alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 25 July 2021

Eks Dirut RPH Kota Malang Akui Duit Korupsi Tak Dinikmati Sendiri

MALANG KOTA – Masih ingat dengan kasus RPH (Rumah Potong Hewan) Gate? Kasus dugaan korupsi yang menyeret eks Plt Direktur RPH Kota Malang AA Raka Kinasih tersebut saat ini sedang disidangkan.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, Dino Kriesmiardi menyatakan, sesuai tahapan, terdakwa diagendakan membacakan pledoi dalam sidang lanjutan Selasa (27/7) depan. Sementara dalam sidang sebelumnya (15/7), JPU (Jaksa Penutut Umum) telah membackan tuntutannya. “Sudah sampai sidang tuntutan Kamis (15/7) lalu yang digelar secara virtual. Jaksa menuntut tiga tahun penjara,” kata Dino Kamis (22/7) siang.

Kasubsi Penyidikan Pidsus Kejari Kota Malang Boby Ardirizka menambahkan, selain ancaman hukuman penjara 3 tahun, terdakwa juga dituntut membayar denda. “Denda sebesar Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan,” ucap Boby.

Menurut Boby, dalam persidangan sebelumnya, terdakwa mengakui perbuatannya. “Namun terdakwa menyatakan kerugian negara itu tidak dinikmati sendiri,” imbuhnya. Hanya saja, Boby enggan merinci kemana saja aliran dana dalam proyek penggemukan sapi tersebut.

Seperti yang diketahui, perkara RPH Gate ini berawal dari proyek penggemukan sapi yang ditaksir merugikan negara sebanyak Rp 1,5 miliar. Kasus tersebut melibatkan Endah, Direktur PT Revo Mandiri Sejahtera (RMS) Jombang. “Endah itu tidak tahu kabarnya dimana, kabur. Sementara dia ada kasus lain di Polda (Jatim) yang melibatkan suaminya. Nah, suaminya ini sudah P21, sementara Endah karena tidak cukup keterangan, dikeluarkan karena masa tahanan habis,” beber pria yang juga Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara ini.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Masih ingat dengan kasus RPH (Rumah Potong Hewan) Gate? Kasus dugaan korupsi yang menyeret eks Plt Direktur RPH Kota Malang AA Raka Kinasih tersebut saat ini sedang disidangkan.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, Dino Kriesmiardi menyatakan, sesuai tahapan, terdakwa diagendakan membacakan pledoi dalam sidang lanjutan Selasa (27/7) depan. Sementara dalam sidang sebelumnya (15/7), JPU (Jaksa Penutut Umum) telah membackan tuntutannya. “Sudah sampai sidang tuntutan Kamis (15/7) lalu yang digelar secara virtual. Jaksa menuntut tiga tahun penjara,” kata Dino Kamis (22/7) siang.

Kasubsi Penyidikan Pidsus Kejari Kota Malang Boby Ardirizka menambahkan, selain ancaman hukuman penjara 3 tahun, terdakwa juga dituntut membayar denda. “Denda sebesar Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan,” ucap Boby.

Menurut Boby, dalam persidangan sebelumnya, terdakwa mengakui perbuatannya. “Namun terdakwa menyatakan kerugian negara itu tidak dinikmati sendiri,” imbuhnya. Hanya saja, Boby enggan merinci kemana saja aliran dana dalam proyek penggemukan sapi tersebut.

Seperti yang diketahui, perkara RPH Gate ini berawal dari proyek penggemukan sapi yang ditaksir merugikan negara sebanyak Rp 1,5 miliar. Kasus tersebut melibatkan Endah, Direktur PT Revo Mandiri Sejahtera (RMS) Jombang. “Endah itu tidak tahu kabarnya dimana, kabur. Sementara dia ada kasus lain di Polda (Jatim) yang melibatkan suaminya. Nah, suaminya ini sudah P21, sementara Endah karena tidak cukup keterangan, dikeluarkan karena masa tahanan habis,” beber pria yang juga Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara ini.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru