alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Puluhan Petugas Gabungan Amankan Eksekusi Rumah Sultan di Taman Ijen

MALANG KOTA – Sebuah rumah mewah di Jalan Taman Ijen No 8B oro-oro Dowo Klojen, Kota Malang dieksekusi, hari ini (23/3) oleh Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang. Dalam prosesnya, pemilik rumah, FM Valentina sempat memprotes, namun akhirnya, eksekusi tetap bisa dilakukan.

Pada saat proses pengosongan rumah sempat ada protes dari pemilik, namun akhirnya eksekusi tetap dilakukan. Tampak berbagai barang diangkut oleh petugas untuk dipindahkan ke salah satu rumah yang berlokasi di Jalan Taman Ijen Blok B27 yang juga milik FM Valentina.

“Keputusan non-eksekutabel sudah dibatalkan dengan putusan Mahkamah Agung (MA) yang bernomor 3622,” ujar FM Valentine sebelum rumahnya dikosongkan, Selasa (23/3).

Petugas pengaman dari unsur TNI dan Polri ikut mengamankan jalannya eksekusi objek sengketa di Jalan Taman Ijen (Darmono / Radar Malang)

Keputusan Non executable merupakan suatu putusan yang telah berkekuatan hukum tetap tetapi tidak dapat dilakukan eksekusi karena berberapa hal, diantaranya barang yang akan dieksekusi tidak berada di tangan Tergugat/Termohon eksekusi.

Ia juga menegaskan, selama ini surat putusan pelelangan aset miliknya juga tak pernah dibalas oleh MA. Kemudian ia melanjutkan selama pengajuan ke PN Malang, pihaknya selalu menuai kebuntuan.

FM Valentina meminta waktu 3 hari untuk menyelesaikan surat keputusan pelelangan. Namun, PN Malang menolak permintaan tersebut dan langsung memindahkan seluruh barang yang ada di dalam rumah.

Panitera PN Kota Malang Ahmad Hartoni SH MH mengatakan, eksekusi ini merupakan perkara delegasi dari PN Tuban, dari kasus sengketa pada 2013 silam.

“Tapi pada Juni 2020 lalu, sudah ada pemenang lelang untuk objek yang dieksekusi ini,” terangnya.

Toni menjabarkan, eksekusi hari ini sejatinya sudah mengalami penundaan, karena seharusnya dilakukan sekitar sebulan lalu. Meski sempat mendapatkan protes, namun proses eksekusi berjalan lancar. Ia mengatakan, kuasa hukum pemilik rumah, sempat menanyakan surat penetapan dan klarifikasi.

“Itu menurut saya wajar, karena mereka dari pihak termohon eksekusi,” tambahnya.

Soal Penundaan eksekusi dengan nomor 16/eks/2020/ PN itu yang seharusnya dilakukan 9 Februari lalu, dia menjelaskan, pada saat itu eksekusi ditunda karena Ketua Pengadilan Negeri Malang dipanggil oleh Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya.

“Tapi penundaannya karena bentuk kehati-hatian dari Kepala PN untuk pelaksanaan eksekusi, bukan karena diintervensi PT-nya,”jelasnya.

Sebab, setelah ada klarifikasi dan penandatangan berita acara, PN langsung mencabut penundaan eksekusi tersebut. Dan melaksanakan eksekusi di beberapa obyek. “Hari ini di sini (Pahlawan Trip), besok lanjut di 3 objek lainnya,” bebernya.

Sebelumnya, eksekusi rumah mewah di Jalan Pahlawan Trip Kota Malang oleh Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang ini merupakan kasus lama, yakni perebutan harta gono-gini antara Valentina dengan almarhum Hardi Soetanto. Pasangan suami istri ini diketahui telah bercerai sejak tahun 2013 lalu.

Perebutan harta gono-gini dalam bentuk rumah dan tanah dengan nilai mencapai puluhan miliar tersebut masih terus berlanjut. Valentina diketahui sebagai pemilik PT Hardlent Medika Husada (HMH).

Pewarta: Ulfa Afrian, Ubaidillah

MALANG KOTA – Sebuah rumah mewah di Jalan Taman Ijen No 8B oro-oro Dowo Klojen, Kota Malang dieksekusi, hari ini (23/3) oleh Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang. Dalam prosesnya, pemilik rumah, FM Valentina sempat memprotes, namun akhirnya, eksekusi tetap bisa dilakukan.

Pada saat proses pengosongan rumah sempat ada protes dari pemilik, namun akhirnya eksekusi tetap dilakukan. Tampak berbagai barang diangkut oleh petugas untuk dipindahkan ke salah satu rumah yang berlokasi di Jalan Taman Ijen Blok B27 yang juga milik FM Valentina.

“Keputusan non-eksekutabel sudah dibatalkan dengan putusan Mahkamah Agung (MA) yang bernomor 3622,” ujar FM Valentine sebelum rumahnya dikosongkan, Selasa (23/3).

Petugas pengaman dari unsur TNI dan Polri ikut mengamankan jalannya eksekusi objek sengketa di Jalan Taman Ijen (Darmono / Radar Malang)

Keputusan Non executable merupakan suatu putusan yang telah berkekuatan hukum tetap tetapi tidak dapat dilakukan eksekusi karena berberapa hal, diantaranya barang yang akan dieksekusi tidak berada di tangan Tergugat/Termohon eksekusi.

Ia juga menegaskan, selama ini surat putusan pelelangan aset miliknya juga tak pernah dibalas oleh MA. Kemudian ia melanjutkan selama pengajuan ke PN Malang, pihaknya selalu menuai kebuntuan.

FM Valentina meminta waktu 3 hari untuk menyelesaikan surat keputusan pelelangan. Namun, PN Malang menolak permintaan tersebut dan langsung memindahkan seluruh barang yang ada di dalam rumah.

Panitera PN Kota Malang Ahmad Hartoni SH MH mengatakan, eksekusi ini merupakan perkara delegasi dari PN Tuban, dari kasus sengketa pada 2013 silam.

“Tapi pada Juni 2020 lalu, sudah ada pemenang lelang untuk objek yang dieksekusi ini,” terangnya.

Toni menjabarkan, eksekusi hari ini sejatinya sudah mengalami penundaan, karena seharusnya dilakukan sekitar sebulan lalu. Meski sempat mendapatkan protes, namun proses eksekusi berjalan lancar. Ia mengatakan, kuasa hukum pemilik rumah, sempat menanyakan surat penetapan dan klarifikasi.

“Itu menurut saya wajar, karena mereka dari pihak termohon eksekusi,” tambahnya.

Soal Penundaan eksekusi dengan nomor 16/eks/2020/ PN itu yang seharusnya dilakukan 9 Februari lalu, dia menjelaskan, pada saat itu eksekusi ditunda karena Ketua Pengadilan Negeri Malang dipanggil oleh Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya.

“Tapi penundaannya karena bentuk kehati-hatian dari Kepala PN untuk pelaksanaan eksekusi, bukan karena diintervensi PT-nya,”jelasnya.

Sebab, setelah ada klarifikasi dan penandatangan berita acara, PN langsung mencabut penundaan eksekusi tersebut. Dan melaksanakan eksekusi di beberapa obyek. “Hari ini di sini (Pahlawan Trip), besok lanjut di 3 objek lainnya,” bebernya.

Sebelumnya, eksekusi rumah mewah di Jalan Pahlawan Trip Kota Malang oleh Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang ini merupakan kasus lama, yakni perebutan harta gono-gini antara Valentina dengan almarhum Hardi Soetanto. Pasangan suami istri ini diketahui telah bercerai sejak tahun 2013 lalu.

Perebutan harta gono-gini dalam bentuk rumah dan tanah dengan nilai mencapai puluhan miliar tersebut masih terus berlanjut. Valentina diketahui sebagai pemilik PT Hardlent Medika Husada (HMH).

Pewarta: Ulfa Afrian, Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/