alexametrics
24.5 C
Malang
Friday, 20 May 2022

Nihil Info Revitalisasi Pasar Besar, Pedagang Di-ghosting Pemkot?

MALANG KOTA – Pedagang Pasar Besar Malang (PBM) mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terkait rencana revitalisasi pasar tersebut. Pasalnya, hingga hari ini, Senin (22/3), belum ada koordinasi antara pedagang dengan Pemkot Malang.

Kepala Pasar Besar Malang, Suhariyanto menuturkan, proses revitalisasi pasar hanya bergantung pada Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskopindag).

Ia menyebut, para pedagang belum mengetahui detil revitalisasi, seperti kapan dan dimana relokasi pedagang selama revitalisasi, kapan mulai dilaksanakan, apa kompensasi yang akan diterima, dan hal teknis lain.

“Untuk penyampaian secara detil kita belum tahu, apakah sistemnya berganti atau seperti apa kita masih belum ada koordinasi. Hal semacam itu hanya diketahui oleh kepala dinas,” terang Suhariyanto.

Ia menyebut, kabar revitalisasi PBM membuat para pedagang bingung. Menurutnya, jika revitalisasi direalisasikan, maka pedagang berharap untuk lokasi relokasi sementara tidak jauh dari pasar agar memudahkan, baik untuk pedagang maupun pembeli.

“Jika prosesnya memang sudah final, para pedagang meminta tempat relokasi untuk tidak jauh dari pasar. Semua tergantung dari kebijakan Pemkot, tapi mayoritas pedagang memang meminta tidak jauh-jauh,” jelasnya.

Sementara itu, proyek revitalisasi PBM saat ini masuk dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED). Pjs Sekretaris Daerah Kota (Sekkota) Malang, Hadi Santoso mengatakan revitalisasi PBM butuh banyak pertimbangan.

Pasalnya, PBM telah dilanda tiga kali kebakaran, dan mengharuskan adanya penanganan secara menyeluruh.

Alasan itulah yang nanti akan dikoordinasikan kepada semua pihak, baik pedagang, DPRD Kota Malang, dan manajemen Matahari Department Store.

“Kami melibatkan semua pihak dalam perjalanan penyusunan DED agar semua pedagang tertampung. Pak wali sangat konsen pembenahan Pasar Besar Malang,” kata dia.

Dalam pertemuan dengan pedagang nanti, Pemkot juga akan menjelaskan rencana relokasi ketika pembangunan PBM berlangsung.

Rencananya pedagang akan ditempatkan di lokasi yang tidak jauh dari Pasar Besar Malang.

Pedagang juga akan dibedakan antar komoditi, misalnya pedagang khusus emas harus ditempatkan di pengamanan khusus.

“Kami juga memperhatikan sejumlah petimbangan untuk penempatan relokasi. Yang jelas lokasinya tidak jauh dari Pasar Besar Malang. Pedagang khusus juga pengamanannya khusus,” jelasnya.

Pewarta : M. Ubaidillah

MALANG KOTA – Pedagang Pasar Besar Malang (PBM) mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terkait rencana revitalisasi pasar tersebut. Pasalnya, hingga hari ini, Senin (22/3), belum ada koordinasi antara pedagang dengan Pemkot Malang.

Kepala Pasar Besar Malang, Suhariyanto menuturkan, proses revitalisasi pasar hanya bergantung pada Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskopindag).

Ia menyebut, para pedagang belum mengetahui detil revitalisasi, seperti kapan dan dimana relokasi pedagang selama revitalisasi, kapan mulai dilaksanakan, apa kompensasi yang akan diterima, dan hal teknis lain.

“Untuk penyampaian secara detil kita belum tahu, apakah sistemnya berganti atau seperti apa kita masih belum ada koordinasi. Hal semacam itu hanya diketahui oleh kepala dinas,” terang Suhariyanto.

Ia menyebut, kabar revitalisasi PBM membuat para pedagang bingung. Menurutnya, jika revitalisasi direalisasikan, maka pedagang berharap untuk lokasi relokasi sementara tidak jauh dari pasar agar memudahkan, baik untuk pedagang maupun pembeli.

“Jika prosesnya memang sudah final, para pedagang meminta tempat relokasi untuk tidak jauh dari pasar. Semua tergantung dari kebijakan Pemkot, tapi mayoritas pedagang memang meminta tidak jauh-jauh,” jelasnya.

Sementara itu, proyek revitalisasi PBM saat ini masuk dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED). Pjs Sekretaris Daerah Kota (Sekkota) Malang, Hadi Santoso mengatakan revitalisasi PBM butuh banyak pertimbangan.

Pasalnya, PBM telah dilanda tiga kali kebakaran, dan mengharuskan adanya penanganan secara menyeluruh.

Alasan itulah yang nanti akan dikoordinasikan kepada semua pihak, baik pedagang, DPRD Kota Malang, dan manajemen Matahari Department Store.

“Kami melibatkan semua pihak dalam perjalanan penyusunan DED agar semua pedagang tertampung. Pak wali sangat konsen pembenahan Pasar Besar Malang,” kata dia.

Dalam pertemuan dengan pedagang nanti, Pemkot juga akan menjelaskan rencana relokasi ketika pembangunan PBM berlangsung.

Rencananya pedagang akan ditempatkan di lokasi yang tidak jauh dari Pasar Besar Malang.

Pedagang juga akan dibedakan antar komoditi, misalnya pedagang khusus emas harus ditempatkan di pengamanan khusus.

“Kami juga memperhatikan sejumlah petimbangan untuk penempatan relokasi. Yang jelas lokasinya tidak jauh dari Pasar Besar Malang. Pedagang khusus juga pengamanannya khusus,” jelasnya.

Pewarta : M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/