alexametrics
28 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Waduh! Tiga Sample Swab di Kota Malang Terindikasi Omicron

MALANG KOTA – Naiknya jumlah kasus aktif Covid-19 di Kota Malang sepekan terakhir membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang harus bekerja ekstra keras. Salah satunya dengan memastikan beberapa kasus pasien yang terindikasi terpapar varian Omicron.

Setidaknya ada tiga sample hasil swab PCR yang dikirim ke Institute Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair) Jumat lalu (21/1). Ketiganya terpaksa dibawa ke Surabaya lantaran memiliki cycle threshold (CT) value di bawah 30. Rendahnya nilai CT value menjadi tanda awal terpapar varian Omicron.

Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif menjelaskan, sample itu dikirim ke Surabaya untuk diteliti lebih lanjut untuk memastikan apakah pasien terpapar Omicron atau varian lainnya. Setidaknya butuh antara 8-10 hari untuk mengetahui hasil lab tiga sample tersebut. ”Jadi tiga whole genome sequencing (WGS) itu berasal dari klaster keluarga di Kota Malang yang saat ini lagi isolasi mandiri (isoman),” beber Husnul.

Husnul menegaskan, tiga sample yang dikirim bukan dari klaster keluarga di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang yang salah satunya bekerja di Kota Malang. Jika ada temuan baru, dinkes juga bakal mengirimnya lagi ke ITD Unair untuk memastikan apakah terpapar varian Omicron. Pendeteksian selain mengirim hasil swab PCR sebenarnya bisa dilakukan oleh masyarakat sendiri. Salah satunya jika merasa batuk kering agar memeriksakan keadaan ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat.

Mantan direktur RSUD Kota Malang itu kembali mengingatkan kepada masyarakat bisa menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di RT/RW. Karena dari tingkat ini menurutnya masih butuh penguatan. Mobilitas masyarakat yang mulai longgar tanpa disadari ada kelengahan dalam menjaga prokes. “Swab (antigen) acak di sekolah tracing ke masyarakat bakal kami gencarkan, serta tidak menutup kemungkinan jika ada pasien bergejala berat akan dibawa ke RS,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur ITD Unair Prof dr Maria Lucia Inge Lusida mengaku telah menerima tiga sample WGS yang dikirim Dinkes Kota Malang. Terkait hasilnya, dia belum bisa menyampaikan. Sebab pemeriksaan tiga sample juga butuh waktu. ”Nanti kami bakal kasih tahu ke dinkes langsung selaku pengirim,” katanya saat dikonfirmasi Jumat (21/1).

Wanita yang kerap disapa Prof Inge itu hanya menyebut kasus Omicron yang terdeteksi olehnya adalah kasus di Kabupaten Malang beberapa pekan lalu. Beberapa sample hasil swab PCR diterima oleh ITD Unair. Namun beberapa hasil yang dikirim mayoritas ditemukan masih varian lama, yakni Delta. Begitu juga untuk Kota Malang. (adn/nay)

MALANG KOTA – Naiknya jumlah kasus aktif Covid-19 di Kota Malang sepekan terakhir membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang harus bekerja ekstra keras. Salah satunya dengan memastikan beberapa kasus pasien yang terindikasi terpapar varian Omicron.

Setidaknya ada tiga sample hasil swab PCR yang dikirim ke Institute Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair) Jumat lalu (21/1). Ketiganya terpaksa dibawa ke Surabaya lantaran memiliki cycle threshold (CT) value di bawah 30. Rendahnya nilai CT value menjadi tanda awal terpapar varian Omicron.

Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif menjelaskan, sample itu dikirim ke Surabaya untuk diteliti lebih lanjut untuk memastikan apakah pasien terpapar Omicron atau varian lainnya. Setidaknya butuh antara 8-10 hari untuk mengetahui hasil lab tiga sample tersebut. ”Jadi tiga whole genome sequencing (WGS) itu berasal dari klaster keluarga di Kota Malang yang saat ini lagi isolasi mandiri (isoman),” beber Husnul.

Husnul menegaskan, tiga sample yang dikirim bukan dari klaster keluarga di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang yang salah satunya bekerja di Kota Malang. Jika ada temuan baru, dinkes juga bakal mengirimnya lagi ke ITD Unair untuk memastikan apakah terpapar varian Omicron. Pendeteksian selain mengirim hasil swab PCR sebenarnya bisa dilakukan oleh masyarakat sendiri. Salah satunya jika merasa batuk kering agar memeriksakan keadaan ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat.

Mantan direktur RSUD Kota Malang itu kembali mengingatkan kepada masyarakat bisa menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di RT/RW. Karena dari tingkat ini menurutnya masih butuh penguatan. Mobilitas masyarakat yang mulai longgar tanpa disadari ada kelengahan dalam menjaga prokes. “Swab (antigen) acak di sekolah tracing ke masyarakat bakal kami gencarkan, serta tidak menutup kemungkinan jika ada pasien bergejala berat akan dibawa ke RS,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur ITD Unair Prof dr Maria Lucia Inge Lusida mengaku telah menerima tiga sample WGS yang dikirim Dinkes Kota Malang. Terkait hasilnya, dia belum bisa menyampaikan. Sebab pemeriksaan tiga sample juga butuh waktu. ”Nanti kami bakal kasih tahu ke dinkes langsung selaku pengirim,” katanya saat dikonfirmasi Jumat (21/1).

Wanita yang kerap disapa Prof Inge itu hanya menyebut kasus Omicron yang terdeteksi olehnya adalah kasus di Kabupaten Malang beberapa pekan lalu. Beberapa sample hasil swab PCR diterima oleh ITD Unair. Namun beberapa hasil yang dikirim mayoritas ditemukan masih varian lama, yakni Delta. Begitu juga untuk Kota Malang. (adn/nay)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/