alexametrics
30C
Malang
Sunday, 28 February 2021

Ketati Prokes Pengunjung, Kampung Wisata Tridi Mulai Menggeliat Lagi

MALANG KOTA – Sejumlah kampung wisata di Kota Malang mulai menggeliat seiring datangnya para wisatawan. Karena masih ada kebijakan PPKM Mikro, pengelola kampung wisata tetap melakukan pengetatan protokol kesehatan (prokes). Seperti kebijakan berdisiplin untuk pencegahan Covid-19 yang diberlakukan pengelola Kampung Tridi, Kota Malang.

Sekretaris Pokdarwis Kampung Tridi Nuryanto mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan sedini mungkin. Sebelum PPKM Mikro diterapkan, pengelola telah memiliki standar pelaksanaan prokes secara ketat. ”Apalagi sekarang dengan adanya bantuan Rp 500 ribu untuk setiap kampung membuat kami bersama warga mampu memperketat prokes lagi,” ujar dia.

Nuryanto menambahkan, pembatasan pengunjung sebanyak 50 persen telah dilakukan secara maksimal. Dia juga menyebut program PPKM berbasis mikro justru memperkuat wisata kampung tematik lainnya. Per hari, rata-rata 50 sampai 100 orang mulai datang.

”Wisatawan yang datang memang masih takut-takut karena PPKM Mikro, namun kami selaku pengelola menganjurkan pengunjung bisa datang dengan tetap menerapkan prokes,” pungkasnya.

Pewarta: Aditya Novrian

MALANG KOTA – Sejumlah kampung wisata di Kota Malang mulai menggeliat seiring datangnya para wisatawan. Karena masih ada kebijakan PPKM Mikro, pengelola kampung wisata tetap melakukan pengetatan protokol kesehatan (prokes). Seperti kebijakan berdisiplin untuk pencegahan Covid-19 yang diberlakukan pengelola Kampung Tridi, Kota Malang.

Sekretaris Pokdarwis Kampung Tridi Nuryanto mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan sedini mungkin. Sebelum PPKM Mikro diterapkan, pengelola telah memiliki standar pelaksanaan prokes secara ketat. ”Apalagi sekarang dengan adanya bantuan Rp 500 ribu untuk setiap kampung membuat kami bersama warga mampu memperketat prokes lagi,” ujar dia.

Nuryanto menambahkan, pembatasan pengunjung sebanyak 50 persen telah dilakukan secara maksimal. Dia juga menyebut program PPKM berbasis mikro justru memperkuat wisata kampung tematik lainnya. Per hari, rata-rata 50 sampai 100 orang mulai datang.

”Wisatawan yang datang memang masih takut-takut karena PPKM Mikro, namun kami selaku pengelola menganjurkan pengunjung bisa datang dengan tetap menerapkan prokes,” pungkasnya.

Pewarta: Aditya Novrian

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru