspada Lurr! Kota Malang Tertinggi Kasus Covid-19 di Jatim

MALANG KOTA – Kasus aktif Covid-19 di Kota Malang per tanggal 20 Januari 2021 lalu menjadi yang tertinggi di Jawa Timur. Jumlahnya mencapai 45 kasus. Lebih tinggi dibanding kasus aktif di Surabaya yang terdata 33 orang dan Kabupaten Malang 29 orang. Merespons kondisi itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberi warning kepada pemerintah dan masyarakat Kota Malang agar mewaspadai klaster keluarga.

Khofifah menjelaskan bahwa penambahan kasus Covid-19 di  Kota Malang mayoritas dari rumpun atau klaster keluarga. Artinya, transmisi atau penyebaran virus diketahui dominan berada di lingkungan rumah. Bahkan temuan penyebaran di lingkungan sekolah beberapa hari terakhir juga  berasal dari lingkungan keluarga siswa.

”Jadi perhatian kita saat ini di rumpun keluarga. Maka kalau ada yang dinyatakan positif, harus di-tracing (dilacak) minimal 15 orang yang pernah kontak erat,” tuturnya saat berkunjung ke Kota Malang kemarin siang (21/1).

Mantan Menteri Sosial RI itu juga mengingatkan agar masyarakat kembali menerapkan protokol kesehatan. Meski telah ada kelonggaran, tradisi untuk mengenakan masker dan menjaga jarak tetap harus diterapkan. Dia juga meminta agar peran isolasi terpusat (isoter) bisa dioptimalkan lagi. Sebab isoter bakal memudahkan pemantauan pasien oleh tenaga kesehatan (nakes) yang berjaga.

Begitu juga dengan proses belajar mengajar. Khofifah meminta pembelajaran daring masih bisa jadi opsi. ”Semua kasus harus klir. Jangan sampai ada penularan lagi, dan peran masyarakat harus peduli dengan sesama,” papar Khofifah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif membenarkan informasi bahwa kasus aktif dalam beberapa hari terakhir memang terjadi pada klaster keluarga dan sekolah. Hasil tracing yang dilakukan dinkes menunjukkan penularan di lingkungan keluarga cukup mendominasi. Akibatnya, transmisi virus dari orang tua ke anak berdampak lagi ke sekolah. ”Hari ini (kemarin, red) sudah tidak ada lagi penambahan kasus di sekolah. Tapi kami tetap meminta semuanya waspada,” tegasnya.

Mantan direktur RSUD Kota Malang itu juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di lingkup RT/RW. Menurutnya, penguatan protokol kesehatan di lingkup tersebut masih sangat dibutuhkan. ”Mobilitas masyarakat yang mulai longgar tanpa disadari ada kelengahan dalam menjaga prokes,” imbuhnya. (adn/fat/mas)

 

MALANG KOTA – Kasus aktif Covid-19 di Kota Malang per tanggal 20 Januari 2021 lalu menjadi yang tertinggi di Jawa Timur. Jumlahnya mencapai 45 kasus. Lebih tinggi dibanding kasus aktif di Surabaya yang terdata 33 orang dan Kabupaten Malang 29 orang. Merespons kondisi itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberi warning kepada pemerintah dan masyarakat Kota Malang agar mewaspadai klaster keluarga.

Khofifah menjelaskan bahwa penambahan kasus Covid-19 di  Kota Malang mayoritas dari rumpun atau klaster keluarga. Artinya, transmisi atau penyebaran virus diketahui dominan berada di lingkungan rumah. Bahkan temuan penyebaran di lingkungan sekolah beberapa hari terakhir juga  berasal dari lingkungan keluarga siswa.

”Jadi perhatian kita saat ini di rumpun keluarga. Maka kalau ada yang dinyatakan positif, harus di-tracing (dilacak) minimal 15 orang yang pernah kontak erat,” tuturnya saat berkunjung ke Kota Malang kemarin siang (21/1).

Mantan Menteri Sosial RI itu juga mengingatkan agar masyarakat kembali menerapkan protokol kesehatan. Meski telah ada kelonggaran, tradisi untuk mengenakan masker dan menjaga jarak tetap harus diterapkan. Dia juga meminta agar peran isolasi terpusat (isoter) bisa dioptimalkan lagi. Sebab isoter bakal memudahkan pemantauan pasien oleh tenaga kesehatan (nakes) yang berjaga.

Begitu juga dengan proses belajar mengajar. Khofifah meminta pembelajaran daring masih bisa jadi opsi. ”Semua kasus harus klir. Jangan sampai ada penularan lagi, dan peran masyarakat harus peduli dengan sesama,” papar Khofifah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif membenarkan informasi bahwa kasus aktif dalam beberapa hari terakhir memang terjadi pada klaster keluarga dan sekolah. Hasil tracing yang dilakukan dinkes menunjukkan penularan di lingkungan keluarga cukup mendominasi. Akibatnya, transmisi virus dari orang tua ke anak berdampak lagi ke sekolah. ”Hari ini (kemarin, red) sudah tidak ada lagi penambahan kasus di sekolah. Tapi kami tetap meminta semuanya waspada,” tegasnya.

Mantan direktur RSUD Kota Malang itu juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di lingkup RT/RW. Menurutnya, penguatan protokol kesehatan di lingkup tersebut masih sangat dibutuhkan. ”Mobilitas masyarakat yang mulai longgar tanpa disadari ada kelengahan dalam menjaga prokes,” imbuhnya. (adn/fat/mas)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/