alexametrics
21.4 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Terhimpit Ekonomi, Bapak Satu Anak di Mergosono Gantung Diri

MALANG KOTA – Kasus bunuh diri lagi-lagi bikin geger warga Kota Malang. Belum sepekan kejadian bunuh diri di Stadion Gajayana, kasus serupa kembali terjadi di Jalan Kolonel Sugiono Gang IIIB, Kelurahan Mergosono, Kedungkandang.

Karena persoalan kesehatan dan diduga terhimpit ekonomi, seorang laki-laki yang diketahui bernama Djunaedy itu ditemukan tewas gantung diri, Kamis (21/10). Pria 26 tahun itu belakangan diketahui menderita stroke sehingga tak bisa lagi bekerja.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui para tetangga Djunaedy sekitar pukul 12.00 WIB.

Tetangga yang pertama mendatangi rumah korban adalah Hadi Prasetyo. Awalnya, pria 46 tahun itu melihat anak perempuan korban yang masih berusia 3 tahun menangis di teras rumahnya. Saat ditanya kenapa menangis, bocah itu mengaku takut lantaran ayahnya tidur sambil berdiri

Loh..turu ngadek yokopo se, Nduk?” ucap Hadi saat menceritakan kronologi kejadian kepada petugas kepolisian yang mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Sebelum masuk ke dalam rumah korban, Hadi mencoba lebih dulu memanggil nama Djunaedy. Meski pintu rumah dalam kondisi terbuka, Hadi sama sekali tak mendengar jawaban dari tetangganya itu. Dia lantas mengajak rekannya yang bernama Yuli Purnomo untuk mengecek ke dalam rumah.

”Kami cari di kamarnya, tidak ada. Lalu kami masuk ke arah kamar mandi,” cerita Hadi. Di depan kamar mandi itulah Hadi melihat Djunaedy sudah dalam posisi tergantung dengan lidah menjulur. Lehernya terlilit tali tampar berwarna hijau.

Di belakang tubuhnya terdapat kursi putih yang diduga menjadi pijakan kaki korban sebelum meninggal akibat gantung diri.

Para tetangga menceritakan, selama ini tidak pernah terdengar kabar pertengkaran atau cekcok dari rumah tangga korban. Namun sejak korban terkena stroke, istrinya menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja di warung. Hasil olah TKP juga tidak memperlihatkan adanya luka di tubuh korban.

Saat ini anak korban sudah diungsikan ke rumah neneknya di daerah Bumiayu, Kota Malang.Sedangkan jenazah korban langsung dievakuasi ke Kamar Jenazah RSSA Malang. (cj6/fat/rmc)

MALANG KOTA – Kasus bunuh diri lagi-lagi bikin geger warga Kota Malang. Belum sepekan kejadian bunuh diri di Stadion Gajayana, kasus serupa kembali terjadi di Jalan Kolonel Sugiono Gang IIIB, Kelurahan Mergosono, Kedungkandang.

Karena persoalan kesehatan dan diduga terhimpit ekonomi, seorang laki-laki yang diketahui bernama Djunaedy itu ditemukan tewas gantung diri, Kamis (21/10). Pria 26 tahun itu belakangan diketahui menderita stroke sehingga tak bisa lagi bekerja.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui para tetangga Djunaedy sekitar pukul 12.00 WIB.

Tetangga yang pertama mendatangi rumah korban adalah Hadi Prasetyo. Awalnya, pria 46 tahun itu melihat anak perempuan korban yang masih berusia 3 tahun menangis di teras rumahnya. Saat ditanya kenapa menangis, bocah itu mengaku takut lantaran ayahnya tidur sambil berdiri

Loh..turu ngadek yokopo se, Nduk?” ucap Hadi saat menceritakan kronologi kejadian kepada petugas kepolisian yang mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Sebelum masuk ke dalam rumah korban, Hadi mencoba lebih dulu memanggil nama Djunaedy. Meski pintu rumah dalam kondisi terbuka, Hadi sama sekali tak mendengar jawaban dari tetangganya itu. Dia lantas mengajak rekannya yang bernama Yuli Purnomo untuk mengecek ke dalam rumah.

”Kami cari di kamarnya, tidak ada. Lalu kami masuk ke arah kamar mandi,” cerita Hadi. Di depan kamar mandi itulah Hadi melihat Djunaedy sudah dalam posisi tergantung dengan lidah menjulur. Lehernya terlilit tali tampar berwarna hijau.

Di belakang tubuhnya terdapat kursi putih yang diduga menjadi pijakan kaki korban sebelum meninggal akibat gantung diri.

Para tetangga menceritakan, selama ini tidak pernah terdengar kabar pertengkaran atau cekcok dari rumah tangga korban. Namun sejak korban terkena stroke, istrinya menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja di warung. Hasil olah TKP juga tidak memperlihatkan adanya luka di tubuh korban.

Saat ini anak korban sudah diungsikan ke rumah neneknya di daerah Bumiayu, Kota Malang.Sedangkan jenazah korban langsung dievakuasi ke Kamar Jenazah RSSA Malang. (cj6/fat/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/