alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Paha-paha Semlohai Percantik RW 4 Bakalankrajan

MALANG KOTA – Celana jeans yang tak muat dan tak layak pakai disulap menjadi pot bunga oleh warga RW 04 Kel Bakalankrajan, Sukun. Diisi penuh dengan tanah, membuat pot berbahan celana jeans tersebut nampak seperti paha perempuan yang semlohai. tak hanya cantik, namun unik sehingga sukses membuat kreasi ini menjadi sasaran selfie baik oleh warga sekitar maupun pendatang yang kebetulan berkunjung ke kawasan tersebut.

Kampung Bersinar Kota Malang 2020

“Daripada dibuang mengotori lingkungan, warga punya inisiatif bikin pot dari celana bekas,” kata Sugeng Riyadi, Ketua RW 04 Bakalankrajan, Kamis (22/10) kepada tim juri Kampung Bersinar yang digelar Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Malang.

Menurutnya, area pot kreasi warga dari celana bekas tersebut punya daya tarik sendiri. Dimana beberapa orang datang ke sana hanya untuk selfie di area pot tematik tersebut. “Daur ulang itu jadi ikon sendiri di wilayah kami. Terutama di RT 05,” jelas pria yang menjadi ketua RW selama kurang lebih setahun ini.

Budidaya tanaman dengan media polybag untuk menyiasati lahan yang minim. (Imam N / Radar Malang)

Ia melanjutkan, di RT 05/RW 04 tersebut juga ada olahan daur ulang limbah plastik, yang dibuat menjadi piring, baju, dan pot bunga. Pengolahan tersebut menjadi pelengkap program urban farming dan biopori di kawasan tersebut.

“Kreatifitas warga RT lima ini memang tinggi di bidang olahan limbah daur ulang. Selain itu, ” ungkap dia. Lebih lanjut, di tempatnya juga ada urban farming. Sedangkan, untuk pemberdayaan PKK ada produk olahan jamu dan tempe. “Kalau biopori cuma ada empat titik, karena masih banyak lahan untuk resapan air,” ungkap dia.

Pewarta: Imam N

MALANG KOTA – Celana jeans yang tak muat dan tak layak pakai disulap menjadi pot bunga oleh warga RW 04 Kel Bakalankrajan, Sukun. Diisi penuh dengan tanah, membuat pot berbahan celana jeans tersebut nampak seperti paha perempuan yang semlohai. tak hanya cantik, namun unik sehingga sukses membuat kreasi ini menjadi sasaran selfie baik oleh warga sekitar maupun pendatang yang kebetulan berkunjung ke kawasan tersebut.

Kampung Bersinar Kota Malang 2020

“Daripada dibuang mengotori lingkungan, warga punya inisiatif bikin pot dari celana bekas,” kata Sugeng Riyadi, Ketua RW 04 Bakalankrajan, Kamis (22/10) kepada tim juri Kampung Bersinar yang digelar Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Malang.

Menurutnya, area pot kreasi warga dari celana bekas tersebut punya daya tarik sendiri. Dimana beberapa orang datang ke sana hanya untuk selfie di area pot tematik tersebut. “Daur ulang itu jadi ikon sendiri di wilayah kami. Terutama di RT 05,” jelas pria yang menjadi ketua RW selama kurang lebih setahun ini.

Budidaya tanaman dengan media polybag untuk menyiasati lahan yang minim. (Imam N / Radar Malang)

Ia melanjutkan, di RT 05/RW 04 tersebut juga ada olahan daur ulang limbah plastik, yang dibuat menjadi piring, baju, dan pot bunga. Pengolahan tersebut menjadi pelengkap program urban farming dan biopori di kawasan tersebut.

“Kreatifitas warga RT lima ini memang tinggi di bidang olahan limbah daur ulang. Selain itu, ” ungkap dia. Lebih lanjut, di tempatnya juga ada urban farming. Sedangkan, untuk pemberdayaan PKK ada produk olahan jamu dan tempe. “Kalau biopori cuma ada empat titik, karena masih banyak lahan untuk resapan air,” ungkap dia.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/