alexametrics
23.6 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Rawan, 3.000 Pelaku Perhotelan di Malang Belum Divaksin

MALANG KOTA – Ini bisa menjadi pintu masuk penularan Covid-19 dari luar jika tak ditangani dengan baik. Pintu masuk itu adalah hotel. Bagaimana tidak. Di Kota Malang banyak terdapat hotel. Setiap hari silih berganti tamu keluar-masuk. Sementara, hingga sejauh ini ada 3.000-an orang yang bekerja di hotel-hotel itu belum divaksin. Maka, ini akan menjadi titik rawan tersendiri. Pemkot dan stakeholder terkait sudah selayaknya memberi perhatian terhadap hal tersebut.

Executive Assistant Manager Hotel Tugu Crescentia Harividyanti mengatakan bila di era sekarang ini, poin pertama yang harus diutamakan adalah safe. Bila poin itu bisa dipenuhi pelaku bisnis perhotelan, pengunjung akan merasa lebih nyaman. ”Orang itu harus ada trust pada kami. Siapa pun yang masuk di Indonesia, terutama di Kota Malang, mereka harus percaya kalau di Malang itu nyaman dan aman,” kata dia. Dasar itulah yang membuat pihaknya membutuhkan vaksin.

Namun, sampai saat ini pihak perhotelan memang belum mendapatkan kuota vaksin. ”Kami ingin vaksin ini bisa diberikan untuk semua stakeholder, termasuk bidang perhotelan dan pariwisata,” harap dia.

Senada dengannya, Public Relation Ijen Suites Resort and Convention Malang Izaun Nurin juga mengeluhkan tentang belum meratanya vaksinasi. Padahal, pihaknya sudah mengoordinasikan hal itu dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Dia juga mengaku bila data karyawan dan staf di Ijen Suites juga sudah diinput di PHRI. Namun, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti kapan vaksinasi itu akan direalisasikan. ”Untuk itu (realisasi) kami masih menunggu informasi lebih lanjut. Waktu itu diperkirakan estimasinya April–Mei, tapi untuk tanggalnya kapan, kami belum tahu,” kata dia.

Dia juga menyebut bila vaksinasi untuk para pelaku bisnis perhotelan itu sangat penting. Terlebih karyawan yang melakukan kontak langsung dengan pengunjung, seperti karyawan yang bertugas di bagian front office. ”Jadi untuk membentengi kami, vaksinasi itu kami rasa sangat penting,” tambah Nurin.

Di tempat lain, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PHRI Kota Malang Agoes Basoeki menyebut bila pihaknya sudah memfasilitasi keluhan-keluhan dari beberapa pengelola hotel. Salah satunya dilakukan dengan mengoordinasi usulan program vaksin dari pelaku bisnis hotel di Kota Malang. ”(Data) itu sudah kami ajukan lewat dinas pemuda olahraga pariwisata (disporapar),” kata dia. Secara umum, Agoes menyebut ada sekitar 3.000 data pelaku bisnis hotel yang sudah diajukan untuk mendapat jatah vaksin.(rmc/ulf/adn/c1/by)

MALANG KOTA – Ini bisa menjadi pintu masuk penularan Covid-19 dari luar jika tak ditangani dengan baik. Pintu masuk itu adalah hotel. Bagaimana tidak. Di Kota Malang banyak terdapat hotel. Setiap hari silih berganti tamu keluar-masuk. Sementara, hingga sejauh ini ada 3.000-an orang yang bekerja di hotel-hotel itu belum divaksin. Maka, ini akan menjadi titik rawan tersendiri. Pemkot dan stakeholder terkait sudah selayaknya memberi perhatian terhadap hal tersebut.

Executive Assistant Manager Hotel Tugu Crescentia Harividyanti mengatakan bila di era sekarang ini, poin pertama yang harus diutamakan adalah safe. Bila poin itu bisa dipenuhi pelaku bisnis perhotelan, pengunjung akan merasa lebih nyaman. ”Orang itu harus ada trust pada kami. Siapa pun yang masuk di Indonesia, terutama di Kota Malang, mereka harus percaya kalau di Malang itu nyaman dan aman,” kata dia. Dasar itulah yang membuat pihaknya membutuhkan vaksin.

Namun, sampai saat ini pihak perhotelan memang belum mendapatkan kuota vaksin. ”Kami ingin vaksin ini bisa diberikan untuk semua stakeholder, termasuk bidang perhotelan dan pariwisata,” harap dia.

Senada dengannya, Public Relation Ijen Suites Resort and Convention Malang Izaun Nurin juga mengeluhkan tentang belum meratanya vaksinasi. Padahal, pihaknya sudah mengoordinasikan hal itu dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Dia juga mengaku bila data karyawan dan staf di Ijen Suites juga sudah diinput di PHRI. Namun, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti kapan vaksinasi itu akan direalisasikan. ”Untuk itu (realisasi) kami masih menunggu informasi lebih lanjut. Waktu itu diperkirakan estimasinya April–Mei, tapi untuk tanggalnya kapan, kami belum tahu,” kata dia.

Dia juga menyebut bila vaksinasi untuk para pelaku bisnis perhotelan itu sangat penting. Terlebih karyawan yang melakukan kontak langsung dengan pengunjung, seperti karyawan yang bertugas di bagian front office. ”Jadi untuk membentengi kami, vaksinasi itu kami rasa sangat penting,” tambah Nurin.

Di tempat lain, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PHRI Kota Malang Agoes Basoeki menyebut bila pihaknya sudah memfasilitasi keluhan-keluhan dari beberapa pengelola hotel. Salah satunya dilakukan dengan mengoordinasi usulan program vaksin dari pelaku bisnis hotel di Kota Malang. ”(Data) itu sudah kami ajukan lewat dinas pemuda olahraga pariwisata (disporapar),” kata dia. Secara umum, Agoes menyebut ada sekitar 3.000 data pelaku bisnis hotel yang sudah diajukan untuk mendapat jatah vaksin.(rmc/ulf/adn/c1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/