alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 25 July 2021

Pasien Isoman di Kota Malang Dapat Sembako dan Bantuan Oksigen

MALANG KOTA – Pemkot Malang kembali menggelontorkan bantuan untuk warga di masa pandemi Covid-19. Wali Kota Malang Drs H. Sutiaji mengatakan, bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman). Selain paket sembako, mereka juga bisa mengakses pasokan oksigen gratis.

Total ada 1.500 paket sembako yang akan diberikan kepada warga yang menjalani isoman. Sebanyak 1.250 paket didistribusikan ke lima kecamatan di Kota Malang; dengan masing-masing kecamatan jatah 250 paket sembako. Sedangkan 250 paket sisanya diserahkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang. “Siapapun yang menjalani isolasi mandiri, nanti akan mendapatkan bantuan,” terang orang nomor satu di Kota Malang itu.

Walikota Sutiaji menjelaskan, dana bantuan tersebut berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang. Juga dari Gerakan Seribu yang dilakukan oleh ASN serta CSR (Corporate Social Responsibility, red) yang terkumpul di Pemkot Malang.

“Itu untuk back up warga yang isolasi mandiri,” ujar Pak Aji, sapaan akrab Wali Kota Malang.
Untuk mengetahui warga yang menjalani isoman, Sutiaji menyatakan pihaknya mendapatkan data dari RT/RW. Menurutnya ini menjadi kekuatan tersendiri, mengingat RT/RW melaksanakan pembaruan data lewat Tangguh Informasi ketika menjalankan PPKM Mikro.

“Ini tetap basic-nya menguatkan RT/RW. Data itu saya lebih fokus nanti; RT/RW tahu yang divaksin dan belum divaksin berapa jumlah warganya, yang dapat sumbangan, yang isolasi mandiri berapa, yang tidak dapat dari bantuan sosial berapa. Jadi kami updating dari RT/RW itu,” tambah Sutiaji.

Tidak hanya itu Sutiaji juga memastikan membantu pasien isoman yang membutuhkan suplai oksigen. Dijelaskan olehnya Pemkot Malang akan memperbanyak pembelian tabung oksigen. “Nanti tabung oksigen akan kita pinjamkan ke warga yang sedang menjalankan isolasi mandiri. Ini berseiring dengan apa yang menjadi komitmen pemerintah provinsi, ada isi ulang oksigen gratis,” tuturnya.

Sementara itu, data dari Dinas Kesehatan Kota Malang menunjukkan jumlah pasien yang menjalani isoman di Kota Malang sebanyak 1.634 orang. Data tersebut cenderung fluktuatif, dikarenakan setiap harinya terdapat pasien yang telah selesai isoman maupun baru memulainya.

”Pasien isoman di Kota Malang, untuk saat ini, masuk dalam catatan terkonfirmasi positif dengan swab PCR. Jumlahnya 1.634 orang. Kalau berdasarkan hasil PCR, data masuk ke all record itu,” jelas Kadinkes dr Husnul Muarif.

Pewarta: Defi

MALANG KOTA – Pemkot Malang kembali menggelontorkan bantuan untuk warga di masa pandemi Covid-19. Wali Kota Malang Drs H. Sutiaji mengatakan, bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman). Selain paket sembako, mereka juga bisa mengakses pasokan oksigen gratis.

Total ada 1.500 paket sembako yang akan diberikan kepada warga yang menjalani isoman. Sebanyak 1.250 paket didistribusikan ke lima kecamatan di Kota Malang; dengan masing-masing kecamatan jatah 250 paket sembako. Sedangkan 250 paket sisanya diserahkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang. “Siapapun yang menjalani isolasi mandiri, nanti akan mendapatkan bantuan,” terang orang nomor satu di Kota Malang itu.

Walikota Sutiaji menjelaskan, dana bantuan tersebut berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang. Juga dari Gerakan Seribu yang dilakukan oleh ASN serta CSR (Corporate Social Responsibility, red) yang terkumpul di Pemkot Malang.

“Itu untuk back up warga yang isolasi mandiri,” ujar Pak Aji, sapaan akrab Wali Kota Malang.
Untuk mengetahui warga yang menjalani isoman, Sutiaji menyatakan pihaknya mendapatkan data dari RT/RW. Menurutnya ini menjadi kekuatan tersendiri, mengingat RT/RW melaksanakan pembaruan data lewat Tangguh Informasi ketika menjalankan PPKM Mikro.

“Ini tetap basic-nya menguatkan RT/RW. Data itu saya lebih fokus nanti; RT/RW tahu yang divaksin dan belum divaksin berapa jumlah warganya, yang dapat sumbangan, yang isolasi mandiri berapa, yang tidak dapat dari bantuan sosial berapa. Jadi kami updating dari RT/RW itu,” tambah Sutiaji.

Tidak hanya itu Sutiaji juga memastikan membantu pasien isoman yang membutuhkan suplai oksigen. Dijelaskan olehnya Pemkot Malang akan memperbanyak pembelian tabung oksigen. “Nanti tabung oksigen akan kita pinjamkan ke warga yang sedang menjalankan isolasi mandiri. Ini berseiring dengan apa yang menjadi komitmen pemerintah provinsi, ada isi ulang oksigen gratis,” tuturnya.

Sementara itu, data dari Dinas Kesehatan Kota Malang menunjukkan jumlah pasien yang menjalani isoman di Kota Malang sebanyak 1.634 orang. Data tersebut cenderung fluktuatif, dikarenakan setiap harinya terdapat pasien yang telah selesai isoman maupun baru memulainya.

”Pasien isoman di Kota Malang, untuk saat ini, masuk dalam catatan terkonfirmasi positif dengan swab PCR. Jumlahnya 1.634 orang. Kalau berdasarkan hasil PCR, data masuk ke all record itu,” jelas Kadinkes dr Husnul Muarif.

Pewarta: Defi

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru