alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Siap-siap! Menaker Pastikan BSU Tahap 2 Cair Awal November

MALANG KOTA – Kabar Gembira bagi pekerja dan buruh dengan gaji di bawah Rp 5 juta. Karena Bantuan Subsidi Upah (BSU) akan segera cair pada Awal November ini. Saat ini sudah sebanyak 12.166.471 orang yang sudah menerima BSU atau setara dengan 98,09 persen.

“Insya Allah doakan semuanya lancar. Akhir Oktober ini kami melakukan evaluasi. Mudah-mudahan awal November 2020 ini kami bisa mentransfer untuk tahap kedua,” tutur Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah ketika di Ketawanggede pada Kamis (22/10).

Ida mengatakan, pekerja atau buruh yang belum menerima BSU bisa disebabkan kesalahan atau ketidakvalidan data, seperti nomor rekening dan NIK.

Dalam hal terjadi kekurangan atau ketidakvalidan data seperti di atas, Kemenaker mengembalikan data tersebut kepada BPJS Ketenagakerjaan, kemudian BPJS Ketenagakerjaan memberitahukan kepada pemberi kerja untuk memperbaiki data karyawannya yang masuk dalam kriteria penerima subsidi gaji atau upah.

“Sampai saat ini yang belum mendapatkan BSU sekitar 150 ribuan karena ada kekurangan atau ketidaksesuaian data. Misalnya rekeningnya tidak valid, kemudian NIK-nya kurang nomornya, kemudian nomor rekeningnya dia tidak sesuai dengan nama yang diserahkan,” ujarnya

Selain itu, ia juga memastikan dengan baik bahwa bantuan pemerintah berupa subsidi upah (BSU) telah disalurkan kepada pekerja atau buruh. Salah satunya adalah mendatangi salah satu penerima BSU, Erwin Junaedi dan Yatiningsih di Ketawanggede Kota Malang pada Kamis (22/10) usai melaksanakan kegiatan di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang).

“Alhamdulillah saya bisa silaturahmi ke rumahnya Pak Erwin dan ini ditemani sama Bu Yati. Beliau berdua ini adalah penerima program Bantuan Subsidi Upah dari pemerintah,” kata dia.

Erwin saat ini bekerja di Taman Rekreasi Sengkaling. Sementara Yati bekerja di pabrik rokok Pundimas. Ida mengatakan, dalam kondisi pandemi ini pendapatan Erwin memang tidak berkurang. Namun, banyak pekerja lain yang penghasilannya dipotong 25 persen hingga 50 persen. Atau, bahkan belum digaji sama sekali namun belum di-PHK. Untuk itu, BSU diharapkan bisa membantu kebutuhan para pekerja.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KOTA – Kabar Gembira bagi pekerja dan buruh dengan gaji di bawah Rp 5 juta. Karena Bantuan Subsidi Upah (BSU) akan segera cair pada Awal November ini. Saat ini sudah sebanyak 12.166.471 orang yang sudah menerima BSU atau setara dengan 98,09 persen.

“Insya Allah doakan semuanya lancar. Akhir Oktober ini kami melakukan evaluasi. Mudah-mudahan awal November 2020 ini kami bisa mentransfer untuk tahap kedua,” tutur Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah ketika di Ketawanggede pada Kamis (22/10).

Ida mengatakan, pekerja atau buruh yang belum menerima BSU bisa disebabkan kesalahan atau ketidakvalidan data, seperti nomor rekening dan NIK.

Dalam hal terjadi kekurangan atau ketidakvalidan data seperti di atas, Kemenaker mengembalikan data tersebut kepada BPJS Ketenagakerjaan, kemudian BPJS Ketenagakerjaan memberitahukan kepada pemberi kerja untuk memperbaiki data karyawannya yang masuk dalam kriteria penerima subsidi gaji atau upah.

“Sampai saat ini yang belum mendapatkan BSU sekitar 150 ribuan karena ada kekurangan atau ketidaksesuaian data. Misalnya rekeningnya tidak valid, kemudian NIK-nya kurang nomornya, kemudian nomor rekeningnya dia tidak sesuai dengan nama yang diserahkan,” ujarnya

Selain itu, ia juga memastikan dengan baik bahwa bantuan pemerintah berupa subsidi upah (BSU) telah disalurkan kepada pekerja atau buruh. Salah satunya adalah mendatangi salah satu penerima BSU, Erwin Junaedi dan Yatiningsih di Ketawanggede Kota Malang pada Kamis (22/10) usai melaksanakan kegiatan di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang).

“Alhamdulillah saya bisa silaturahmi ke rumahnya Pak Erwin dan ini ditemani sama Bu Yati. Beliau berdua ini adalah penerima program Bantuan Subsidi Upah dari pemerintah,” kata dia.

Erwin saat ini bekerja di Taman Rekreasi Sengkaling. Sementara Yati bekerja di pabrik rokok Pundimas. Ida mengatakan, dalam kondisi pandemi ini pendapatan Erwin memang tidak berkurang. Namun, banyak pekerja lain yang penghasilannya dipotong 25 persen hingga 50 persen. Atau, bahkan belum digaji sama sekali namun belum di-PHK. Untuk itu, BSU diharapkan bisa membantu kebutuhan para pekerja.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/